Friday, January 15, 2021

Bencana itu karena Tuhan murka?

 


Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang tinggal di sana. Komunikasi terputus. Dari berita saya tahu bahwa PM China terpaksa jalan kaki ke wilayah gempa. Panglima Militer China wilayah Sichuan bersama team terbang ke wilayah gempa, Mereka terjun dengan perasut.  Jadi hanya kurang dari 1 jam setelah gempa, militer sudah berada dilokasi melakukan pertolongan dan evakuasi korban gempa. Setelah itu dari lokasi gempa, PM dan Pangdam membuat keputusan rescue. Itu menjadi bencana nasional. Bantuan bukan hanya dari pemerintah tetapi rakyat China bahu membahu memberikan pertolongan. 


Bantuan bukan hanya pada saat gempa. Tetapi juga paska gempa. Pemerintah China memanggil ahli geologi untuk memetakan dengan pasti alur gempa. Dari penelitian yang rumit bisa diketahui alur gempa itu. Akhirnya, kota Wenchuan, Sichuan yang lama dihancurkan secara total. Pemerintah China membangun kota baru yang tidak berada dijalur gempa. Dalam 3 tahun, kota baru sudah selesai dibangun. Setelah itu Presiden Ho, tercatat dalam sejarah sebagai presiden yang berhasil memindahkan kota ke lokasi yang aman dari gempa. Tentu generasi berikutnya akan berterimakasih kepada Presiden Ho.


Untunglah teman saya yang tinggal di Sichuan tidak menjadi korban. Tetapi dia gagal menyelamatkan keluarganya. Dari dia saya dapat pemahaman tentang cara china menyikapi bencana. Dalam hidup ini, ada empat hal yang bukan wilayah Tuhan, tetapi peran alam sebagai sebuah hukum. Apa itu? Bencana, kebodohan, kesalahan, sesal. Yang hebatnya keempat itu berawal dari kebodohan yang melahirkan kesalahan dan sesal. Dan dari empat hal itu manusia bisa mengubahnya. Ia menjadi sebuah harapan, yang dipercaya Tuhan akan tunaikan.


China tidak mengatakan bahwa bencana itu karena Tuhan murka.  Murka karena manusia banyak yang inkar. Tidak. Bagi mereka Tuhan itu maha suci dan agung.   Mengapa ? karena bencana itu hukum alam. Sama seperti hukum grafitasi atau hukum fisika. Ia sudah exist sebelum manusia tercipta. Gempa tidak bisa dihindari atau ditahan. Namun manusia bisa mengsiasatinya agar tidak jadi korban. Berkat ilmu pengetahuan, manusia bisa mengetahui jalur gempa dan memilih tempat  bermukim yang aman dari gempa.


Sama halnya dengan Kota Nanning. Tadinya selalu banjir karena meluapnya sungai Yongjian. Maklum kota dibangun diatas delta. Kalau banjir itu tidak perlu disesali. Itu sudah hukum alam. Pemerintah China merubuhkan kota yang ada diatas delta itu dan membangun lagi kota baru di wilayah sekitar 100 km dari kota lama. Kota lama jadi resapan air hujan seperti awal eksistensinya. Selanjutnya kota baru Nanning aman dari banjir dan menjadi garden City yang indah. Rakyat selamat dari bencana banjir yang datang setiap tahunnya

Dalam islam, bencana itu sebagai pembelajaran dari Allah. Tidak boleh didefinisikan sebagai murka Allah. Tetapi menjadi hikmah agar manusia menggunakan akalnya untuk keluar dari kebodohan. dan sesal. Tujuanya, agar kita berubah menjadi bijak menyikapi fenomena alam dan menjadikan bumi ini tempat yang nyaman dan aman bagi semua. Kalau bencana datang, lantas kita anggap bahwa Allah murka karena  karena pemerintah mengkriminalkan ulama.  Itu artinya kita engga ada bedanya dengan kaum pagan, penyembah berhala. Yang menganggap bencana itu datang karena Tuhan murka. Bodoh boleh tapi jangan keterlaluan.


No comments:

Al Quran dan Sains soal terciptanya semesta.

  “ Aku kehilangan paham.  Mengapa orang bersusah payah untuk mengimani Allah. Tinggal percaya saja, selesai. Masuk sorga. “ Kata Sukri wakt...