Tuesday, March 24, 2020

Covid-19 sebuah misteri di AS.



Ketika Wuhan mulai di serang wabah Covid-19 pada bulan Desember 2019, pemerintah AS mengambil tindakan yang tidak memadai untuk menghentikan penyebaran virus. Hanya sebatas melarang orang asing dari Tiongkok masuk, tetapi secara tidak konsisten membiarkan orang Amerika dari luar negeri masuk tanpa perlu dikarantina. Ketika anggota Parlemen dari Demokrat menanyakan upaya Trump mengantisipasi penyebaran Covid 19, Trump menjawab sambil tertawa “ itu tipuan baru ( china)”. Akibat sikap Trumps itu terjadi polarisasi di masyarakat dalam memahami informasi dan pencegahan seputar Covid 19. Sebagian masyarakat Amerika anggap enteng Covid 19. 

Seharusnya sebagai negara Super Power, penyebaran COVID-19 tidak perlu seluas sekarang. Nah kalau sampai terjadi meluas maka itu adalah bencana. Bukan hanya bencana atas adanya COVID-19 tetapi juga bencana karena sistem kekuasaan yang korup. Mengapa ? bencana wabah ini terjadi akibat kelambatan pemerintah AS mengantisipasi penyebaran virus. Sementara respons awal sangat tidak efektik dan tidak terkoordinir dengan baik antar institusi. Ketika dapat berita dari Negara Bagian Washington mengkonfirmasi bahwa seorang pria yang berada di Life Care Center di luar Seattle telah meninggal, itu tanggal 29 Februari merupakan kematian pertama Amerika secara resmi dikaitkan dengan Covid-19. CDC tidak melakukan tindakan cepat dan sistematis. Test secara luas dilakukan dengan terlambat sekali dan tidak terkoordinasi dengan FDA. CDC hanya menyetujui Test bagi mereka yang pernah melakukan perjalanan keluar negeri setelah desember 2019. Padahal penyebaran virus sudah terjadi. Akibatnya tidak bisa dihindari, penyebaran terjadi meluas. 

Makanya Anda tidak perlu terkejut bila sampai sekarang Amerika tidak punya data yang valid seperti China, yang tahu pasti kapan Covid19 itu datang dan berapa banyak penyebarannya. Kalau berdasarkan CDC AS, terjadinya pada bulan Februari dimana ada 15 orang dinyatakan positif. Benarkah?. Ahli virologi Trevor Bedford telah menemukan bukti bahwa coronavirus mulai menyebar di Amerika Serikat pada bulan Januari. Ia telah menginfeksi sekitar 87.000 orang Amerika. Nah mana yang benar.  Dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan peningkatan kapasitas test, otoritas menemukan fakta bahwa lebih dari 17.000 orang dinyatakan positif. Itu data formal. Tetapi senyatanya bisa lebih banyak dari itu. Mengapa ?

Proses menghadapi perang Wabah Covid19, benar benar kacau. Tidak ada tracing data target yang kemungkinan terpapar, dan tidak tahu tingkat keparahan dari Wabah tersebut. Semua hanya ada kepanikan tanpa tindakan terukur. Karena itu  para  gubernur negara bagian tidak bisa membuat rencana detail menghadapi wabah corona itu, untuk disampaikan kepada pejabat federal. Apa yang terjadi? kepanikan karena alat kesehatan seperti ventilator  yang sangat penting bagi pasien covid19 tidak cukup tersedia di RS. Tempat tidur kurang. Bahkan masker pun jadi langka di pasar.  Setiap hari terlambat melakukan test, setiap hari orang terinfeksi meningkat dua kali lipat. Seandainya Amerika bisa meniru China, mungkin berapa banyak orang bisa diselamatkan. 

Apa yang terjadi pada China berbeda dengan di AS. Apa itu?. AS tidak tahu darimana asal muasalnya Virus itu. Dan bagaimana turunan dari virus corina itu. Berbeda dengan China yang hanya seminggu sudah mengetahui turunan gen dari Virus itu. Ini hal yang sangat aneh bagi AS yang dikenal punya banyak ahli dan Lab virologi dan penyakit menular. Sehingga para pejabat tidak tahu seberapa parah wabah ini dan seberapa besar penyebarannya. Dan bagaimana sebetulnya cara penyebarannya? Kalau hal itu tidak diketahui, maka tidak ada harapan bagaimana cara mengatasinya. Demikian kesimpulan dari Nahid Bhadelia, direktur medis Unit Patogen Khusus di Fakultas Kedokteran Universitas Boston,

