Wednesday, May 18, 2022

Pride mereka ada pada uang.

 





Wenny , Risa, Yuni, Florence adalah sahabat saya. Mereka juga sehat. Tidak ada penyakit yang mereka tanggung. Walau usia mereka diatas 50 namun phisik mereka masih prima. Kalau jalan orang tidak akan tahu usia mereka sudah diatas 50. Orang pasti menduga usia mereka diatas 40. Padahal mereka kerja dalam tekanan dan sangat rumit karena mengelola sumber daya yang tidak sedikit.


Saya kenal mereka lama. Jadi saya paham mengapa mereka sehat? Apa itu? pride mereka ada pada harta dan kekuasaan. Itu mereka nikmati sekali. Semakin kerja keras dan dibawah tekanan tak terbilang. Semakin mereka euforia. Semakim membuat mereka sehat. Itu juga mungkin sebagai kompensasi dari kegagalan hidup mereka dalam rumah tangga dan cinta. Mereka ingin membangkitkan harga diri mereka lewat kinerja. Bahwa mereka bukan sampah.


Kedekatan mereka secara personal kepada saya, itu hanya cara mereka menjaga rasa aman saja. Dengan rasa aman itu, membuat mereka secure melewati hari hari. Dan karena itu mereka sehat. Jadi walau saya tidak sikapi berlebihan, mereka juga tidak peduli. Karena target mereka bukan saya pribadi, tetapi sumber daya saya. Makanya saya engga perlu baper atas sikap mesra mereka. Kalau saya baper, wah saya bisa jadi keset kaki mereka. Karena mereka itu sangat smart dan pengalaman dalam kegagalan cinta.


Itu sebabnya saya beri mereka harta dan kekuasaan agar mereka efektif mengelola sumber daya saya. Kesetiaan mereka kepada saya bukan karena mencintai saya secara personal, tetapi karena saya bisa delivery kebutuhan dan keinginan mereka. Selagi mereka komit dengan tanggung jawabnya, tentu saya juga komit dengan kompesasi. Kalau mereka gagal, ya mereka juga sadar akan saya tendang. Biasa saja.


Kalau ada pria bilang bahwa wanita kadang aneh dan kadang sulit dipahami, sebenarnya dia sendiri tidak punya kapabilitas mengelola dan mengerti wanita. Mengapa ? Mengelola istri tentu berbeda dengan wanita di luar rumah. Selagi hati kita tidak bercabang, kedekatan dengan wanita lain itu tidak akan membuat perasaan dan pikiran kita error. Kita bisa bedakan istri dan wanita lain. Istri itu cinta. Apapun sikapnya, itulah harga yang harus kita bayar. Dia secure karena effort kita. Istri bukan sumber daya tetapi our soulmate. Tetapi wanita lain? Mereka butuh secure, dan pastikan mereka secure karena effort mereka sendiri. Tidak bergantung kepada kita. Bersikap tegaslah menjadikan mereka hanya sebagai sumber daya saja. Tidak lebih. Dengan itu kita selalu happy dan mereka juga nyaman.



No comments:

Tahu diri..

  Tahun 1983, saya kalau pulang kerja kadang mampir ke Sarinah. Putri dari bibi saya kerja di Sarinah sebagai Pramuniaga. Saya hanya lewat a...