Friday, June 07, 2024

Profesional dan amatir.

 




Luhut membantah bahwa pengunduran diri Kepala dan Wakil Kepala OIKN sebelumnya akibat masalah lahan di IKN. "Tidak ada itu. Pembebasan lahan itu saya sudah pimpin rapatnya, tinggal dieksekusi saja. Eksekusi saja tidak bisa, ya bagaimana," kata dia. Tentu beda dengan LBP yang terlatih dan terdidik sebagai Militer. Yang sama dengan kasus Lahan Rempang. Main putuskan saja.  Eksekusi begitu aja. Ternyata ribut dan akhirnya ditunda juga tuh proyek.  Saya tidak yakin pak Basuki sebagai pengganti akan manut begitu saja mengeksekusi lahan IKN yang belum tuntas. Pak Basuki itu pejabat karir bukan politisi. Pasti dia tidak akan beda dengan pak Bambang. Kecuali ketua IKN dirangkap oleh Bahlil yang memang politisi.

Gaya kepemimpinan Jokowi setali tiga uang dengan LBP. Cepat dan tegas. Engga ada urusan dengan pihak penghalang. Apakah itu tepat? Engga juga. Kita bangun dan renovasi 34 Bandara di Indonesia agar berkelas internasional. Tidak sedikit dana APBN digelontorkan untuk itu.  Apa hasilnya ? April 2024, 17 bandara terpaksa diturunkan kelasnya jadi bandara domestik. Ada 20 Kawasan Ekonomi Khusus di indonesia. Sudah dibebaskan lahan. Tidak sedikit dana APBN digelontorkan. Yang operasi hanya 9, dan itupun sepi peminat. Yang lain terpaksa dicabut izinnya.


Hasil temuan KPK, 43% ruas jalan tol yang sudah ada  kontrak konsesi sebelum tahun 2015, belum beroperasi penuh dan 64% ruas dengan kontrak konsesi antara 2015 s.d 2022 juga belum beroperasi penuh. Terjadi peningkatan biaya konstruksi sebesar Rp55 triliun atau 33% dari rencana awal. Sebanyak 20  proyek tol dari 56 ruas tol (35,7%) mengalami perpanjangan masa konsesi. Karena tersandera utang bank. Belum lagi terjadi pengalihan saham jalan toll sebelum selesai.. Apa penyebabnya ? Menurut KPK, adalah tidak akuntabelnya perencanaan pembangunan. Alias grasa grusu digoreng oleh pemain rente. 


Jokowi dan ring 1 kekuasaan tidak peduli dengan segala ongkos yang mis management itu, yang berdampak buruk terhadap ekonomi dan sosial masyarakat. Kalau Pak Bambang sebagai kepala IKN mengundurkan diri, itu bukan karena tidak mampu eksekusi tetapi karena tidak mampu melawan hati nuraninya. Ciri khas profesional adalah bukan hanya patuh secara legal tetapi juga moral, etika. Itu yang tidak dipahami oleh Jokowi dan ring 1 kekuasaan termasuk LBP. Ya pak Bambang salah kamar aja..Tetapi selalu ada ruang untuk orang profesional seperti pak Bambang diluar sana.

No comments:

Ambisi yang merusak

  Pada tanggal 17 Desember 2011, Presiden Korea Utara, Kim Jong-il meninggal dunia. Di Korut, Politik Pemujaan terhadap Kim Jong-il sudah bi...