Padahal kalau merujuk pada postingan Trevor Bedford di Blog 484,   ilmuwan di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, di Seattle, pada akhir  Januari, seharusnya membuat orang Amerika terkejut dan terguncang. Apa pasal? Bedford adalah salah satu pakar AS bidang evolusi dan infeksi virus.  Menurutnya, genom virus seperti lingkaran pohon.  Itu memberikan petunjuk dari mana virus berasal dan berapa kali itu ditularkan dari orang ke orang.  Bedford menulis itu setelah ia mempelajari urutan genetik dari coronavirus baru yang telah diposting oleh para peneliti Cina. Pada 11 Januari, enam sudah dalam catatan, yang memungkinkan dia untuk merekonstruksi hubungan antara strain individu. Meskipun WHO  bersikeras bahwa coronavirus baru ini memiliki "penularan terbatas dari manusia ke manusia," genom tersebut mengatakan kepada Bedford sebaliknya. Apa pun virus ini, ia curiga virus itu dapat menyebar dengan mudah di antara orang asing, seperti flu biasa.

Enam hari kemudian, ketika sepasang pelancong di Thailand datang dengan penyakit yang sama, dan para peneliti menerbitkan genom virus yang telah menginfeksi mereka, kekawatiran terburuk Bedford terkonfirmasi. Epidemi sudah dimulai. Virus corona baru telah menjadi wabah secara global. "As this became clear to me, I spent the week of Jan 20 alerting every public health official I know," tulis Bedford bulan itu. Pada tanggal 23 Januari, pemerintah Cina, yang telah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk berusaha menutupi virus, beraksi. Pemerintah China me lockdown kota Wuhan dan pada pertengahan Februari telah membatasi pergerakan 700 juta orang. Pada 24 Januari, CDC mengumumkan telah mengembangkan tes untuk penyakit ini. FDA tidak meresponse.

Pada akhir Januari, ketika Bedford mulai memperingatkan para pejabat kesehatan masyarakat, malah menurut Trumps, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “semua aman dan terkendali," kata Presiden Donald Trump di Davos. “Ini satu orang yang datang dari Tiongkok, dan kami bisa mengendalikannya. Ini akan baik-baik saja. " Padahal sebelumnya pada tanggal 15 januari, seseorang yang terinfeksi coronavirus tiba di daerah Seattle, penelitian Bedford nantinya terbukti. Virus mulai menyebar secara diam-diam di wilayah tersebut. Dan itu tidak akan terdeteksi selama enam minggu. Virus ini bersembunyi secara efektif dan berlipat ganda dengan cepat, tetapi membunuh dengan lambat dan menyakitkan. Dan membunuh dengan sangat efektif ketika perawatan medis tidak tersedia. Hal ini membuat coronavirus menjadi bencana serius bagi sistem  rumah sakit Amerika, yang setelah beberapa dekade pengembangannya hanya memiliki sedikit kapasitas tempat tidur dan peralatan.

Ketergantungan pemerintah federal pada data CDC tentang tingkat keparahan wabah menjadi penghambat untuk mengatasinya. Bahkan setelah peringatan Bedford, pemerintah tidak mempublikasikan studi tentang mutasi virus. Kekosongan memaksa para gebenur dan walikota untuk bertindak atas dasar risiko, bukan informasi yang solid. Bagaimana mungkin seorang walikota menutup kotanya jika hanya ada 10 kasus yang pasti? ada yang seenaknya memberikan izin keramaian seperti pertandingan Seattle Sounders pada 7 Maret.  AS kehilangan banyak waktu untuk bergerak cepat. Dan mereka sekarang harus mengurangi jam kerja karena social distancing,  rumah sakit yang kewalahan, orang tua mati, dan ekonomi hancur.

Tanpa kepemimpinan federal yang kuat, setiap negara bagian akan mencari solusi sendiri dan menjalankan dengan caranya sendiri, seolah-olah penduduknya baik baik saja. Terlepas dari meningkatnya jumlah kasus dan rawat inap, Presiden Trump mencoba menggunakan taktik retoris populis untuk melawan virus, dan dengan demikian, mendorong orang Amerika untuk mengabaikan peringatan yang sah dan mengerikan. Sekarang, meskipun Trump telah mulai memobilisasi respons terhadap pandemi, semua sudah terlambat. Memang mengerikan bagi AS… 

Seminggu yang lalu, dalam jumpa pers di Gedung Putih, seorang reporter NBC bertanya kepada Trump prihal penyebaran COVID-19 di AS.

