Tuesday, July 02, 2013

Masa depan PKS ?

Ada cerita, ini kisah nyata tahun 80an. Seseorang diseret oleh warga penghuni komplek perumahan kekantor polisi karena kepergok ada diatas genteng rumah orang dimalam hari. Walau tidak ada barang bukti ditangan bahwa dia mencuri namun sudah cukup alasan bagi orang ramai dia adalah pencuri. Setidaknya dia patut diduga melakukan pencurian. Patut diduga saja sudah cukup membuat orang pesakitan. Begitulah hokum dinegeri ini. Dihadapan polisi, tersangka mengakui bahwa benar dia ada diatas genteng rumah orang dimalam hari dan terpaksa mengakui patut diduga itu. Namun apa yang terjadi dipangadilan? Ditangan seorang pengacara yang idealis, tersangka ini bebas murni. Mengapa ? Ada satu pertanyaan dari terdakwa kepada hakim dan hakim tidak bisa menjawabnya, apa bukti bahwa dia mencuri? Karena ini dakwaan mencuri maka harus ada bukti barang curian. Tanpa bukti barang curian maka dakwaan itu batal demi hokum. Kesaksian tanpa bukti justru membatalkan kesaksian itu sendiri. Jaksa gagal menyediakan barang bukti dihadapan hakim karena memang belum terjadi pencurian. Satu satunya bukti kesalahan tersangka hingga patut diduga mencuri adalah dia berada diatas atap rumah orang dimalam hari. Tapi logika realita bukanlah logika hukum untuk menjadikan seoran terpidana. Ada falsafah hukum yang hampir semua mahasiswa fakultas hukum diwajibkan untuk menghapal Azas Indubio Proreo  “Lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah”.Artinya Lebih baik membebaskan orang yang diragukan bersalah daripada terlanjur menghukum orang tidak bersalah. Prinsip hukum ini sudah ada sejak zaman Nabi.

Apa yang menimpa LHI tidak jauh beda dengan kisah tersebut diatas. Kesalahan LHI hanya satu yaitu terbukti bahwa dia berteman baik dengan Fathanah sang pecundang. Tapi karena itupula dia terjebak dalam perangkap kekuasan KPK yang bisa menjadikan seorang terpidana hanya karena "patut diduga".  Apakah kasus ini dipolitisir? Seorang teman yang bekerja sebagai tenaga periset pada perusahaan dibidang strategic consulting mengatakan bahwa ada grand design untuk meng eliminate PKS dari medan perpolitikan di Indonesia. Menurutnya dia pernah diminta advice oleh salah seorang pejabat tinggi tentang cara efektif menghadapi PKS. Dia merekomendasikan agar PKS tidak dihadapi dengan cara politik kotor atau politik tekanan. Mengapa ? karena PKS adalah partai Idiologi. Partai ini berdiri karena sebuah ide yang berbasis kepada Agama. Partai seperti ini tidak pernah bisa dihancurkan oleh kekuatan dari luar kecuali mereka akan hancur oleh perpecahan internalnya sendiri. Rekayasa apapun dari luar untuk menghancurkan PKS justru semakin membuat mereka merapatkan barisan. Citra buruk PKS yang sengaja dihembuskan tiada hentinya oleh media massa bagaikan hilang ditelan angin. Mau bukti? Setelah LHI tertangkap, PKS tetab berhasil memenangkan Pilkada Jawa Barat dan kemudian Sumetera Utara. Terakhir berhasil mendukung kader professional independent sebagai walikota Bandung. Artinya masyaraka tidak dengan begitu saja percaya dengan berita media massa dan akhirnya meninggalkan PKS. Seharusnya ini jadi bahan pelajaran bagi partai lain , terutama partai penguasa.

