Monday, June 17, 2019

WiraUsaha di China

Saya punya teman di China. Lima tahun lalu saya mengenal dia sebagai Manager Logistik. Tetapi sekarang dia sudah jadi pengusaha logistik. Ada lagi teman yang tadinya dia sebagai Manager PR di perusahaan penerbangan. Belakangan saya tahu dia sudah punya bisnis Private restaurant untuk kalangan pebisnis. Teman saya orang asing pernah mengatakan kepada saya, “ Kalau kamu menerima kartu nama dari staff perusahaan di China.Jangan pernah dibuang. Karena bukan tidak mungkin lima tahun kemudian dia sudah jadi boss besar. Menurut Global Entrepreneurship Monitor (GEM), China merupakan negara yang paling banyak wirausahanya dan paling tinggi mental kewirausahaannya dibandingkan negara lain.

Pada tahun 2000, total pendapatan yang diperoleh oleh BUMN China dan sektor Swasta kira-kira sekitar 4 triliun yuan. Tahukah anda ? Pada 2013, pendapatan BUMN meningkat 6 kali lipat namun pendapatan sektor swasta telah meningkat lebih dari 18 kali lipat. Keuntungan pada periode yang sama menunjukkan perbedaan yang lebih luar biasa, BUMN China menunjukkan peningkatan tujuh kali lipat tetapi laba di perusahaan swasta meningkat hampir 23 kali lipat. Selama dua dekade pertumbuhan wirausaha yang begitu cepat mengakibat terjadi perubahan paradigma politik di China, bahkan mengubah tatanan dunia usaha  Dunia. Perang dagang China-AS bagian dari dampak dari tumbuh pesatnya wirausaha China. Mengapa?

Kalaulah bukan karena mental wirausaha yang begitu tinggi di China, tidak mungkin CHina bisa meng eskalasi pertumbuhan ekonominya dengan cepat dan bisa melewati perubahan lingkungan bisnis global yang begitu cepat. Sejak kriris global tahun 2008, banyak PHK akibat kebangkrutan di zona industri. Tetapi pada waktu bersamaan melahirkan new comer enterpreneur dalam jumlah besar. Pemerintah China mengeluarkan kebijakan insentif tarif bagi usaha pedesaan. Ini disikapi dengan terjadinya migrasi orang kota ke desa untuk mendapatkan peluang bisnis itu. Maka proses sinergi antara orang kota dan desa terjadi secara natural, memberikan dampak positip bagi kemajuan desa. Ketika business online membuat banyak bangkrut toko dan mall, pada waktu bersamaan muncul pendatang baru bisnis via online.

Bagaimana mungkin negara komunis yang kekuasaannya tumbuh karena kaum pekerja dan petani, bisa berubah menjadi negara yang tumbuh karena wirausaha ? Menurut saya sebetulnya wirausaha itu tumbuh by design dari kebijakan politik. Hanya saja Cina tidak memaksakan pertumbuhan wirausaha dengan berbagai kemudahan , subsidi dan fasilitas. Tetapi melalui perbaikan mental rakyatnya. Bagaimana China membangun mental wirausaha itu ? Ya melalui propaganda. Karena ini negara komunis maka soal propaganda kebijakan politik itu, China memang jagonya. Banyak sekali novel modern menulis tentang kisah cinta bertema wirausaha. Buku kisah perjalanan hidup Steven Jobs diterjemahkan dalam bahasa China, terjual lebih dari 300 juta eksamplar di China. Tentu dengan harga subsidi.

Kalau anda nonton TV, banyak sekali film Sinetron China yang bersinggungan dengan Wirausaha, misal Film yang berjudul “True Friend” bercerita tentang bisis property Agent. Film “ Entrepreneurial Age” bercerita tentang perjuangan anak muda membangun bisnis start up bidang IT. Namun alur cerita dikemas dengan begitu apiknya sehingga tidak terkesan itu film propaganda. Disetiap dialogh anti klimak pada setiap episode selalu disisipkan kata kata inspiratif mantal kewirausahaan seperti passion, dan ketangguhan menghadapi kesulitan. Tetapi yang hebatnya film itu menempatkan cara berpikir yang realistis. Nilai nilai agama ditampilkan melalui akhlak dan perbuatan, seperti kejujuran, setia kawan, mencintai dan mengormati orang tua, kerja keras, sabar dan berbagi.

Kalau dulu film propaganda membosankan. Karena lebih banyak memuji muji kehebatan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Namun kini tidak lagi itu. Kalau ada proyek besar sukses dibangun,  di media TV, kita akan mendengar dan menyaksikan kisah sukses CEO atau pengusaha dibalik proyek itu. China sadar bahwa menjangkau rakyat diatas 1 miliar tidaklah mudah. Namun berkat media TV, dan Internet, pesan yang ingin disampaikan dalam propaganda dapat dengan mudah dilakukan. Tentu kelebihan China adalah semua media TV milik negara jadi lebih mudah memfilter acara yang sesuai dengan agendan negara. Internet pun di filter negara sehingga konten yang merusak mental pasti di banned.

Kalau pada periode ke dua Jokowi ingin mengembangkan SDM , maka media TV dan Internet adalah cara efektif membangkinkan semangat wirausaha dikalangan masyarakat. Wirausaha itu bukan hanya soal pedagang tetapi soal mental kemandirian, yang kreatif, inovatif dan punya standar moral sesuai dengan budaya dan agama. Mengapa 7000 sarjana yang baru lulus menjadi masalah. Karena didalam diri mereka tidak punya mental wirausaha dan selama kuliah terpapar paham radikalisme dan pragmatisme. Kalau tidak segera by design sikap mental wirausaha di bangun lewat propaganda,  maka generasi muda itu bukan jadi asset bangsa tetapi jadi beban negara yang sampai kapanpun akan menjadi masalah sosial bagi negara.

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...