Tuesday, February 09, 2021

Sabarlah selalu diatas prahara dan kesulitan

 




Bulan lalu. Faisal datang bersama istrinya dan putrinya. Kami bertemu di Gandari City. Mereka mencium punggung jemari saya. Saya gendong putrinya. “ Hadiah ulang tahun eyang udah diterima. Bilang terimakasih ke eyang “ kata istri Faisal kepada putrinya. “ terimakasih eyang” kata putrinya. Faisal tersenyum dan nampak airmatanya berlinang. “ Kamarin bapak kasih uang untuk titip ke putri. Saya belikan boneka. Udah lama dia pengen. “  Kata Faisal.  Saya tersenyum. Setelah mereka pergi dari hadapan saya.  Saya bahagia. Melihat kehidupan Faisal dan Istrinya bahagia.


Bayangan saya kepada beberapa tahun lalu. Saya makan siang di Pecenongan. Restoran Korea favorit saya. Ketika masuk restoran. Saya melihat ada wanita dibonceng motor dalam keadaan berhenti. Pengendaranya pria. Wanita itu sedang berteriak teriak  kearah pria yang berdiri dekat motor. 


“ Urusan apa lue. Dari bulan lalu gua minta cerai. Tapi lue nunda terus. Gua bosan hidup dengan lue.” 


Pria itu tidak menjawab ocehan wanita itu. Matanya menatap kepada pengendara motor “ Mas, dia kan istri saya. ? Kata Pria itu dengan suara miris. 


“ Emang kenapa ? lue mikir kenapa sampai istri lue mau dengan gua ? Mikir bego! kata Pria diatas kendaraan motor seraya menunjuk nunjuk kearah pria itu.


“ Tapi dia istri saya, mas ..” Kata pria itu dengan suara dan raut wajah sedih. 


“ Udah ah. “ Kata Wanita itu mendorong pria itu.  Pria itu cepat memegang tangan wanita itu.” Ma, sabar ma. Mari kita pulang. Kita  selesaikan baik baik. Kalau kamu memang minta ceraikan. Akan aku urus segera. Tapi engga begini caranya. Ingat dosa ma..”  Kata pria itu dengan lemah lembut. Wanita itu menghentak tangannya dari pagutan suaminya. “ Udah.. Jalan aja kita.” Kata wanita itu kepada pria temannya. Motor melaju cepat meninggalkan pria itu tertunduk. Banyak mata menyaksikan itu.


Saya dekati pria itu. “ Mas, sabar ya.”

“ Ya pak.”

“ Mas bisa temanin saya makan siang.” Kata saya dengan tersenyum.  Nampak dia ragu. Mungkin dia lihat saya ikhlas menawarkan makan, akhirnya dia mengangguk. “ terimakasih pak.” Katanya. Dia anak muda. 


Selama makan saya tidak tanya apapun masalah dia. Namun akhirya dia berkata “ Pak, saya lagi susah. Sudah 1 tahun saya di PHK. Engga bisa bayar angsuran rumah. Motor sudah diambi leasing. Saya berusaha kerja apa saja. Mau ngojek engga ada motor. Saya sedih mikirkan anak balita saya. Saya tidak menyalahkan istri saya. Dia hanya kurang sabar saja.” 


“Kamu sabar ya nak. Bagi laki laki itu biasa saja. Nanti juga kesulitan akan berlalu” Kata saya menenangkan.  Usai makan siang. Saya katakan kepada dia. “ Mas, belilah motor baru. Nanti kirim nomor rekening show room motor ke saya. Saya belikan. Tapi itu utang ya. Kamu bayar kalau ada uang “ 


“ Pak…” Katanya bengong. “ Benar ya pak. Mengapa bapak percaya saya. Kita baru kenal. “


“ Udah ya. Ini kartu nama saya. Telp saya kalau udah mau bayae motor”  Kata saya segera berlalu. Karena saya mau ke Spa. 


Andaikan dia membalas makian istrinya dan hujatan selingkuhan istrinya, mungkin saya tidak berminat untuk bantu dia. Tetapi kesabarannya memaksa saya harus berbuat sesuatu. Kalau engga saya termasuk sombong dihadapan Tuhan. 


***

Setahun kemudian Faisal telp saya. Dia mau  ketemu. 

“ Terimakasih pak. Setelah saya ngojek, saya menikah lagi. istri saya sekarang sangat sayang kepada putri saya.  Sekarang saya sudah diterima kerja pak di perusahaan Asing. Gaji lumayan pak. Tapi saya masih perlu motor  untuk pergi kerja. Ini ada tabungan saya selama 1 tahun. Maaf belum bisa bayar semua.” kata faisal waktu ketemu saya di cafe.


“ Enggga perlu bayar utang itu.” Kata saya tersenyum.  


“ Terimakasih bapak. Entah bagaimana saya harus membalasnya.”


“ Jaga istri kamu dan anak kamu ya. Kamu sabar selalu ya. “ Kata saya.  Faisal  menatap saya lama. Akhirnya dia memeluk saya “ Saya yatim sedari kecil pak. Saya serasa Tuhan kirim ayah untuk saya.” katanya berlinang air mata. Faisal permisi dari hadapan saya karena Yuni sudah datang ke  cafe dan duduk di sebelah saya.


Sejak itu Faisal dan istrinya selalu ingat saya. Sedikitnya sebulan tiga kali mereka kirim SMS sekedar bertanya kabar saya dan mendoakan saya sehat selalu.  Setiap lebaran mereka selalu datang ke rumah.

Pesan moral “ Ketika kesulitan  dan prahara melanda, bersabarlah. Pada batas kesabaran tak tertanggungkan, Tuhan akan mengangkat kamu dari kesulitan. Dan Tuhan berbuat sesuai prasangkamu kepada DIA. Sabarlah selalu diatas prahara dan kesulitan

No comments:

Tidak bisa bersyukur..

  Ketika masuk cafe saya lihat Yuni, Esther, Wenny duduk di table yang sama. Saya temui mereka. Bicara sebentar. Saya keluar cafe untuk mero...