Tuesday, May 31, 2022

Orang lain bersikap karena kita

 





Bagaimana caranya kamu bisa bertahan berumah tangga lebih dari 35 tahun dan bermitra bisnis lebih dari 20 tahun. Selama itu keliatannya baik baik saja. Apa resepnya ? Tanya teman.


“ Resepnya tahu diri aja masing masing” kata saya.


“ Maksudnya?


“ istri saya tidak  bangga dengan cantiknya, yang bisa luntur karena usia. Saya juga tidak bangga karena harta, yang bisa kapan saja habis karena bangkrut. Jadi tidak ada kebanggaan digenggam dan tidak ada yang perlu merasa terintimidasi karena kekurangannya dan merasa superior karena kelebihannya. Yang ada saling melengkapi saja. “


“ Bagaimana bersikap seperti itu?


“Tidak ada hubungan yang sempurna tanpa saling melengkapi. Misal anda berteman. Suatu saat teman cuek dengan  kamu. Kamu kecewa. Anggap teman itu sombong. Tapi kadang kamu lupa untuk jujur kepada diri kamu sendiri sebelum menilai sikap teman itu.  Bisa saja dia capek berteman dengan kamu yang selalu minta ditraktir. Mendengar kamu mengeluh dan akhirnya minta bantuan. Padahal mungkin saja, dia tidak punya uang cukup, tapi dia berkorban traktir dan bantu kamu agar kamu tahu bahwa dia lebih pentingkan teman daripada uang. Tapi kamu tidak tahu diri. Kamu merasa pantas saja perlakukan dia seperti itu.  Nah kalau dia cuek bukan berati dia tidak suka kamu, itu  karena kamu sendiri tidak berusaha memahami dia, kamu hanya peduli diri kamu saja.


Begitu juga. Kalau istri mau berkorban dan patuh, bukan karena statusnya  tetapi karena dia merasa diperlakukan suami dengan baik dan nyaman. Suami juga mau berbuat baik karana istri bisa memahami suami, bukan hanya soal kelebihannya tetapi juga kekurangannya, lingkungannya dan segala galanya. Apa yang didapat istri dan suami itu tak lebih trade off saja. Tanpa trade off, tidak mungkin hubungan bisa sukses. Apapun itu. “ kata saya. 


“ Ya. Itulah yang banyak terjadi. Banyak wanita marasa superior karena dia cantik. Padahal bagi pria, cantik itu ada bandrolnya. Gampang dapat, mudah dibuang. Banyak pria tajir merasa superior dihadapan wanita.Padahal uang tidak bisa membeli loyalitas dan ketulusan. Banyak orang hanya memanfaatkan emosi pertemanan karena berharap sesuatu. Dan bila tidak ada harapan, teman jadi musuh. Padahal engga ada hubungan yang gratis. Kecuali sama orang tua. “ kata teman saya.


“ Paham ya kamu ?

“ Ya paham. Orang memperlakukan kita sebagaimana kita perlakukan  orang lain.”


No comments:

Tahu diri..

  Tahun 1983, saya kalau pulang kerja kadang mampir ke Sarinah. Putri dari bibi saya kerja di Sarinah sebagai Pramuniaga. Saya hanya lewat a...