Saturday, November 05, 2011

Kedamaian ...

Dalam banyak kesempatan perjalanan diluar negeri. Saya acap terjebak oleh ruang dan waktu untuk melaksanakan sholat. Ketika waktu sholat datang, kebetulan saya sedang berada dirumah teman yang beragama Kristen atau budha. Tak ada satupun diantara mereka yang berkeberatan ketika saya minta izin untuk melaksanakan sholat. Untuk mengetahui arah kiblat, kemanapun saya pergi, selalu kompas berukuran kecil saya bawa. Teman yang beragama Kristen itu mempersilahkan saya keruangan yang bersih yang biasa dia lakukan untuk berdoa. Ketika hendak sholat, saya sempat melirik patung Yesus berukuran kecil , juga tak ketinggalan diodrama photo ketika Yesus di salip. Sholat saya kearah kiblat dan usainya saya berterimakasih kepada teman itu. Pernah juga ketika perjalanan ke Bangkok saya bertamu kerumah teman.Teman ini Beragama katholik dan suaminya bergamga budha. Ketika saya minta izin untuk sholat , dia bersama suaminya dengan ramah mempersilahkan saya untuk sholat dikamar tidurnya yang bersih.

Dalam pergaulan bisnis kebanyakan teman saya bergama Krsten, budha, dan lainnya. Kami tetap saling menjaga hormat satu sama lain. Kadang kami berdiskusi tentang agama namun yang mengemuka adalah soal kemanusiaan , budi pekerti untuk saling mengingatkan hidup damai saling mengasihi, tentu saling memaklumi. Ditengah berita terror yang dilakukan oleh pejuang yang mengaku membawa bendera islam, sebisa mungkin saya katakan kepada teman yang beragama non muslim, bahwa islam tidak pernah membenarkan perbedaan hingga melukai orang yang berbeda agama. Apalagi dalam situasi damai. Dalam sejarah benar , bahwa islam melakukan peperangan diberbagai medan dalam operasi penaklukan. Namun itu dilakukan untuk menegakkan keadilan bagi rakyat yang dizolimi oleh pemimpin yang berhati singa. Dalam perangpun, Rasul menasehati agar tidak membunuh anak anak, tidak membunuh perempuan serta orang tua lemah. Dalam perjalanan ke medan penaklukan, tentara muslim dilarang menebang pohon , ternak. Demikian saya jelaskan kepada sahabat saya bergama lain.

Salah satu teman beragama keristen becerita kepada saya , yang menurutnya cerita ini menjadi popular dikalangan umat krisitian. Betapa tidak. Ini bukan hanya cerita burung tapi didasarkan oleh dokumen otentik yang sampai kini masih tersimpan di Gereja St Catherine's Monastery, Bukit Sinai, Mesir. Dokumen itu merupakan Piagam anugerah yang ditulis oleh Rasul,Muhammad SAW. Surat itu sebetulnya diberikan kepada delegasi Kristen yang datang berkunjung ke Madinah untuk bertemu dengan Rasul ditahun 628 Masehi. Tahukah kamu , kata teman, betapa Muhammad itu pribadi yang agung. Yang sangat menghargai perbedaaan dan lebih mengutamakan perdamaian. Bagi Rasul , nilai perdamaian itu adalah nilai islam yang dikenal sebagai rahmat bagi Alam semesta. Mungkin , sebagian banyak umat islam yang mengagungkan jihad yang bau amis darah , seakan terlupakan hakikat islam yang cinta perdamaian.

Apakah pesan dalam “piagam Anugerah itu? Tanya saya. Inilah isi piagam itu : "Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapa pun yang menganut kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka. Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apa pun yang tidak menyenangkan mereka. Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka. Sekalipun oleh para hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, dari biara mereka. Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apa pun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.

Jika ada yang memgambil hal-hal tersebut maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apa pun yang mereka benci. Tidak ada yang memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang. Umat Islam wajib bertempur untuk mereka. Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa. Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaiki dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka. Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir." Demikian.

Saya terharu karena pemahaman yang selama ini saya yakin tentang kebenaran islam yang cinta damai , ternyata juga dipahami sama oleh umat kristian. Bahwa tidak ada satupun ajaran islam yang membenarkan terror yang sehingga menghilangkan nyawa manusia. Perjuangan syiar Islam adalah perjuangan akhlak. Tidak bisa kemarahan dilawan dengan kemarahan. Tidak ada keadilan dalam keadaan marah. Tidak ada.! Tidak bisa kezoliman dilawan dengan kezoliman pula. BIla niat untuk menegakkan keadilan, maka caranya harus benar dengan bertumpu kepada kebaikan dan mendamaikan bagi semua. Apakah cara ini dinilai tidak efektif untuk merubah keadaan seperti yang kita mau ? oh itu bukan soal efektif atau tidak, tapi soal cara yang diridhoi Allah. Manusia tidak berhak untuk memaksa orang lain berubah atau mengikuti kebenaran illahiah. Itu adalah hak Allah, Tugas kita hanya menyampaikan kebenaran dengan cara cara yang di ridhoi Allah. Demikian.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...