Sunday, June 18, 2017

No, Thanks

ilustrasi saja.

Sorenya setelah meeting seharian , saya kembali ke Panninsula Hotel Beijing dimana saya menginap. Setelah sholat Ashar, saya rebahkan badan. Karena jam 7.30 saya harus menghadiri gala dinner yang diadakan asosiasi bisnis, dengan syarat harus membawa pasangan. Teringat tadi sore teman saya berpesan agar saya tidak perlu kawatir untuk datang ke acara Gala dinner. Walau saya tidak punya pasangan karena istri jauh di jakarta namun dia telah sediakan. Wanita yang akan mendampingi saya itu adalah sahabatnya. Jadi saya merasa aman. Maklum saya kenal reputasi teman ini, dan tentu dia akan mengirim pendamping yang pantas.

Jam 5 sore, seorang wanita menelphone saya kekamar bahwa dia sudah ada di Loby. Wanita itu menyebut nama teman saya. Tahulah saya bahwa wanita itu akan mendampingi saya dalam acara gala dinner. Saya tegaskan bahwa saya akan turun setelah jam 6 karena harus sholat dulu. Saya menghubungi duty manager hotel agar mempersilahkan wanita itu menanti di lounge executive atas biaya saya. Ketika turun ke loby, nampak wanita dengan gaun makan malam yang begitu Wonderful berdiri didepan pintu lounge executive “ Saya sudah suruh dia tunggu di dalam tapi dia tidak mau” Kata Duty manager menghampiri saya. Tingginya diperkirakan 170 Cm. Dengan tersenyum indah dia menyalami saya sambil menyapa dengan bahasa inggeris yang sempurna. Dia memperkenal diri dengan ramah dan terkesan dia wanita terhormat. Saya sempat menahan napas. Ini terlalu sempurna untuk menemani saya..Mengapa ? Cantik , cerdas dan berkelas.

Selama dalam perjalanan dia menanyakan apakah saya merasa nyaman di Beijing ? dan apakah makanan kesukaan saya?. Dia juga menanyakan apa yang saya tidak suka. Walau perjalanan hanya 20 menit ke tempat acara namun dia membuat suasana menjadi akrab. Pada saat acara gala dinner , dia bisa berbicara dengan pasangan wanita dari kalangan berkelas. Senyum dan response pada setiap pembicaraan membuat sahabat saya yang ada satu table merasa nyaman. Setiap mata saya memandang makana dimeja dengan sigap dia mengambilkannya dan memasukan kedalam piring saya sambil tersenyum indah. Dengan teliti dia menceritakan bagaimana masakan itu dibuat dan bagaimana teste bisa selezat itu.

Acara gala dinner itu dilanjutkan dengan dance bersama pasangan. Untunglah saya pernah dipaksa oleh teman ikut kursus dance , jadi situasi ini tidak membuat saya canggung. Namun dance dengan wanita ini ? tidak pernah terbayangkan. Ini pertarungan yang sulit dalam batin. Tapi dia dengan tersenyum melirik kearah saya. Dia tetap diam walau semua pasangan sudah melantai. Teman saya melirik saya dengan tanda meminta saya turun melantai. Dengan sigap dia berdiri dengan membungkukan tubuh sambil mengulururkan lengannya agar saya sambut. 

" Hormatilah temanmu, mereka mengharapkanmu ikut menikmati gala dinner ini " katanya. Dengan berat saya menerima uluran tangannya. Dia membiarkan saya memimpin dance itu sehingga saya tetap berjarak dengan dia. Senyum tak pernah padam pada setiap gerakannya.

Acara gala dinner itu berakhir menjelang dini hari. Dia menatap saya dengan penuh perhatian dan senyum mengoda, sambil berkata "Do you have an any idea tonight ? 
" No. Thanks." Kata saya seraya mengangkat bahu. Saya minta supir mengantar dia ke Apartment dan saya kembali ke hotel. Sebelum berpisah dia setengah membungkuk sambil mundur dua langkah dan balik badan, sambl melempar senyum indah 

" Terimakasih untuk malam yang menyenangkan" katanya, dan berlalu.

Dalam perjalanan menuju hotel,saya termenung. Saya baru saja bertemu wanita yang begitu sempurna. Membuat pria merasa pantas di pentas dan tetap mengutamakan pria untuk terhormat dihadapan komunitas berkelas.Wanita itu adalah teman dari taman saya. Saya tahu reputasi teman saya, tentu dia kenalkan saya dengan orang yang pantas.
Ketika masuk kamar hotel , telp selular saya bergetar. 

"Bagaimana wanita itu? tanya teman saya diseberang.

"Dengan penuh terimakasih karena wanita itu telah menjadi pasangan yang sempurna mendampingi saya dalam acara .kata saya. 

" OK. Selamat menikmati malam menyenangkan bersama wanita itu"

" Wanita itu sudah pulang ketika acara selesai "

" Mengapa ?

" Ya karena acara sudah selesai dan saya suruh supir antar dia pulang."

" Ah..anda seharusnya bawa dia ke hotel untuk menemani anda.Dia sendiri bilang kepada saya bahwa dia tertarik dengan anda.Tidak mudah membuat escort lulusan academy jatuh cinta."

" Apa maksud anda?

" Dia escort. Saya contract dia selama 24 jam untuk anda." 

" Apa ? tapi...

"Dia bukan teman saya. Dia escort. Dia lulusan academy escort yang dilatih secara professional menemani pria secara special agar merasa special. Apakah anda mau, saya minta dia datang  ke kamar anda ? Sekarang " 

" Oh.No, thanks."

Ah..saya jadi ingat istri di rumah.Walau istri tidak sehebat escort ,tidak secantik premium escort, tidak se-pintar premium escort tapi dia berbuat untuk cinta dan istri saya menemani saya karena contract dengan Tuhan untuk membuat saya sempurna tanpa perlu dimanjakan,tanpa perlu special,agar saya selalu rendah hati..selalu. Segera saya telp istri dirumah.

" mah..."

"Papa, ada apa ? " ..

"Aku kangen mama"

"Kapan pulang"

" Bulan depan. Mama lagi ngapain?

" Lagi mau sholat Tahajud..papa udah sholat ?"

“ Udah tadi maghrib. Ini mau sholat isya.”

“ Janga lupa sholat kalau mau tidur. Berdoa”


“ Ya mah..” 

No comments:

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...