Memang bagi partai yang tidak punya basis idiologi , yang hanya tumbuh dan berkembang berkat pencitraan media massa, sangat yakin bahwa cara menghadapi partai lain adalah dengan mendesign propaganda negative untuk melahirkan citra buruk terhadap lawan politik. Ini biasa terjadi di Amerika dan memang efekfif. Apalagi didukung oleh team kampanye yang menerapkan konsep marketing mix untuk menjaring audience disemua segment. Tapi untuk PKS, dari awalnya partai ini tidak tumbuh berkat pencitraan media massa. Tidak tumbuh berkat patron. Tidak tumbuh berkat primodial. Lebih daripada itu, PKS tidak megenal kader dadakan seperti partai lain yang lansung bisa menjadikan newcomer sebagai  petinggi partai. Tidak. Partai ini tumbuh karena ide dan menanamkan ide itu lewat pengkaderan yang ketat. Setiap kader punya tanggung jawab membangun komunitas ide disetiap lapisan masyarakat. Ini program door to door layaknya Multilevel marketing yang berkesinambungan tanpa terputus. Satu contoh, setiap kader PKS harus memiliki halaqoh atau anggota pengajian beranggotakan 18-20 orang. Kegiatan ini harus rutin diadakan atau tidak angat angat tahi ayam. Kita bisa bayangkan betapa dahsyatnya kekuatan kader PKS sebagai mesin partai.

Lantas apa yang membuat kader itu mau saja berbuat atas arahan para petinggi partai? Tanya saya. Para kader itu merasa berjuang untuk sesuatu yang hebat secara apokaliptik. Mereka merasa bahwa berjuang dengan tujuan yang pasti yaitu membuat hidup mereka bermakna dan juga akan memberikan arti bagi kematian mereka. Mereka menyadari bahwa mereka akan menghadapi rintangan yang luar biasa dan bertahan menghadapi kesulitan besar, jika mereka berpikir bahwa usaha itu akan memberi makna bagi kehidupan mereka. PKS berhasil mendefinisikan cara hidup Islam untuk membangun komunitas khusus dengan tujuan mengubah dunia. Banyak agama berkata kepada pengikutnya' Dunia ini korup, tetapi engkau dapat menghindarinya. Islam berkata kepada pengikutinya " Dunia ini korup, tetapi engkau dapat mengubahnya". Hubungan dengan komunitasnya dilakukan secara terorganisir dan sistematis melalui agenda : tilawah (mengaji), tadabur ayat Alquran (mengkaji), kemudian ada tausyiah (nasihat) tentang perkembangan politik nasional dari perspektif Islam dan banyak lagi kegiatan.   Menurut teman saya bahwa salah satu lembaga survey di Singapore mendapat tugas dari Lembaga riset bidang Pertahanan Regional. Hasil survey ini tidak dipublikasikan kepada public. Ini hanya untuk konsumsi terbatas khusus untuk riset pertahanan Singapore saja. Apa hasilnya? Tanya saya penasaran. Teman itu hanya menegaskan bahwa pengaruh PKS dari tahun ketahun semakin significant diakar rumput.  Karenanya survey ini menyimpulkan bahwa Pemilu yang akan datang PKS akan masuk 3 besar.  

Mungkinkah ini konspirasi global ? Apakah Negara lain  tidak nyaman bila PKS punya pengaruh significant terhadap perpolitikan di Indonesia? Tanya saya. Teman ini yang memang ahli dibidang strategy mengatakan bahwa Potensi Indonesia sangat besar. Disamping letaknya yang stretegis , juga Indonesia punya kekayaan SDA yang besar. Letak georaphis dan SDA adalah dua hal yang sangat strategis bagi masa depan Indonesia. Kelompok kapitalis bersama neoliberal tidak menginginkan ada kekuatan idiologi yang bisa melindungi Indonesia dari neocolonialism. Mengapa ?  PKS itu  socialis religious yang pasti menentang praktek kapitalisme dan neoliberal. Tentu kalaupun kapitalisme diterima diranah Indonesia oleh PKS maka itu harus untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat, dan bukan untuk kepentingan modal semata. Inilah yang sangat sulit bagi kapitalisme yang tak ingin ada kekuatan lain selain uang. Kedepan PKS akan menghadapi masa masa yang berat karena musuhnya adalah kelompok yang menguasai modal , media massa, dan  jaringan negara kapitalis diseluruh dunia. Memang sudah seharusnya PKS itu partai kader yang militan, yang tahu beratnya perjuangan dan yakin Allah akan menolongnya ( Muhammad 47:7) . Ya, masa depan PKS ada pada kadernya yang cinta kepada Allah, bukan cinta kepada harta dan kekuasaan.

No comments:

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...