Saturday, December 10, 2005

Ekonomi Pasar

Industri china tumbuh dengan sangat pesat. Pertumbuhan ini mengakibatkan melonjaknya bahan baku industri dipasar dunia seperti Baja, tembaga, aluminium , plastic dan minyak. Umumnya yang diyakini dalam teori ekonomi bahwa kenaikan harga bahan baku akan dibebankan oleh produsen kepada konsumen yang membeli barang jadi. Seharusnya dengan situasi ini , harga barang jadi melonjak dipasar namun tidak terjadi berkat adanya industri china yang mampu menghasilkan produk murah. Harga mobil jatuh dipasar dunia karena pabrik pabrik china menghasilkan suku cadang mobil yang murah. Ketika harga katun melambung ketingkat harga tertinggi dalam tujuh tahun terakhir , harga pakaian yang ada ditoko toko Amerika turun berkat Indusri china. Bahkan hampir semua produk kebutuhan umum jatuh ketingkat terendah dan semua itu adalah pengaruh dari produksi china.

Bagi rakyat amerika , tersedianya barang dengan harga murah dari china adalah berkah ditengah meningkatnya biaya hidup Keadaan ini telah memaksa pesaing pesaing china seperti produsen di AS , Jepan, Korea dan Taiwan berusaha menurunkan harganya. Berdasar data yang dihimpun oleh Bank Central Amerika maka telah terjadi penghematan belanja rakyat amerika sebesar USD 1 triliun setahun akibat pengaruh dari penurunan harga oleh industri china. Ini satu bukti bahwa selama ini para produsen AS, Jepang, Taiwan, korea telah melakukan perampokan besar besaran kepada konsumen Amerika. Mereka menarik laba setinggi tingginya sebagaimana asas ekonomi kapitalis.

Namun apa yang terjadi ketika product china masuk kepasar dengan harga yang sangat murah. ? Para industrialis yang ada di AS lebih dulu berteriak meminta bantuan kepada pemerintah karena produk mereka kalah bersaing dengan china. Pemerintah Bush ditekan oleh lobi lobi politik dari para pengusaha yang dekat dengan senat agar memberkan proteksi dari kekalahan mereka bersaing dengan china. Berbagai kebijakan seperti pemotongan pajak perusahaan dan quota mulai diterapkan terhadap produck china yang masuk kepasar. Namun berbagai proteksi ini tidak pernah membuat china lemah. Mereka tetap saja membanjiri pasar dengan harga yang lebih murah. Apa yang dilakukan oleh pemerintah AS adalah tidak lebih dari kebijakan anti pasar yang selama ini dikampanyekan oleh mereka.

Teman saya yang juga tenaga analis keuangan di AS mengatakan bahwa sudah seharusnya kebijakan ekonomi ditujukan untuk kepentingan konsumen. Bukankah konsep ekonomi kapitalis mengajarkan bahwa dengan menerima pergolakan ekonomi pasar bebas, bangsa bangsa memperoleh kesempatan terbaik untuk meraih kemakmuran. Akan tetapi , kebanyakan dunia kini masih tetap belum teryakinkan tentang kapitalisme yang terpusat pada konsumen. Eropa , Jepang, As , Korea, dan lainnya sebagian besar masih memusatkan kebijakan ekonominya untuk melindungi industri mereka, tenaga kerja mereka , atau keduanya, didepan kepentingan konsumen

Nampaknya kebijakan ekonomi AS adalah kebijakan politik kepentingan para penyumbang dana pemilu president yang sebagian besar adalah industriawan.. Artinya bila kepentingan mereka terganggu maka mereka tidak malu menarik kembali kebijakan itu walau kebijakan itu sudah menjadi kampanye global mereka tentang ekonomi pasar.

Inilah yang harus dipahami oleh kita di Indonesia. Sudah seharusnya tidak perlu kita mendengar atau percaya dengan segala jargon politik AS tentang demokratisasi , pasar bebas dll. Sudah saatnya kita kembali kepada diri kita sendiri dan membangun dengan cara kita sendiri.

No comments:

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...