Monday, March 08, 2021

Godaan wanita..

 




Pada tahun 2011 saya sempat kenalan dengan wanita cantik. Dia menawarkan skema window dressing. Dia sanggup bayar saya berapapun. Asalkan saya bisa tutup bolong neraca perusahaan clientnya. Cara dia bicara memang terlibat cerdas. Kalau wanita cantik itu biasa saja. Tapi kalau cantik cerdas, nah itu luar biasa. Engga banyak pria bisa tahan godaan. Sebagai pemain di pasar uang. Saya sudah terlatih bertemu dengan banyak wanita cantik dan cerdas. Saya pemain soal wanita, bukan arranger. Jadi alarm bisnis saya cepat berbunyi. Ketika saya minta agar dia membuka informasi perusahaan yang akan dipoles itu. Dia menolak. Saya cepat lupakan dia.


Pada 2014, Edward Soeryajaya diatur bertemu oleh wanita catik itu bertemu dengan Presdir Dana Pensiun Pertamina, M Helmi Kamal Lubis. Dalam pertemuan itu, wanita itu meminta agar dana Pensiun Pertamina membeli saham SUGI. Singkat kata, kesepakatan bisnis pun terjadi. Helmi sepakat untuk menempatkan dana Dapen Pertamina sebesar Rp 601 miliar untuk membeli saham emiten bersandi SUGI lewat broker PT Millenium Danatama Sekuritas. Wanita ini hebat. Dia pemain. Dia tidak menempatkan diri sebagai Dirut.Tetapi sebagai Komut. Dia sudah siapkan dengan baik. Kalau terjadi apa apa dia bisa salahkan Dirut. Belakangan dia ganti nama perusahaan jadi, PT. Sinergi Millenium Sekuritas.


Tanggal 2 Juni 2017 uang hasil penjualan saham ke Pertamina digunakan untuk bayar utang ke Ortus Holding, Ltd.  PT. SUGI pemegang saham mayoritas adalah Edwar dan pemilik dari Ortus Holding, Ltd adalah juga Edward.  Selanjutnya saham SUGI dibiarkan jatuh. Karena uang penjualan saham sudah pindah ke ortus holding. Jadi modus penipuannya sederhana saja.  Modus seperti PT. Sugih Energy Tbk  ( SUGi)  oleh PT Millenium Danatama Sekuritas juga diterapkan pada PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Kresna Graha Investasi Tbk (KREN), serta PT Hanson International Tbk (MYRX). Kehebatan PT Millenium Danatama Sekuritas bisa atur Dapen Pertamina melanggar  prosedur investasi mencapai Rp1,35 triliun.


Pihak kejaksaan bisa mencium operandi penipuannya. Itu berkat laporan BPK. Akhirnya wanita itu bersama tersangka lain pada tahun 2019 dijerat hukuman. Helmi telah di vonis oleh hakim MA selama 8 Tahun penjara, sedangkan Edward Soeryadjaja divonis selama 15 tahun penjara. Wanita itu sendiri buron. Pada Selasa 02 Maret 2021 pukul 21:30 WIB, Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Kejari Jakarta Pusat berhasil mengamankan terpidana tindak pidana korupsi atas nama Bety di Jalan Kemang 1D No. 15 B Gang Langgar, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Jakarta Pusat.


Lagi para pejabat itu mudah sekali lupa akan amanah ketika ketemu wanita cantik dan pintar. Pria kurang “piknik” dan kurang g gaul,  memang mudah sekali tergoda.


***

Irwandi Yusuf, cerdas dan militan. Kecerdasannya memungkinkan dia mendapat beasiswa ke College of Veterinary Medicine State University (Universitas Negeri Oregon), Amerika Serikat. Semasa muda dia juga aktifis GAM dengan jabatan Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM dari tahun 1998-2001. Pernah di penjara 8 tahun karena  aktifitasnya itu. Setelah reformasi dan pengakuan ACEH sebagai daerah khusus berbasis hukum Syariah, tahun 2007 dia terpilih sebagai Gubernur Aceh dua periode. 


Dukungan kepada Irwandi sangat luar biasa. Pada waktu pelantikan dia sebagai Gubernur yang hadir adalah  Duta Besar Inggris, Duta Besar Kanada, Duta Besar Finlandia, serta Wakil Duta Besar Amerika Serikat, perwakilan lembaga internasional, seperti Bank Dunia dan perwakilan dari Uni Eropa. Tentu juga dihadiri oleh tokoh politik Aceh yang ada di Jakarta seperti sejumlah anggota DPR-RI seperti Ferry Mursidan Baldan, Ahmad Farhan Hamid, serta Nasir Djamil.


Pada 5 juli 2018, di penghujung jabatannya sebagai Gubernur, dia dicokot KPK karena kasus penyalah gunaan dana otonomi daerah. Saat itu saya membayangkan. Betapa kerasnya dia berjuang untuk Aceh Merdeka. Betapa kerasnya dia ingin memakmurkan rakyat Aceh berbasis Syariah. Tapi dia sendiri tidak bisa keras dengan dirinya sendiri.  Ternyata penyebabnya adalah Fenny Setty Burase. Wanita cantik jelita. Bukan istri sah tetapi semacam istri simpanan atau selir. Semua tahu, celah korupsi itu datang dari keistimewaan Fenny dengan Irwandi. 


Di pengadilan Tipikor , Fenny bersaksi  dengan tampa berdosa membongkar borok Irwandi. Sebetulnya bukan hanya Irwandi. Itu juga terjadi pada Gatot Pudjo Nugroho , Gubernur Sumut yang juga kader PKS. Dia yang tadinya sederhana. Penuh bijaksana. Akhirnya tergelincir karena jatuh cinta kepada Evi Susanty dan menjadikan istri keduanya. Memang Evi jauh lebih cantik dan intelek daripada istri pertamanya Sutias Handayani. Namun akhirnya kisah, Gatot dan Evi keduanya pakai jaket orange.


Saya perhatikan, banyak kepala Daerah atau politisi tadinya orang baik dan dicintai rakyat. Setelah mereka berkuasa. Tetap konsisten dengan niatnya. Namun ketika mereka jatuh cinta kepada WIL, cinta itu begitu mudahnya mengubah persepsinya terhadap nilai nilai perjuangan yang sebelumya diperjuangkan dengan penuh konsitensi. Ketika mereka sadar itu adalah salah. Semua sudah terlambat. 


Pesan moral: Ketika anda sukses dalam karir, atau berharta banyak, bukan berarti anda juga sukses menguasai diri anda. Justru itu cobaan terberat semakin berat. Nah istri di rumahlah yang akan setia menjaga anda. Karenanya kebawelannya, kurang cantiknya, janganlah  cepat membuat anda baper sehingga anda melirik WIL. Tetaplah setia. Tetaplah hidup sederhana. Anda akan baik baik saja. Paham ya sayang.

No comments:

Bukan mental Pemenang.

  Tadi diskusi dengan teman aktifis Islam lewat telp. “ Islam sebagai kekuatan dikalahkan oleh kekuatan Sekular. Itu karena bantuan Barat. K...