Monday, December 19, 2005

Sorga ?

Teman saya sempat melontarkan kata kata yang membuat saya terkejut. Dia mengatakan , andaikan hanya dengan rukum islam dan rukun iman manusia bisa berharap masuk sorga, saya rasa sorga itu murah sekali. Tak sebanding dengan keindahan yang disampaikan oleh Allah dalam Al Quran dan digambarkan oleh Rasul dalam hadith. Teman ini diam sebentar. Dia menunggu reaksi saya. Dia tahu saya terkejut dengan kata katanya. Kemudian dia melanjutkan, Sorga itu teramat mahal dan teramat tinggi. Disana ada singgasana Allah dan disana ada wajah Allah. Andaikan kita terus beribadah seumur hidup dan dihidupkan lima kali,tetap saja kita belum pantas mendapatkan sorga. Lantas , apakah salah bila dengan ibadah kita kemudian kita berharap sorga ? Tanya saya. Dia menjawab dengan tegas, ya tidak salah.Itu hak kita sebagai manusia yang memang tahu ada janji dari Allah soal sorga. Tapi itu sama saja tidak ada malu namanya. !

Tidak ada malu! Oh, ini benar benar menghujam kedada saya. Teman ini berkata soal rasa malu. Jadi apa yang pantas kita lakukan dan kita harapkan. ? Tanya saya. Teman ini diam sebentar. Tak sabar saya ingin mendengar kelanjutannya. Kemudian dia menjelaskan. Tahukah kamu Allah berkata, "Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjid al-Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk; kepada kaum yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (at-Taubah: 19-20).

Disamping rukun Islam dan Rukun Iman , ada pula kelanjutannya yaitu berjihad dijalan Allah. Lantas apakah itu jihad ? apakah bertempur dimedan laga membela panji islam ? tanya saya. Teman ini melanjutkan, jihad itu adalah berbuat karena Allah. Melepaskan segala ”aku” hanya karena untuk Allah. Berjihad itu banyak rupa. Bukan hanya berperang dijalan Allah tapi meliputi segala kegiatan yang bernuasa spiritual sosial. Suatu sikap meninggikan kalimat Allah lewat pengabdian kepada umat dengan menyantuni orang miskin, yatim piatu, mencerahkan orang lupa, menyayangi makhluk bumi dan menaklukan nafsu rendah. Itu semua hanya mungkin dapat kita laksanakan bila kita lengkapi dengan semangat jihad mencari ilmu dan bersyariat dengan benar ( sunatullah ) mencari rezeki Allah.

Dengarlah kisah pada hadith Nabi . "Abu Hurairah r.a. berkata, 'Ada salah seorang sahabat Rasulullah saw yang berjalan di suatu tempat yang memilih sumber mata air kecil, yang airnya tawar, dan dia merasa kagum kepadanya kemudian berkata, 'Amboi, seandainya aku dapat mengucilkan diri dari manusia kemudian tinggal di tempat ini! (Yakni untuk beribadah). Namun, aku tidak akan melakukannya sebelum aku meminta izin terlebih dahulu kepada Rasulullah saw.' Maka Nabi saw bersabda,”Jangan lakukan, karena sesungguhnya keterlibatanmu dalam perjuangan di jalan Allah adalah lebih utama daripada shalat selama tujuh puluh tahun. Tidakkah kamu senang apabila Allah SWT mengampuni dosamu, dan memasukkan kamu ke surga. Berjuanglah di jalan Allah. Barangsiapa yang menyingsinglan lengan baju untuk berjuang di jalan Allah, maka wajib baginya surga.".Begitulah teman ini mencerahkan saya.

Ya benarlah hadith Nabi . "Orang yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah orang yang paling berguna di antara mereka. Dan perbuatan yang paling dicintai oleh Allah ialah kegembiraan yang dimasukkan ke dalam diri orang Muslim, atau menyingkirkan kegelisahan dari diri mereka, atau membayarkan hutangnya,atau menghilangkan rasa laparnya. Dan sungguh aku berjalan bersama saudaraku sesama muslim untuk suatu keperluan (da'wah), adalah lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid selama satu bulan."

Allah telah memberikan arah yang jelas menuju sorgaNya. Nabi pun sudah menuntun kita bagaimana bersikap dan berbuat dengan keagungan pribadinya untuk mencitai umatnya. Berlomba lombalah untuk kebaikan , untuk menebarkan cinta hanya karena Allah.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...