Saturday, May 04, 2013

Berterimakasih..


Dalam setiap kesempatan acara keluarga dia selalu hadir lebih dulu dan selalu bertindak sebagai anggota panitia yang kebagian tugas paling melelahkan. Seminggu sebelum Hari Raya dia akan selalu datang kerumah. Bila datang, ada saja yang dikerjakannya. Diminta tolong atau tidak , dia kerjakan dengan senang hati. BIla ada keluarga kami yang di opname di rumah sakit maka dia akan membesuk lebih dulu. Itu bukan hanya sekali besuk tapi berkali kali sampai sehat. Baginya keluarga kami adalah keluarganya. Begitulah yang saya tahu tentang dia.Sebetulnya  dulu dia bekerja sebagai supir pribadi saya. Ketika dia berhenti bekerja sebagai supir, saya memberi dia pinjaman uang untuk membeli angkot. Dia berjanji akan mencicilnya. Tidak lebih tiga tahun , hutangnya sudah lunas. Kini, setelah 14 tahun berbisnis angkot, angkotnya sudah berjumlah delapan. Dia sudah jadi juragan angkot dan menjadi ketua asosiasi angkot dikotanya. Dia juga punya usaha restoran yang banyak dikunjungi pelanggan. Juga punya bengkel mobil ber lisensi dealer resmi. Kini, dia sudah jadi pengusaha tergolong menengah. Namun begitu rasa hormatnya kepada saya tidak pernah berkurang. Sama seperti dulu ketika dia jadi supir saya.

Usianya 10 tahun lebih tua dari saya. Sebetulnya dengan posisinya sekarang dia tidak butuh saya lagi. Dan lagi dia tidak berhutang apapun dengan saya. Namun kedekatan dan kehangatan sebagai sahabat terjalin begitu indahnya. Begitu caranya berterimakasih kepada saya. Dia merapat kepada keluarga kami , begitupula saya dan istri serta anak anak mendekat kepada keluarganya.  Ketiga putrinya sudah jadi sarjana dan  bekerja di PMA. Dua sudah menikah dan memberinya tiga cucu yang cantik cantik. Saya perhatikan hidupnya sangat bahagia. Padahal dia tidak pernah mengenyam pendidikan di universitas namun tak sulit baginya mendapatkan rezeki. Apa resep hidupnya ?. Saya ingin tahu. Satu saat saya bertanya kepadanya dan dia mengatakan bahwa prinsip hidupnya hanya satu yaitu pandai berterima kasih. Menurutnya, rasa terimakasih itu bukan hanya dengan kata kata indah atau ucapan penuh basa basi. Tapi terimakasih itu harus diungkapkan dengan perbuatan nyata. Harus diniatkan dihati untuk membalas kebaikan itu dengan apa yang bisa dilakukan. Dia bekerja keras dan penuh pengabdian , itulah cara dia berterimakasih kepada saya.  Dia bekerja keras mengelola angkot agar secepatnya bisa mengembalikan hutang kepada saya. Begitulah caranya membalas “terima” itu. 

Di era sekarang, kebanyakan meminta adalah seni tersendiri. Kalau diberi , hanya kata manis terucapkan sebagai ujud terimakasih namun sikapnya setelah itu tidak menunjukan orang yang pandai berterimakasih. Orang kaya membantu tidak membutuhkan apapun dari simiskin kecuali ridho Allah namun sikaya tak ingin simiskin terus miskin karena pemberian itu. Artinya pemberian itu membuat dia hanya pandai berkata “terimakasih” dan akhirnya menjadikan “meminta sebagai seni untuk hidup. Ini sangat salah. Apapun yang kita terima , dalam bentuk apapun, kita harus mengucapkan terimakasih dan setelah itu harus menjadikan diri kita juga sebagai orang yang memberi dalam bentuk apapun. Jangan sampai kekuatan meminta lebih besar daripada kekuatan memberi. Bila ini terjadi maka hanya soal waktu kita akan terasing ditempat ramai dan dilupakan oleh orang banyak. Ini hukum social. itu sangat keras. Artinya selagi kita pandai berterimakasih maka selama itupula empati orang akan terus berdatangan kepada kita untuk membuat yang sempit menjadi lapang, membuat yang sulit menjadi mudah. KeberhasIlan kita akibat  empati orang lain akan mendatangkan manfaat bagi orang lain lagi, untuk bersama sama saling memberi.

 “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Surah Ibrahim : 7). Rasa syukur adalah wujud rasa terimakasih hambannya kepada Allah. Islam mewajibkan rasa syukur itu dilakukan dengan tiga cara 1) hati, 2) lisan dan 3)anggota badan. Ini harus satu kesatuan. Umunya bila di hati ikhlas, itu akan terungkapkan dengan lisan maka seluruh anggota badan kita akan bergerak untuk berbuat sesuatu agar rasa syukur itu terlaksana. Maka sikap dan perbuatan kita akan selalu bernuansa rasa syukur kepada Allah. Kita akan menjauhi segala larangan Allah. Kita akan menjadi orang yang amanah , jujur , pekerja keras dan ikhlas  berbagi dengan ilmu atau harta atau tenaga bagi orang lain yang membutuhkan. Dengan itu membuat diri kita kuat dan bercahaya melewati jalan kebenaran.  Sebagaimana kata kata bijak Ali Bin Abi Thalib “ Kemurahan hati Allah terhubung ke rasa syukur, dan syukur adalah terkait dengan peningkatan kemurahan-Nya. Kemurahan hati Allah tidak akan berhenti meningkatkan kecuali rasa terima kasih dari hamba berhenti. Jadi ada hubungan antara rasa syukur itu dengan kemurahan hati Allah. Bila Allah telah bermurah hati maka tidak ada urusan didunia ini yang sulit. Semua mudah. Begitulah yang dirasakan oleh manta supir saya.

Sikap ikhsan adalah keseharian kita untuk merendahkan hati  dihadapan Allah dan orang lain dengan pandai berterimakasih; bukan hanya berterimakasih karena pemberian yang menyenangkan tapi juga kepada hal yang tidak mengenakan. Ya, berterimakasihlah kepada orang yang telah melukai hati kita , karena dia telah membuat kita kuat. Berterimakasih lah pada orang yang telah membohongi kita , karena dia telah membuat kita lebih bijaksana. Berterimakasih lah pada orang yang telah membenci kita, karena dia telah mengasah ketegaran kita. Berterimakasih lah pada orang yang mengecewakan kita, karena dia telah melatih kita  untuk lebih ikhlas. Berterimakasih lah pada orang yang menjaga dan mengerti semua keadaan kita, karena disitulah Rahman ALLAH ada bersama kita.

No comments:

Dosa kolektif.

  Kalaulah kerajaan di Nusantara ini tidak membuka pintu kepada Inggris, perancis, pertugal, belanda  untuk datang berniaga, mungkin tidak a...