Wednesday, August 22, 2012

Berjamaah


1 ) Tahukah kamu ( orang ) yang mendustakan agama?( 2) Itulah orang yang menghardik anak yatim, ( 3 ) dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin. ( 4 ) maka celakalah bagi orang yang sholat ( 5 ) ( yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, ( 6 ) orang yang berbuat riya, ( 7) dan enggan ( menolong dengan ) barang yang berguna. ( QS AL Ma’un )***

Tahukah anda bahwa ada cara memberikan pinjaman dengan keuntungan yang pasti. Ini sangat pasti. Yang diberi pinjaman tidak mungkin berkelit. Bunga yang didapatpun lebih dahsyat dibandingkan bila anda mendapatkan keuntungan dari investasi derivative pasar uang. Tapi produk derivative pasar uang lebih banyak kalahnya daripada menangnya. Dan ini pasti menang. Kata teman saya. Saya terkejut apa arah pertanyaan dari teman ini. Mungkinkah ada program investasi seperti itu ? Kemudian dia membaca firman Allah “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (Al-Baqarah [2] ayat 245). Saya terpesona. Ayat itu memberikan dua kemungkinan. Pertama bila memberikan pinjaman kepada Allah maka dijamin pasti untung berganda dan kedua, bila tidak bersedia , maka pasti rugi. Karena Allah lah yang menyempitkan dan melapangkan rezeki kita.  Ketika kita berinvestasi dijalan Allah pada waktu bersamaan kita telah menjadi mujahid untuk menjadi wakil Allah menegakkan keadilan dimuka bimi ini untuk pembebasan mereka yang terantai tangannya akibat kemiskinan.

Wahana untuk berinvestasi dijalan Allah itu , dibentangkan Allah dihadapan kita setiap hari. Ada banyak orang miskin karena berbagai sebab, Ada anak yatim, piatu bertebaran.  Apakah ada cara efektif untuk mengelola investasi dijalan Allah itu menjadi suatu gerakan efektif melahirkan peradaban yang dirahmati Allah. Tanya saya ? ada , jawabnya. Bahwa gerakan itu sudah diajarkan oleh Rasul lewat sholat berjamaah. Ritual Sholat berjamaah ini merupakan ujud kebersamaan dalam seiman untuk mendapatkan ridho Allah. Tak ada yang merasa lebih tinggi dibanding yang lain. Tak ada yang merasa hebat dibandingkan yang lain, Tak penting siapa yang memimpin. Semua ruku dan sujud kepada Allah. Namun ritual sholat ini akan menjadi sia sia dan bahkan Allah mencap orang sholat sebagai orang yang "celaka". Apa pasal ? Karena mereka lalai melalukan spiritual social dalam membantu mereka yang miskin, para yatim, piatu. Dan bagi yang tidak mampu memberi namun tidak mau menganjurkan maka dicap sebagai pendusta agama. Itulah yang dikatakan Allah dalam surat Al Ma’un. Tapi kalau gerakan sholat berjamaah itu dituangkan dalam gerakan berjamaah memberi dan menganjurkan untuk membantu mereka yang miskin , yatim, piatu maka tujuan islam sebagai rahamatan lilalamin tercapai sudah. Itulah nilai islam sesungguhnya.

Sebagaimana sholat memang tidak dilarang sendirian tapi alangkah lebih baiknya dilakukan secara berjamaah, kata teman saya. Begitupula dalam gerakan spiritual social, bagi yang kaya raya tentu tidak salah bila mereka membangun project social atas nama dirinya atau lembaganya  tapi alangkah lebih baiknya bila pembangunan itu dilakukan secara berjamaah. Karena ketika berjamaah, semua yang beriman mendapatkan kesempatan untuk terhindar dari golongan pendusta agama. Tak penting berapa yang bisa mereka berikan untuk kegiatan amal , yang penting adalah nilai kebersamaan, nilai berjamaah berbuat karena Allah , ikhlas karena Allah. Itulah yang penting. Dari kebersamaan ini akan lahir masyarakat yang berempati untuk menjadi kumpulan mujahid dalam menegakkan keadilan kepada mereka yang lemah. Saya teringat dengan pituah ibu saya, bunda mengatakan bahwa gerakan Muhammadiah dan Aisyiah adalah gerakan dakwah untuk mengajak orang dalam satu barisan berjamaah sholat tapi tidak dicap sebagai pendusta Agama oleh Allah.

