Tuesday, November 05, 2013

PNS dan kemandirian

Tepatnya 18 maret 1978, Deng Xiaoping mengundang seluruh intelektual datang ke Aula Besar Rakyat. Yang hadir totalnya 5.585 delegasi yang berasal dari seluruh penjuru China. Mereka adalah guru, dokter, penulis, pakar ilmu pengetahuan dan juga 117 pimpinan institute riset. Sebetulnya untuk beberapa tahun orang orang ini dianggap sebagai “ orang yang ditinggalkan oleh kelompok lama “ dan juga dikenal sebagai “ orang yang belum direformasi”. Mao Zedong menyebut mereka sebagai “ bulu pada selimut “. Mereka bertahan hidup ditengah kritikan dan kerja paksa, penderitaan, dan hinaan. Bahkan banyak diatara mereka yang meninggal dunia dikamp kerja paksa di saat Revolusi Kebudayaan. Dalam pertemuan itu mereka mendengarkan dengan seksama kata kata Deng Xiaoping “ Intelektual adalah bagian dari kelompok yang sukses. Mereka yang bekerja dengan otak adalah bagian dari mereka yang bekerja dengan benar." Deng berkeinginan agar PNS terdidik dalam system birokrasi sudah saatnya diberi kebebasan berkreasi sesuai dengan potensinya dan tidak lagi menjadi beban APBN. Mereka tidak diberhentikan sebagai PNS namun mereka tidak lagi menerima gaji. Para kaum terdidik yang menjadi elite dan birokrat harus menjadi pioner kemandirian bangsa.

Tahun 1984 kebijakan reformasi birokrasi dilaksanakan, terjadi perubahan besar besaran di China. Bersamaan dengan itu Reformasi ekonomi pun  dilaksanakan yang berakibat terjadi reorientasi kebijakan yang lebih demokratis. Akibatnya banyak kegiatan pemerintah yang menelan biaya tanpa tujuan yang tidak jelas , terpaksa harus dihentikan , termasuk memenggal  lebih dari separuh belanja rutin pegawai, juga banyak BUMN/BUMD yang rendah PSO nya dan menguras anggaran nasional , ditutup.  Selanjutnya china akan mengalihkan anggarannya bagi penyediaan infrastructure ekonomi dan Pendidikan yang ketika itu lebih diperlukan bagi kelangsungan reformasi ekonomi china. Bagi PNS  terdidik , perubahan di China yang terjadi memang memberikan tekanan yang luar biasa akan masa depan mereka. Ketika awalnya mereka dihadapkan oleh pilihan yang sulit. Hidup ini memang memberikan banyak pilihan. Namun hanya ada tiga pilihan bagi para PNS  china yaitu pertama adalah berusaha beradabtasi dengan lingkungan tanpa ada keberanin untuk merubahnya kecuali meradang dalam keluhan yang tiada habisnya. Pilihan kedua adalah melawan pemerintah dengan menggalang kerjasama dengan orang orang yang ingin perubahan. Pilihan ketiga adalah berusaha beradaptasi dengan keadaan sambil berjuang untuk perubahan, tidak lewat politik tapi lewat dunia kewiraswastaan. Akhirnya mereka menetapkan pada pilihan ketiga karena itulah yang sesuai dengan budaya china, yaitu perubahan dalam damai. Bagi mereka negara tidak akan pernah besar oleh rakyat yang mengeluh dan miskin berbuat.  

Keadaan ini menjadi tantangan bagi impian mereka untuk menjadikan china sebagai bangsa besar yang tidak hanya piawai dalam berdagang tetapi juga dalam penguasaan tekhnologi. Ini sangat diperlukan bagi lompatan china jauh kedepan. Para kaum terdidik  PNS yang tak bergaji itu  mengambil tanggung jawab biaya operasional dengan zero cost dari pemerintah, asalkan mereka diberi  kebebasan menggunakan fasilitas milik negara.  Mereka  juga menyetujui bila mereka juga harus membayar pajak dan biaya sewa peralatan yang mereka gunakan serta tetap menjadi bagian dari Negara. Dengan itu semua tidak ada artinya bila dibandingkan dengan berkah kebebasan berkreasi yang diberikan negara kepada mereka.Lambat namun pasti , dengan kecerdasan dan keuletaan menyikapi kebijakan pembaharuan China , maka sebagian besar PNS tersebut telah bermetamorfosis menjadi businessman  yang disegani dan menjadi  entrepreneur yang handal ,menghasilkan product high technology yang mampu bersaing dan menjadikan china raksasa dibibang industri Electronica, computer, High technology. Sebagaimana Liu Chuanzhi yang tadinya PNS di  institute science yang sukses mendirikan Lianxiang group ( lenovo) ,dan belakangan berhasil mengabil alih raksasa business computer kelas dunia (IBM ). Hanya dibutuhkan waktu 20 tahun sejak berdirinya Lianxiang untuk mampu mengabil alih perusahaan yang menjadi kebanggaan bagi bangsa Amerika.

Mereka bukan hanya menjadi  pionir dalam bidang bisnis tapi juga terlibat langsung sebagai mentor PNS yang berpendidikan rendah dalam mengembangkan Usaha berskala kecil  agar mereka bisa ambil bagian dalam pembangunan ekonomi china.  Sampai dengan tahun 1998 lebih kurang 50 juta PNS mengundurkan diri setelah mereka mandiri sebagai enterprenuer . Tahun 1998 China sukses menggelar  E-government secara national sehingga tingkat pertumbuhan kebutuhan PNS semakin kecil karena hampir semua kegiatan administrasi pemerintahan dilakukan secara database system dan script less  Para mantan PNS  itu sekarang dapat berbangga karena mereka telah melewati proses sejarah china untuk menjadi hero bagi bangsa dan negara. Mereka menghargai kata Deng Xiaoping ditahun 1978 tentang keberadaan mereka. Kini china tampil tidak hanya sebagai negara pedagang dan industri perakitan tapi telah menjelma menjadi negara maju diabad 21 dengan dukungan anggara riset raksasa. Ya bila orang kaya berbagi maka nilainya terukur namun bila orang pintar berbagi dengan ilmunya dan berkorban untuk kepentingan orang banyak maka hasilnya hanyalah kebaikan untuk semua. 

Bagaimana dengan kaum terdidik  Indonesia yang PNS ?

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...