Monday, March 08, 2021

Deng dan Carter...

 




Pada tanggal 29 Januari 1979, Deng Xiaoping, wakil perdana menteri Tiongkok, bertemu dengan Presiden Jimmy Carter. Ini lawatan pertama kali pejabat tinggi China ke AS sejak perang dingin. Saat itu Deng terkesan dengan sikap Carter yang sangat humanis. Tidak nampak kesan dia sebagai presiden adikuasa. Pemenang perang dunia kedua. Saat itu Carter berpesan yang intinya. “ AS milik dunia. Kemajuan sains dan produktifitas AS adalah pesan bagi terbentuknya tatanan dunia baru yang lebih sejahtera  dan damai. Kerjasama adalah kata kuncinya. Jadilah bagian dari AS. Siapapun yang memahami AS maka dia adalah bagian perubahan dunia yang lebih baik “ 


Setelah itu, bersama-sama mereka menandatangani perjanjian baru yang bersejarah yang membalikkan dekade penentangan AS terhadap Republik Rakyat Tiongkok. Deng kembali ke China. Dia malakukan perjalanan di pesisir timur China. Deng berpidato, “ belajarlah dari AS soal bagaimana berproduksi, berinovasi, dan menghargai sains. Jadilah bagian dari spirit AS untuk China lebih baik. Jangan menengok kebelakang. Liatlah kedepan. Kita harus bangkit dengan nilai nilai China baru. Lupakan dikotomi politik dan suku diantara kalian. Jadilah petarung membela kehormatan untuk keluarga, sahabat dan negara.” (ringkasan dari buku, The Governance of China oleh Xi Jinping)


Setelah pidato itu. Yang pertama kali Deng reformasi adalah sistem pendidikan. Metode hapalah dibuang ke krangjang sampah.  Diganti dengan pemahaman lateral. China mengirim siswa ke luar negeri terutama AS paling banyak di dunia. SDM itulah yang kelak menjadi mesin pertumbuhan China untuk bersaing dikancah dunia. Sekian dekade setelah pidato Deng itu, China memang terbukti bisa bangkit dengan nilai nilai baru. China menjadi terhormat karena kekuatan ekonominya, bukan karena idiologi atau agama. Saat sekarang. Di tengah kemajuan yang spektakuler China dibidang ekonomi dan Sains. China mengundang dunia untuk menjadi bagian dari kemajuan China.


“ Anda yang etnis China, yang mempunyai darah China dimana saja berada harus bangga menjadi bagian dari kemajuan China sekarang. Dan siapa saja yang memahami budaya China, juga adalah bagian dari China”  Itu adalah pesan perdamaian. China tidak hendak mengajak orang pindah warga negara. Tidak hendak menguasai dunia seperti AS. China hanya terinspirasi akan kehebatan Carter memotivasi Deng, dan akhirnya bisa melahirkan sebuah reformasi konprehensif mengantarkan China ke Golden Gate. 


Semua kembali kepada kita. Apakah kita mau belajar di masa kini dari kemajuan orang lain, ataukah kita tetap bebal belajar dari masa lalu kejayaan khilafah , sambil berfantasi.

No comments:

Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...