Sunday, February 05, 2012

Ujian dan keimanan

Mari bertafakkur , demikian kata saya kepada teman dalam chatt board di Malam minggu. Dari mana mulainya. Katanya. Karena sangat sulit bertafakkur dalam situasi urusan yang mencekik dan sang waktu yang tak lagi bersahabat. Saya ingin mambawa kamu dalam sebuah drama. Boleh percaya atau tidak. Tapi camkan saja drama ini, sahabat. Kata saya. Bayangkanlah bahwa kamu adalah hamba Allah yang maha baik akhlaknya. Sangat pemurah dan pemberi kepada siapapun, begitu caramu bersyukur akan nikmat yang diberikan Allah berupa harta. Kaupun begitu gigih berdakwah kepada siapapun , begitu caramu membagi ilmu yang kau dapat. Anak dan istrimu begitu mencintaimu karena begitu baiknya perlakuanmu sebagai ayah dan suami. Kemanapun wajah kau hadapkan , hanya zikir yang terdengar betapa kau sangat mencintai Allah.

Kemudian, sahabatku. Para malaikat Allah memujimu dilangit dan dibumi betapa kau adalah contoh sebaik baiknya hamba, yang hidupmu kau wakafkan untuk menebarkan cinta dan kasih sayang kepada siapapun. Bila kau tak nampak orang akan merindukanmu , bila datang membahagiankan orang lain. Kau hamba yang sholeh dan menjadi teladan betapa sempurnanya manusia hidup dalam akhlak cinta Allah , menjadi bayang bayang Allah.  Yang karenanya Allah diatas sana bangga akan hamba ciptaannya bernama manusia. Itulah kau,sahabatku. Namun , ada makhluk Allah lainnya yang nampak bermurung hati dengan kedekatanmu kepada Allah. Dia adalah Setan laknat Allah.

Dengarlah  kata setan dalam kesedihan dan keresahan berkata kepada Allah “Ya Rabbi, hamba-Mu  sedang menyembah-Mu dan menyucikan-Mu namun, ia menyembah-Mu bukan karena cinta, tapi ia menyembah-Mu karena kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menyembah-Mu sebagai balasan kepada-Mu karena Engkau telah memberinya harta dan anak dan Engkau telah memberinya kekayaan dan kemuliaan. Sebenarnya ia ingin menjaga hartanya, kekayaannya, dan anak-anaknya. Seakan-akan berbagai nikmat yang Engkau karuniakan padanya adalah rahasia dalam ibadahnya. Ia takut kalau-kalau apa yang dimilikinya akan binasa dan hancur. Oleh karena itu, ibadahnya dipenuhi dengan hasrat dan rasa takut. Jadi, di dalamnya bercampur antara rasa takut dan tamak, dan bukan ibadah yang murni karena cinta. Maka Allah mengizinkan setan untuk berbuat apa saja untuk menguji kecintaanmu kepada Allah. Karena satu sebab akibat , kaupun kehilangan harta. Namun kau tetap ikhlas, sambil berkata :

Allah  adalah Penguasa. Dia memberikan kerajaan kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan mencabut kerajaan dari siapa yang dikehendaki-Nya; Dia memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya.". Setan meradang dan semakin gunda gulana dengan keikhlasanmu. Karena alasan sebab akibat, anakmupun meninggal. Sahabatku , kau telah kehilangan harta, anak dan kini yang masih tersisa adalah istrimu yang tetap setia. Dengan itu kau tetap bersyukur dan semakin dekat kepada Allah sambil berkata  "Allah memberi dan Allah mengambil. Maka bagi-Nya pujian saat Dia memberi dan mengambil, saat Dia murka dan ridha, saat Dia mendatangkan manfaat dan mudharat. Kemudian ku pun sujud dan iblis lagi-lagi tampak tercengang dan merasa malu."

Saya mulai larut dalam emosi.Tak sanggup membayangkannya. katanya. Kemudian, sahabatku. Setan masih ingin menguji sampai kau terjatuh dari kecintaanmu kepada Allah. Dan Allah mengizinkan setan untuk berbuat apa saja. Kini setan berbuat dengan membuatmu sakit. Ya sakit yang sehingga membuat orang tak lagi menghormatimu. Kau lumpuh dan tak berdaya. Penyakitmu membuat orang takut untuk mendekat. Kau telah kehilangan kehormatan dihadapan manusia dan dijauhkan. Pada moment ini, istrimupun tak sanggup lagi bersamamu. Tak ada lagi yang bisa diharapkan. Tak berharta, anak telah tiada, penyakit datang menakutkan. orang mengasingkan, istripun pergi. 

Sahabatku…mungkin kau tidak akan sanggup memikul  beban seperti itu. Tak ada satupun makhluk yang sanggup untuk menghadapi cobaan seperti itu. Tapi tahukah kamu, bahwa dalam drama umat manusia, Allah pernah mempertotonkan kepada semua mahkluk tetang kemuliaan manusia yang mampu menghadapi cobaan ketiga hal sekaligus yaitu sakit, kesedihan, dan kesendirian. Dialah Ayub. Nabi Allah yang dikenal sebagai hamba yang paling taat dan sabar hanya karena kecintaan kepada Allah. Rasa takutnya kepada neraka melebihi segala galanya. Rasa kawatir ibadahnya ditolak melebih segala galanya. Rasa rindunya kepada Allah melebihi segala galanya. Rasa cintanya kepada Allah melebihi segala galanya. Maka apapun yang datang akan selalu disikapinya sebagai bentuk caranya beribadah kepada Allah , untuk semakin dekat kepada Allah dalam kesabaran dan keikhlasan tak bertepi.

Saya terdiam. Bro, you make me cry. katanya. Saya tak pantas berkeluh kesah dengan segala masalah dalam kehidupan ini. Lanjutnya. Betapapun kesulitan yang datang , belumlah sebanding dengan derita Nabi Allah Ayub, namun tak henti berzikir dan merasa malu kepada Allah untuk meminta tolong atas deritanya karena merasa nikmat Allah jauh lebih banyak yang telah diterimanya. Saya akhir chatt itu dengan menyebut Subhanallah..thanks my dear friend, katanya menutup board.
***
"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44).

No comments:

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...