Monday, December 01, 2014

Pemimpin Islami...

Mingggu lalu saya ngobrol santai di cafe dengan teman yang kebetulan dia adalah Walikota. Banyak sekali penghargaan dari dalam dan luar negeri atas suksesnya menjalankan berbagai program di daerahnya. Tapi tidak banyak diliput oleh media. Baru bulan ini dia kedatangan wartawan Tempo yang meminta wawancara khusus. Sebelumnya  wartawan itu telah mengelilingi kotanya dan mewawancarai rakyatnya secara langsung. Edisi Tempo bulan depan, Malajah Tempo akan menampilkan profil tentang kesuksesannya selama memimpin. Apa kuncinya dia bisa sukses ? Memimpin di Indonesia itu tidak sulit. Karena rakyat indonesia itu sebagian besar muslim yang mudah diarahkan. Benar apa katanya. Komunitas Islam itulah yang membuat Indonesia kuat. Bahwa didalam diri setiap orang islam ada iman. Mereka semua diingatkan oleh Allah bahwa setiap laki  laki adalam pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawabnya nanti diakhirat. Mereka tidak pernah tergantung kepada siapapun kecuali kepada Allah.Ketika mereka memilih pemimpin maka urusannya selesai. Selanjutnya mereka akan melewati hidupnya dengan amal sholeh. Amal bagaimana dia mampu memimpin dirinya sendiri, keluarganya, tetangganya serta lingkungannya. Soal pemimpin zolim atau amanah, itu juga mereka percaya bahwa pemimpin bertanggung jawab kepada Allah. Setiap orang menanggung dosanya masing masing dan setiap orang mendapatkan pahala masing masing disisi Tuhannya.

Memang tidak semua orang yang mengaku beragama islam punya kesadaran Tauhid yang tinggi. Banyak juga yang men Tuhankan sesuatu selain Allah. Inilah yang sulit namun dengan akhlak yang baik setiap orang bisa menjadi penakluk orang yang lemah Tauhidnya. Seperti halnya para Birokrat  tidak semuanya bermental islami.Sebagian besar mental feodal masih ada. Harap maklum karena ini sudah cacat dari niat ketika mereka ingin jadi PNS. Ingin hidup aman tanpa resiko, ya kemapanan. Anda bisa bayangkan , kata teman saya yang walikota itu , gimana sulitnya mengajak birokrat dan Parlemen untuk berhemat, jujur, amanah, kerja keras, jangan menunda pekerjaan. Mereka sangat terlatih dan cerdas membuat excuse dan membuat analisa situasi bahwa semua baik baik saja. Tidak usah kawatir, itu kata mereka kepada pimpinan. Mereka sangat pandai menyenangkan hati atasannya namun kepada rakyat mereka menindas. Karena inipula banyak pemimpin setelah terpiliih tidak bernbuat apa apa tapi merasa telah berbuat banyak. Pemimpin seperti ini telah terjebak dan menjadi korban brengseknya birokrasi yang berlindung dari data statisik ( but lie). Bagaimana dengan DPRD? Sebagian besar anggota DPRD berasal dari Patron ditengah masyarakat. Mereka terbiasa dihormati dan dilayani karena ke patronannya. Jadi masih ada mental feodal,, sama dengan PNS.

Makanya untuk menghadapi birokrat dan politisi diparlemen tidak bisa dengan data dan argumentasi. Kita pasti kalah, katanya. Caranya adalah turun ketengah tengah masyarakat. Berdialogh dengan rakyat. Jangan pernah berjarak dengan rakyat. Kita harus merebut hati rakyat lewat kehadiran nyata bukan retorika. Semakin kita dekat kepada rakyat semakin luas pemahaman kita tentang kebutuhan rakyat dan kendalanya. Orang arab berkata bahwa menguasai masalah berarti telah menyelesaikan setengah dari masalah itu sendiri. Artinya semakin mudah kita mendapatkan solusi. Tentu kedekatan kita kepada rakyat membuat kita semakin punya pengaruh  secara moral untuk memaksa birokrat dan DPRD bekerja amanah untuk rakyat. Bagaimana caranya dekat kepada rakyat? Tanya saja. Caranya adalah bersikap sederhana. Sikap sederhana adalah  sifat rendah hati yang merupakan salah satu ciri pribadi ihsan. Bukan hanya soal penampilan pakaian yang sederhana tapi kesediaan untuk berbaur dan larut ditengah rakyatnya dari semua golongan, akrab lahir batin. Setiap pemimpin harus meninggalkan baju feodalnya, meninggalkan baju menjajahnya. Yang dikenakan hanyalah baju pelayan rakyat. Dari itulah program untuk rakyat dapat terlaksana. Karena pasti mendapat dukungan dari rakyat.

Saya meliat teman ini seakan meihat cahaya terang dimasa depan. Dia anak muda yang taat beragama . Hafid Al Quran, fasih berbahasa inggeris, lulusan universitas terbaik di  negeri ini. Namun tidak membuat dia ekslusif.  Kali pertama bertemu  saya tidak tahu bahwa dia kader partai yang memperjuangkan syariah Islam. Karena selama bergaul jarang dia berbicara tentang partainya. Dia bersikap bagaimana membuat orang lain nyaman. Sangat islami. Sehingga orang berbeda agama maupun paham merasa nyaman dekat dengan dia. Pemimpin dapat lahir dari mana saja karena Allah berjanji akan menyerahkan kekuasaan kepada orang shaleh, orang yang paling banyak amal sholehnya (QS. 24:55). Teman ini sebagaimana Presiden Jokowi , Emil, Di Bandung, Tri di Surabaya dan Nurdin Abdullah di Bantaeng adalah orang yang telah mewakafkan hidupnya kepada Allah, melalui jalan pengabdian kepada orang banyak. Dengan akhlak mereka berdakwah ; Mereka melakukan kebaikan kepada orang yang jahat kepada mereka, bersilaturahim kepada mereka yang memutuskannya. Memaafkan mereka yang tidak memberi kemaafan kepadanya. Mereka amanah kepada mereka yang mengkhianatinya. Berbicara kapada mereka yang enggan berbicara dengannya. Memuliakan mereka yang menghinanya... 

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...