Monday, March 08, 2021

Dont say goodbye.

 




Di Hong Kong saya bertemu dengan teman wanita. Kami killing time di cafe sambil minum Wine.  Saat itu dia ditegur pria. Dia terkejut. Dia langsung berdiri. Menyalami pria itu. Mereka bicara sebentar dengan senyum ringan tampa beban. Setelah itu pria undur diri kembali ke table nya. Dia cerita bahwa pria yang baru saja menyapanya adalah mantan Pacarnya. Mereka sempat mixed live tetapi akhirnya hubungan itu putus.


“ Mengapa? tanya saya.


“ Apapun yang terjadi pasti ada alasanya. Tetapi itu tidak penting untuk diketahui. Cukup dipahami bahwa perpisahan itu telah terjadi. “  katanya tersenyum. 


“ Paham saya. Tapi apakah dia sampaikan alasan itu. ? 


“ Dia tidak pernah berkata apapun. Ketika saya pulang dari kerja kembali ke Apartmen. Dia sudah  tidak ada. Dia kembalikan kunci apartement.”


“ Berapa lama kalian berhubungan ?


“ 5 tahun.”


“Apakah tidak ada arti hubungan sekian lama itu. Setidaknya sikap respect untuk say good bye..” Kata saya.Dia tersenyum. 


Hong Kong adalah kota kosmopolitan. Kota yang berkembang dari beragam pemikiran dan budaya. Dari sana terkristal menjadi budaya modern, orang dewasa dan mandiri. Sulit menerima bagi budaya kita yang masih tergantung kepada bahasa verbal.  Sulit bagi kita yang setiap perpisahan harus ada say goodbye. Kita merasa sangat dekat dengan seseorang tapi ketika berbeda pendapat kita berbicara seperti orang bicara diatas gunung. Nyaring banget. Kekanak kanakan. Percis waktu kita Balita. Semua harus ada tangisan kalau keinginan tidak terpenuhi. 


Padahal dalam hidup ini komunikasi orang dewasa tidak melulu menggunakan bahasa verbal. Komunikasi non verbal juga sama kuatnya. Apalagi bagi orang yang sudah menjalin hubungan sekian lama. Tidak diperlukan lagi bahasa verbal. “ Tidak mengungkapkan adalah ungkapan itu sendiri. “ Diantara mereka sudah terbentuk komunikasi batin. Untuk mudah saling memaklumi dan memaafkan. Yang jadi masalah apabila hubungan itu masih bersifat berusaha memiliki. Maka perpisahan adalah menyakitkan. Seperti Balita kehilangan mainannya. Apapun alasan tidak penting lagi. Pasti tetap menyakitkan.


Dalam hidup ini apapun terjadi pasti untuk sebuah alasan. Orang bisa saja berubah kapanpun dan mereka pergi meninggalkan anda. Biarkan itu terjadi. Saat dia pergi, andapun akan berubah kearah yang mungkin lebih baik. Itu hanya bisa dimaknai bila anda hanya berfocus kepada hidup anda sendiri. Itu bukan antara anda dengan orang lain tetapi antara anda dengan Tuhan. Jadi biasa saja. Engga usah dibuat baper seakan harus seperti yang anda mau.  


Kunci bersikap dewasa dalam hidup ini, hanya satu. Jangan pernah merasa memiliki apapun. Hidup di dunia ini fana. Tidak ada yang abadi. Sadarilah itu. Maka anda akan bahagia. Menjadi orang merdeka lahir batin.  Dont say goodbye. Karena kita hanya berpisah dalam jarak phisk, namun hati kita tetap bersama. Paham ya sayang.


No comments:

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...