 “ Apakah anda bertanggung jawab atas keterlambatan mengantisipasi ini”  

“Tidak. Saya tidak bertanggung jawab sama sekali. “ Jawaban Trump tenang tanpa bersalah apapun. 

Bahkan Trumps menuduh virus itu sengaja disebarkan oleh China dan menuduh Rusia sengaja menciptakan kepanikan di AS. Sebuah studi yang diterbitkan minggu ini oleh Imperial College London memperkirakan bahwa kecuali tindakan agresif diambil, virus corona dapat membunuh 2,2 juta orang Amerika dalam beberapa bulan mendatang. Padahal banyak peneliti virus, seperti halnya, Helen Y. Chu, seorang spesialis penyakit menular di Universitas Washington. Ia berusaha mempelajari sifat virus tersebut di lab. Agar bisa membantu pemerintah mengatasi wabah COVID-19. Namun selalu terkendala oleh CDC. Kalaupun ada peneliti yang sudah dapat izin dari CDC, pada akhirnya mereka akan dilumpuhkan oleh FDA. Jadi memang entah sengaja atau tidak, ada upaya untuk menjadikan virus corona itu sebuah misteri, yang hanya diketahui oleh segelintir otoritas di FDA dan CDC. Mengapa ? tanyalah pada rumput yang bergoyang...***

Covid 19, Rusia.
Sejauh ini di Rusia baru ada 307 kasus infeksi coronavirus yang dilaporkan dan hanya satu kematian per 22 Maret 2020. Apa yang dilakukan Rusia untuk menghadang virus yang datang dari China ini? Seperti dilaporkan oleh Russia Beyond, Rusia telah membatasi lalu lintas udara dengan Eropa dan Asia secara drastis. Sementara, warga Rusia yang kembali ke Tanah Air setelah berlibur langsung diisolasi di rumah selama 14 hari. Pada Kamis (12/3), Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan, “ancaman penyebaran corona di Rusia bisa diminimalisasi,” karena pemerintah mengambil langkah-langkah pencegahan tepat pada waktunya.

Tapi banyak pihak meragukan jumlah korban yang dilaporkan oleh Pemerintah Putin. Sama keraguan mereka kepada Indonesia. Namun kalau kita tahu latar belakang Putin, yang mantan agent KGB—agent rahasia yang paling canggih melawan CIA—, maka sangat mudah memahami jalan pikiran Putin untuk menghadapi Virus Corona ini. Apa itu?. Membatasi informasi dan menyelesaikan secara inteligent. Kehebatan Rusia sampai sekarang ada pada institusi inteligent yang sangat kuat. Rusia tentu punya data lengkap mengapa Virus ini jadi wabah dan darimana asalnya dan siapa yang jadi target. Itu sebabnya ketika Wabah virus corona melanda Wuhan, hanya berselang beberapa hari, Rusia langsung menutup perbatasan dengan China. Bukan itu saja, juga menutup perbatasan dengan Iran.

Kemudian, aparat inteligent langsung tracing data imigrasi. Secara diam diam mereka yang kena tracing, diambil dan diperiksa. Kecanggihan test virus Rusia paling oke. Dengan cepat Rusia bisa mengisolasi faktor penyebar dari luar. Untuk memastikan jangkauan penyebaran sedikit mungkin “ Tinggal di rumah selama 14 hari atau penjara 5 tahun.” itu kata Putin. Semua rakyat Rusia tahu kalau Putin ngomong itu serius. Engga becanda. Engga ada satupun rakyat Rusia berani ngeyel. Pihak inteligent Rusia juga bergerak cepat kepada seluruh saluran media, dan membungkam mereka yang berpotensi menimbulkan kepanikan. Virus corona adalah satu hal yang harus diperangi, tetapi virus kepanikan jauh lebih buruk dampaknya bagi eksistensi bangsa dan negara.

Rusia bukan negara pecundang. Dari awal mereka sudah menempatkan posisi berhadapan head to head dengan AS. Kini Trumps stress. Karena rakyat AS panik. Putin tersenyum. Putin pernah berkata” Apapun yang ada dalam kepala Amerika dan apa saja yang dilakukan Amerika, Rusia pasti tahu. Tidak ada yang bisa Amerika sembunyikan. Serangan dalam bentuk apapun kepada Rusia, pasti akan dibalas dengan cara lebih keras"

No comments:

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...