Monday, August 06, 2012

Akhlak Manusia...


Semua tahu bahwa ular itu binatang yang nampak lemah. Mengapa lemah ? karena dia berjalan diatas perutnya. Hampir semua hewan menganggap ular adalah target untuk dimangsa. Namun karena itulah ular dengan mudah mendapatkan mangsanya. Sekali ular melilit mangsanya maka cengkramannya sangat kuat dan mematikan. Bila mangsanya dapat berkelit dari cengkraman lilitannya maka kecepatan patukannya mampu mengeluarkan bisa yang mematikan. Patukannya tidak merobekan kulit seperti harimau mencakar mangsanya tapi sekali mangsanya terkena gigitan , sekecil apapun maka hanya hitungan detik mangsanya akan menemui ajal. Artinya ular menggunakan emosi jahat dari mangsanya untuk dibalasnya dengan kejahatan pula. Hanya ini pakem nya ular. Kejahatan dibalasnya dengan kejahatan. Bila manusia punya sifat membalas kejahatan dengan kejahatan maka dia tak ubahnya dengan ular. Manusia seperti ini  banyak. BIla difitnah dia akan membalas dengan fitnah pula. Bila dirugikan maka dia akan balas untuk merugikan lawannya. Bila dia dizolimi maka dia akan membalas dengan cara yang zolim pula.  Dunia menjadi tidak aman.

Ada juga kelakuan manusia seperti buaya. Semua tahu buaya. Binatang sekelas reptile yang hanya terkesan pendiam dan lamban. Namun sekali bergerak , kecepatan sangat tinggi. Sekali menggigit cengkramannya sangat kuat. Namun ada hal yang unik dari buaya. Bila lapar , mulutnya akan terbuka lebar. Karena aroma mulutnya sangat busuk. Maklum buaya gemar menyimpan potongan mangsanya disela sela giginya dan rahangnya. Tentulah bau. Dari aroma bau ini mengundang lalat untuk datang. Sebetulnya tujuan lalat disediakan Allah untuk kebaikan agar baksil didalam mulutnya dapat bersih. Namun setelah bersih, dengan entengnya buaya menutup cepat mulutnya. Maka semua lalat yang hinggap dimulutnya akan menjadi mangsanya. Apapun yang ada disekitarnya adalah mangsa dan tidak pernah dia pilih pilih. Selagi ada kesempatan untuk memangsa maka akan dimangsanya, termasuk lalat yang kecil dan lemah.Artinya buaya tidak mengenal balas budi. Buaya hanya mementingkan dirinya sendiri. Terkesan jahat dan menakutnya. Itulah sebabnya bila manusia membalas kebaikan dengan kejahatan adalah sama dengan sifat buaya. Pemimpin terpilih karena kerumunan rakyat yang lemah namun setelah terpilih dia melumat rakyat lemah itu lewat aturan dan hukum.

Tapi ada hewan yang bisa membalas kebaikan dengan kebaikan. Ia adalah anjing. Perhatikanlah anjing. Seliar apapun jenis anjing , ia bisa berteman dengan manusia. Selagi manusia merawatnya dengan memberikan makanan cukup, perlindung yang baik maka anjing akan menjadi hewan yang sangat setia, bahkan banyak kita dengar cerita dimana anjing mampu menyelamatkan tuannya dari  mara bahaya. Ada juga anjing yang menghabiskan usianya untuk menanti tuannya yang tak kunjung datang.Begitu tinggi kesetian anjing kepada manusia yang menjadi tuannya, sahabatnya. Itupula sebabnya manusia suka memelihara anjing. Tapi bagaimanapun anjing tetaplah anjing. Apabila kita berniat atau berlaku jahat kepada anjing maka sifat ahlinya sebagai predator akan tampil kepermukaan. Dia predator yang tak kenal takut dan smart melumpuhkan mangsanya. Manusia yang hanya akan berbuat baik apabila menerima kebaikan dari orang lain maka kelakuannya tak ubah dengan anjing. Menjadi penjilat selagi mendapatkan uang dan kesempatan. Tak ada prinsip kecuali menghamba kepada tuanya.

Lantas yang seperti apa sebetulnya manusia berlaku ? apakah seperti ular yang terkesan lemah namun pemangsa yang ditakdir berbuat jahat karena kejahatan pula. Ataukah seperti buaya yang membalas kebaikan dengan kejahatan. Ataukah seperti anjing yang hanya berbuat baik apabila mendapatkan kebaikan. Tentu ketiga sifat ini tidak bisa kita tiru. Ini sifat rendah dan itulah binatang yang memeng makhkluk rendah dbandingkan manusia yang mulia dan tinggi derajatnya, yang dibekali akal dan jiwa yang lembut. Seperti apa karakter yang sepantasnya untuk manusia ? Bacalah firman Allah ini dalam hadith Qudsi Kitab Imam al-Ghazali  

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pengajaran daripada Tuhanmu dan penawar bagi hati. Kenapakah kamu memilih untuk berbuat baik hanya kepada mereka yang berbuat baik kepadamu? Kenapakah kamu memilih untuk bersilaturahim hanya kepada mereka yang bersilaturahim denganmu?  Kenapa kamu memilih untuk berbicara hanya kepada mereka yang berbicara denganmu? Kenapa kamu memilih untuk memberi makan hanya kepada mereka yang memberi makan kepadamu? Kenapa kamu memilih untuk memuliakan hanya kepada mereka yg memuliakanmu. Tidak terlebih baik seseorg itu darapada yang lain. Sesungguhnya org yg beriman kepada Allah  dan Rasul, mereka melakukan kebaikan kepada orang yang jahat kepada mereka, bersilaturahim kepada mereka yg memutuskannya. Memaafkan mereka yang tidak memberi kemaafan kepadanya. Mereka amanah kepada mereka yang mengkhianatinya. Berbicara kapada mereka yang enggan berbicara dengannya. Memuliakan mereka yg menghinanya. Sesungguhnya Aku tersangat mengetahui tentang perbuatan kamu.”

Mungkin kita semua berkerut kening dengan Firman Allah ini. Bagaimana mungkin kejahatan dibalas dengan kebaikan. Bila Allah minta seperti itu tentu Allah akan melengkapinya dengan pertolongan. Inilah firman Allah “  Dan, kalau kamu hendak melakukan pembalasan, balaslah seperti yang mereka lakukan kepadamu. Tetapi, kalau kamu bersabar, maka kesabaranmu itu lebih baik bagimu. Dan hendaklah kamu tabahkan hatimu, karena berpegang kepada pertolongan Allah. Janganlah kamu bersedih hati terhadap perbuatan mereka. Jangan pula engkau bersesak dada terhadap apa yang mereka rencanakan." (QS. Al-Nahl: 126-127). Ya, kalau dengan logika ingin meniru ular, buaya, anjing maka tirulah tapi kita bukan hewan, Mengapa kita harus meniru hewan yang jelas derajatnya lebih rendah dari kita. Memang seharusnya kita berlaku seperti manusia agar planet bumi yang hijau ini menjadi tempat indah dan menentramkan.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...