Wednesday, May 20, 2009

Tokoh

Tokoh dapat dilahirkan dari mana saja dan sejarah akan mencatat dengan baik. Tapi sejarah mencatatnya bukan karena dia seorang professional atau orang yang jujur dan sederhana tapi sesuatu yang berbeda dari orang banyak. Dia melangkah berlainan arah untuk menobrak kemapanan. Dia berjuang dan mengambil resiko untuk itu. Dia seorang Visioner dan bukan follower.

Dalam Islam kita dapat meniru teladan lima sahabat Nabi yang menjadi Khalifah setelah nabi wafat. Kelima sahabat nabi ini mempunyai kepribadian tawadhu. Namun dibawah pemimpin yang tawadhu ini ada ketegasan nurani yang tak berkompromi kepada kezoliman. Hasilnya , Islam menguasai seluruh jasirah Arab dan membentang dari barat ketimur dan utara kesalatan. Kekuasaannya meliputi didarat dan dilaut. Aroma kasih sayang menyebar keseluruh dunia untuk lahirnya perdamaian , keadilan, kejujuran dan kebenaran. Mereka tidak dididik ilmu perang , apalagi ilmu ekonomi Modern. Mereka hanya menjadikan Alquran dan Sunah sebagai pijakan untuk bersikap dan berbuat.

Hatta yang berbaiat dalam Islam yang diyakininya, dibesarkan dalam pendidikan ala barat. Ekonom terbaik lulusan universitas terkenal di Belanda. Sikap tawadhu namun istiqamah untuk melawan ketidak adilan dibidang ekonomi membuat segan lawan maupun kawan. Pilihannya adalah Ekonomi yang berpihak kepada kaum miskin. Hatta yang sederhana namun dapat bersikap tegas untuk mengutamakan hati nuraninya dengan berpisah dari Soekarno. Hatta bukanlah orang yang toleran bila soal keyakinannya. Dia mengambil resiko untuk keyakinannya bahwa hanya Allah yang berhak menilai dirinya , bukan orang lain. Tak penting dimana dia harus berada dan resiko apa yang harus dihadapinya.

Didalam pesawat dari surabaya menuju Jakarta. Saya bertemu dengan seseorang yang sangat sederhana. Ketika mata saya beradu dengan seseorang ini , dia tersenyum. Saya tak bersapa apapun dengan dia karena dia tidak mengenal saya. Tapi saya kenal orang ini. Dia adalah menteri keuangan kala itu. Namanya Budiono. Saya terkejut karena sang menteri duduk di ekonomi class. Tidak di business class. Kini , orang ini dicalonkan sebagai Wapres. Faisal Basri dalam blognya khusus menulis tentang sosok pribadi Budiono. Semuanya mengungkapkan tentang kejujuran, kesederhanaan. Sehingga banyak pihak menyamakan soal kesederhanaan Budiono degan Hatta. Memang pribadi Budiono adalah pribadi yang kita nantikan dari seorang pemimpin. Kita rindu akan sosok pemimpin seperti ini.

Apa yang bisa kita catat untuk seorang bernama Budiono ? Dia punya keyakinan bahwa rakyat butuh kerja dan penghasilan. Pemerintah harus dijauhkan dari kewajibanproteksi dan subsidi.. Biarkan mekanisme pasar bekerja untuk memberi dan meminta. Dia berkeyakinan bahwa asing tidak ada kepenting politik kecuali kepenting modal. Menjinakan modal adalah kata kunci untuk mensejahterakan rakyat. Dengan keyakinan itu maka kekuatan modal darimanapun sumbernya harus mendapatkan kebebasan sepenuhnya di Indonesia. Makanya kerjasama dibidang perdagangan dan investasi dilakukan dengan negara negara donor. Semuanya merugikan kekuatan dunia usaha dalam negeri untuk bersaing.. Konsep neoliberal terstrukture lewat UU dan terlaksana secara sistematis.

Fakta membutkikan itu ketika Budiono diberi amanah duduk dijajaran kebinet, dia orang yang sangat toleran dengan nuraninya. Menerima kalah daripada mengalah terhadap tekanan asing untuk menyetujui lelang asset BPPN dengan harga murah demi menutup disifit APBN. Sang President , ibu rumah tangga yang buta ilmu ekonomi , diyakinkannya agar saran IMF diterima untuk melakukan privatisasi BUMN. Diapun menjadi bagian dari kebobrokan system di BI dengan kasus BLBI..

Ketika dia menjadi Menteri Keuangan, UU Perbendaharaan negara dilahirkan, kitapun menjadikan APBN pro financial Market global untuk menutupi difisit anggaran. Liberalisasi sector keuangan dan Pasar Modal disyahkan untuk menjadikan pasar modal dan lembaga keuangan kita menjadi terbuka bagi asing untuk menguasai saham 100% lewat bursa. Ketika dia menjadi Menko Perekonomian era SBY, UU penanaman Modal di syahkan untuk memungkinkan asing masuk disemua sector usaha, yang tak lagi ada perbedaan antara PMA mapun PMDN.

Namun bagaimanapun Budiono tetap sederhana untuk sekedar meyakinkan pada dirinya bahwa I am nothng..just working for my boss. Dia hanya follower ,bukan visioner untuk dicatat sebagai tokoh…namun dialah yang terpilih untuk mendampingi calon president SBY.

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...