Sunday, September 27, 2015

Belajar dari pribadi Jokowi

Pembohong, pencitraan, kodok,kafir, keturunan china,dan banyak lagi kata buruk yang tak sudah dialamatkan kepada sosok Jokowi selama putaran Pilpres. Apa yang terjadi kemudian ? Jokowi terpilih sebagai Preside.Seorang tukang kayu yang direndahkan terpilih untuk memimpin 200 juta lebih rakyat indonesia. Apakah usai hujatan terhadap Jokowi? tidak. Hujatan semakin keras. Bahkan ada anak muda yang begitu berani meng upload meme Jokowi dan Megawati bersenggama. Ini benar benar puncak penghinaan lewat dumay. Anak muda itu dibebaskan dari hukuman penjara dan bahkan mendapatkan santunan dari Ibu negara untuk modal usaha. Didunia maya begitu keras menghujat dan menyudutkan Jokowi terus berlangsung. Sementara dari lingkaran kekuasaan Jokowi terjadi komplik dalam senyap. Karena proses politik terpilihnya Kapolri,digunakan lawan politiknya untuk membuat hubungan Jokowi dengan Megawati menjadi complicated. Megawati yang sangat dihormati oleh Jokowi akhirnya memilih menjauh dan menghindari berbicara dihadapan publik mendukung Jokowi.Bahkan dalam acara kongkres PDIP publik melihat bagaimana buruknya hubungan antara Jokowi dengan Megawati. Maka lengkaplah didunia maya reputasi Jokowi terus digoyang dan didunia nyata reputasinya dipertanyakan oleh partai yang mendukungnya.. Padahal saat itu adalah saat kritis dimana Jokowi sangat membutuhkan partai mendukungnya ada bersamanya.

Jatuhkah Jokowi ? tidak! hujatan dihadapinya tidak dengan hujatan atau curhat didepan publik tapi dengan kerja keras. Lemahnya dukungan dari partai pendukung dihadapinya dengan sikap konsisten atas agendanya dan tak gentar mengahadapi resiko kettika harus berhadapan dengan Mafia yang sebagian besar didukung elite politik.Jokowi melaju tak terbendung. Mengapa dia bisa melewati itu semua ? Dari kesederhaan sikap dan perbuatannya , tidak sulit baginya untuk mengajarkan hal yang konstruktif kepada siapa saja agar emosi tetap terjadi secara positip, mengundang orang untuk mengambil langkah keyakinan melalui sepatah kata tentang apa yang mungkin , menciptakan sebuah inspirasi kolektif. Semua itu tercermin dari caranya berpikir ( way of thinking ) , merasakan ( feeling ) dan kemampuannya memfungsikan semua potensi positip ( functioning ) , sebuah cara hidup ( the way of life ) dan cara menjadi ( way of being ) yang transformative. Hal tersebut melebur dalam hati dan jiwa seiring keteladannya untuk cinta dan kasih sayang. 

Seorang teman analis investasi yang ikut dalam petemuan itu mengatakan bahwa apapun yang diungkap di sosmed tidak akan membuat seorang pria jatuh reputasinya kecuali dua hal ,pertama, dia melakukan tindak kriminal atau korup dan kedua, skandal percintaan yang sehigga merugikan dan merendahkan wanita. Siapapun dia bahkan walau dia ustadz atau pendeta, rahib yang sering tampil dimimbar dan dikenal santun namun bila dia terkena tindak kriminal atau korup maka hancurlah reputasinya. Walau dia berjuang sekeras membela dirinya maka dia tetap pecundang. Begitupula bila dia melakukan skandal percintaan yang sehigga merugikan dan merendahkan wanita atau istrinya maka hancurlah reputasinya.Sehebat apapun masalalunya orang akan melupakannya dan menjadikannya alas kaki. Dunia sosmed sangat kejam menghukum seseorang. Hanya dua kesalahan itu saja hukum sosmed bekerja efektif membuat seorang pria hancur berkeping keping.Padahal bukan tidak mungkin Tuhan telah mengampuninya namun sosmed tidak peduli itu.

Tapi selagi pria tidak melakukan dua hal itu maka apapun celoteh tak senonoh terhadapnya tidak akan merusak reputasinya. Bahkan dia semakin terkenal dan semakin mendapat simpati. Semakin di bully semakin orang ramai tahu bahwa yang mem bully itu bukanlah siapa siapa dan mengomentarinya hanya menjatuhkan kelas dan merendahkan intelektualitas. Itu sebabnya Jokowi tidak mau menuntut orang yang menghina dan bergunjing serta berceloteh tak santun terhadapnya.Dia hadapi dengan senyuman sambil berkata "aku rapopo".Karena Jokowi bukan Bill Clinton yang terlibat skandal sex dengan sekretarisnya dengan kisah blowjob. Karena Jokowi bukan tokoh yang terlibat korup bersama istri keduanya. Jokowi hanyalah pria sederhana yang setia kepada istrinya dan menjaga kehormatan keluarganya dengan melarang mereka kaya dengan kekuasaannya.

Berlalunya waktu, tanpa disadari aura positipnya mampu mempengaruhi sebagian besar elite politik. Orang orang baik dari partai maupun tokoh masyarakat, tokoh agama semakin banyak merapat ke Jokowi. Kelompok partai yang memilih berseberangan Politik mulai memilih untuk bergabung dengan kubu jokowi. Ibu Megawati puntampil didepan publik ketika pelantikan menteri usai reshuffle .Ibu kembali berada disamping Jokowi setelah sekian bulan bersediam dan berjarak. Kini parlemen berada dibawah kendalinya untuk memastikan dia terus melaju dengan agenda niat baiknya,untuk negeri yang dia cintai. Tidak ada dendam.Tidak ada kebanggaan atas semua itu. Semua dirangkul dan diajak untuk melangkah bersama demi perjuangan membela NKRI.

Nak,apa yang dapat kamu pelajari dari sosok Jokowi? Ingatla lah, ketika kau berjuang untuk kebaikan maka akan terjadi proses benturan antara dirimu dengan orang orang sekitarmu.Walau kadang menyakitkan, terluka, teruslah melangkah. Jangan pernah surut langkahmu hanya karena orang orang menghujatmu, memfitnahmu, merendahkanmu. Yakinlah lukamu tak akan lama sampai orang buruk laku tersingkir dengan sendirinya dan tergantikan oleh orang orang yang tulus mencintaimu , untuk setia dibelakangmu dengan obsesimu.Mengapa? karena Nak, niat baik yang ikhlas karena Tuhan tak lain Tuhan lah yang akan menjagamu dari niat buruk orang lain..Kau akan selalu baik baik saja

1 comment:

andi leangle said...

Mohon maaf karena saya copas karena menurut saya artikel ini sangat bagus dan patut untuk dibagikan...

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...