Makanya berbagai program Muhammadiah dan Aisyiah seperti membangun sekolah untuk orang miskin, panti Asuhan , Klinik dll tak lain adalah wahan investasi dunia akhirat bagi siapa saja yang beriman. Ketika kita mendapaktan proposal dari pengurus pembangun dan  kita ambil bagian dalam pembangunn project social itu  dalam kapasitas kemampuan yang kita berikan, kita sedang menolong diri kita sendiri.  Yakinlah. Majalah America Health edisi Mei 1988 memaparkan hasil penelitian akademis yang menakjubkan tentang adanya hubungan langsung antara memberi dengan kesehatan jiwa maupun raga. Penelitian itu diadakan di Michigan ( AS) yang membuktikan bahwa orang yang tidak pernah beramal jauh lebih banyak penyakit dibandingkan orang yang beramal tanpa mengharapkan imbalan apapun. Artikel ini menguraikan manfaat lain yang didapat dari hasil penelitian itu, bahwa memberi dengan ikhlas meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan kadar kolestrol , memperkuat kerja jantung, mengurangi rasa nyeri didada, dan pasti terhindar dari sifat stress.

Dua tahun lalu ibu saya berniat untuk mendirikan Panti Asuhan khusus untuk putri. Dengan niat karena Allah, lahan investasi bagi orang beriman digelar dengan ditandai menyewa bangunan untuk tempat tinggal panti. Uang sewa dibayar apabila ada dermawan memberikan sadaqah. Sejak itu, kampanye dakwah mengajak orang sholat agar tidak dicap pendusta agama dilakukan lewat proposal, dakwah tatap muka, pendekatan pribadi  dan lain lain. Berjalannya waktu, jumlah anak panti semakin bertambah dan kini , Panti itu bersiap siap untuk keluar dari tempat sewa. Pembangun rumah panti sedang berlangsung setelah tanah wakaf didapat dari hamba Allah. Sehari setelah Lebaran, Bunda mengajak saya untuk melihat pembangun project Panti itu. Dengan wajah berseri dan bersemangat, bunda menceritakan detail pembangun itu. Saya terharu. Dalam usia senja, dalam serba keterbatasan, beliau tetap bersemangat untuk berjuang demi Kalamullah. Tak nampak lelah. Kadang penyakit datang padanya namun lewat begitu saja, tubuhnya tetap tegar dan sehat untuk melangkah, untuk cinta dan kasih sayang, untuk menjadi wakil Allah demi tegaknya keadilan bagi simiskin, yatim lagi piatu.

Akhir kunjungan melihat pembangun itu bunda berkata kepada saya, ketika kita  berbuat dan berkorban dijalan Allah , itu tandanya kita  sedang melaju  dijalan  tanpa hambatan untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Jangan ragu untuk berbuat karena Allah. Hidup ini hanyalah permainansaja. Harta yang kita genggam tak akan bernilai apapun. Ia akan bernilai bagi pribadi kita bila digunakan untuk mencari ridho Allah. Berbagilah, berkorbanlah dijalan Allah, maka kemudahan dan kelapangan hidup didunia maunpun akhirat akan kita dapatkan. Janji Allah pasti. Bagi anda yang berminat untuk ambil bagian dalam pembangunan Panti Asuhan itu , silahkan salurkan melalui rekening Bank Mandiri KCP Tanjung Karang, Bambu Kuning, Rek 114000482432-5 a/n : Husni Dinar. Bagi yang tidak punya kemampuan maka mari berjamaah menganjurkan sahabat , keluarga yang mampu untuk ikut ambil bagian. Ini multilevel marketing cara Allah kepada semua orang beriman. Yang memberi dan menganjurkan sama nilainya disisi Allah.

No comments:

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...