Tuesday, November 01, 2011

Jalan meraih cinta...


Sifat manusia bisa baik dan bisa buruk. Iman manusia juga bisa naik , bisa juga turun. Inilah manusia yang serba lemah dan lemah. Namun, kata teman saya bukan berarti seorang muslim yang bergelimang dosa dan maksiat , dia tidak mencintai Allah. Dia hanya tidak mencintai dirinya sendiri. Buktinya ketika prahara datang dia kadang otomatis menyebut nama Allah. Kadang tersungkur dengan airmata berurai memohon ampun kepada Allah. Itu artinya didalam hatinya masih ada cinta kepada sang Pemberi Cinta itu sendiri. Dia yakin seyakinnya bahwa Allah tetap mencintainya dan dia juga mencintai Allah,makanya dia kembali kepada Allah dalam sesal sambil memohon ampunan dari Allah. Dia sadar ketika dia berbuat dosa dia belum memahami hakikat mencintai allah. Bahwa dirinya adalah Amanah dari Allah, maka dia berkewajiban menjaga amanah Allah yang dicintainya itu dengan cara berbuat makrup dan meninggalkan yang munkar. Dia hanya lalai, itu saja urai teman saya.

Ketika seorang sahabat yang miskin datang kepada Rasul dan berkata, ya Rasul bila orang kaya dapat lebih mencintai Allah dengan hartanya. Lantas bagaimana dengan kami yang miskin ini ? Rasul menjawab bahwa mereka dapat melakukannya dengan cara berzikir kepada Allah. Mengingat Allah. Cukup, Itu nilainya sama disisi Allah bila dilakukan dengan ikhlas. Artinya cara mendekati Allah dapat dari jalur mana saja. Yang kaya , dengan hartanya, Yang miskin dengan zikir sebanyak mungkin menyebut kebesaran Allah. Yang berilmu dengan ilmunya mengajarkan kepada siapa saja yang butuh ilmu.  Yang tidak dibenarkan bila apapun perbuatan kita tidak karena kecintaan kepada Allah. Kita larut dengan cinta yang serba bersayarat seperti Kata Allah kepada Nabi Daud “ Jangan terlalu dekat dengan manusia, karena ada dua jenis orang yang menghalangi kehadiran-Ku; orang-orang yang bernafsu untuk mencari imbalan dan kemudian semangatnya mengendor ketika telah mendapatkannya, dan orang-orang yang lebih menyukai pikiran-pikirannya sendiri daripada mengingat-Ku. Tanda-tanda ketidakhadiran-Ku adalah bahwa Aku meninggalkannya sendiri."

Jalan meraih cinta Allah bukanlah jalan yang sulit. Selagi dalam situasi apapun kita berzikir kepada Allah lewat kata dan perbuatan yang seiring sejalan. Kita  akan bersikap tamak terhadap uzlah untuk tujuan ibadah. kita akan terus mendambakan datangnya malam agar bisa berhubungan dengan temannya tanpa halangan. Jika ia lebih menyukai bercakap-cakap di siang hari dan tidur di malam hari daripada uzlah seperti itu, maka cintanya itu tidak sempurna. Karena, jika seseorang memang mencintai, maka ia akan terus mengingat-ngingat; dan jika cintanya itu sempurna, maka ia tidak akan pernah melupakan-Nya. Jika cintanya memang benar-benar kuat, ia akan mencintai semua manusia, karena mereka semua adalah hamba-hamba Allah. Malah cintanya akan melingkupi semua makhluk, karena orang yang mencintai seseorang akan mencintai karya-karya cipta dan tulisan tangannya.

Meskipun demikian, memang mungkin terjadi bahwa sementara kecintaan kepada Allah tidak menempati tempat utama di hati seseorang, kecintaan akan kecintaan kepada Allahlah yang berada di tempat itu, karena cinta adalah sesuatu dan kecintaan akan cinta adalah sesuatu yang lain. Tetapi na'udzu billah, jika di dalam hati seseorang telah tumbuh suatu kecintaan terhadap sesuatu yang bertentangan dengan Allah, maka keadaan kehidupan akhirat akan sama sekali asing baginya. Dan apa-apa yang akan membuat orang lain bahagia akan membuatnya bersedih. Hal ini bisa diterangkan dengan anekdot berikut ini. Seorang manusia pemakan bangkai pergi ke sebuah pasar yang menjual wangi-wangian. Ketika membaui aroma yang wangi ia jatuh pingsan. Orang-orang mengerumuninya dan memercikkan air bunga mawar padanya, lalu mendekatkan misyk (minyak wangi) ke hidungnya; tetapi ia malah menjadi semakin parah. Akhirnya seseorang datang; dia sendiri adalah juga pemakan bangkai. Ia mendekatkan sampah ke hidung orang itu, maka orang itu segera sadar, mendesah penuh kepuasan, "Wah, ini baru benar-benar wangi-wangian!" Demikianlah. Orang yang tidak mencintai Allah, jalan pulang menjadi gelap dan sesatlah dia.

1 comment:

Another princess stories said...

Masya Allah..bagus sekali tulisannya. Menjadi pengingat bagi diri jika jauh dr Allah..merugilah kita. Syukran

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...