Tuesday, June 12, 2012

Al Quran



Dulu semasa Rasul masih hidup, kebudayaan besar bangsa telah ada lebih dulu. Romawi dan Parsi berada di sekeliling semenanjung Arab, baik di utara maupun di selatan. Ditambah lagi agama Yahudi dan Nasrani yang telah ada di tengah-tengah semenanjung itu sejak berapa lama. Berbagai ilmu pengetahuan dari kebudayaan tersebut berkembang pesat.  Pada saat itu peradaban Yunani (Greek), ilmu mantiknya, falsafah dan keseniannya telah dikenal luas. Begitu juga peradaban Parsi, keseniannya, sajaknya, syair dan dongengnya, kepercayaan dan sistem perundangannya, serta peradaban lain.  DIsamping itu kebudayaan China dan India juga telah exist. Harap dimaklum sebagian besar pengetahuan tersebut sampai kini masih dipelajari. Umumnya komunitas Arab ketika itu adalah pedagang yang sering keluar negeri. Dari interaksi dengan komunitas luar itu tentu  ikut pula mempengaruhi prilaku banga Arab. Ditengah situasi seperti inilah Rasul harus berjuang merubah prilaku mereka menjadi sesuai dengan tuntunan Allah. Jadi bukanlah hal yang mudah. Apalagi Rasul dikenal sebagai anak yatim piatu dan buta hurup.

Project social yang dibangun oleh Rasul lewat perbaikan Akhlak bangsa Arab yang ada di Madinah dan Makkah memang tidak berjalan dengan mulus karena lewat budaya yang sudah exist telah terbentuk road block yang tak mudah ditembus. Lantas bagaimana sampai bisa merubah road block yang sudah ada tersebut?  Dalam istilah marketing sekarang dikenal apa yang disebut dengan istilah Positioning. Rasul focus dengan apa yang disampaikan oleh Allah. Rasul tidak perduli orang mendebat dengan segala macam cara termasuk menggunakan tesis pengetahuan seperti paham nasrani dan yahudi. TIdak peduli bila orang pintar yang ada di Makkah mencoba mendebatnya dengan pengetahuan berasal dari Persia dan Yunani. Menurut cerita pernah Umar bin Al-Khattab R.A, memegang sehelai kitab Taurat. Melihat keadaan ini beliau pun bersabda: “Demi Allah sekiranya Nabi Musa masih hidup bersama-sama kamu sekarang ini, tidak halal baginya melainkan mesti mengikut ajaranku. Beliau tetap pada pendiriannya walau dianggap oleh sebagian orang ketika itu bahwa beliau tukang sihir dan pembohong.

Berjalannya waktu, sikap konsistensi terhadap positioning apa yang diajarkan oleh Allah itu membuahkan hasil. Orang percaya atas kebenaran yang disampaikan beliau bukan hanya karena apa yang dikatakannya tapi lebih daripada itu adalah akhlak mulia yang diteladankan beliau memang menentramkan bagi siapa saja. Rasul berkata jangan ada lagi perbudakan, sayangi hamba sahaya kalian, dan rasul membebaskan Bilal sebagai hamba sahaya dan menjadikannya bagian dari keluarganya. Rasul berkata sayangi keluarga kalian dan rasul menjaga kehormatan Istrinya dengan cara pergaulan yang santun penuh kasih sayang. Jangan menipu, dan rasul membuktikan itu dalam berdagang yang dikenal sebagai orang yang jujur ( al Amin ).  Bersikap sabarlah kalian dan Rasul membuktikan itu terhadap segala cobaan yang datang. Bersikap santunlah kalian, dan Rasul membuktikannya kepada lawan maupun kawan dan segala prilaku rasul adalah dakwah yang menjadi inspirasi orang untuk belajar dan mengikutinya. Allah sebagai creator  Rasul dan memastikan keagungan pribadi Rasul sebagai  messenger ( QS 33:21 dan QS.68:4)

Itulah yang membuat langkah kecil di kota Makkah, sepatah kata tentang Allah akhirnya meluas menjadi sebuah inspirasi untuk terbangunnya  satu komunitas baru yang sangat berbeda dengan komunitas yang sudah exist. Lewat project social politik di Madinnah yang  kamunitasnya hidup dalam kasih sayang, penuh tolerant, musyawarah, hormat menghormati dalam semangat gotong royong senasip sepenanggungan menimbulkan inspirasi bagi banyak orang , bahkan sampai keluar negeri. Karena berita kehebatan Komunitas itu disebarkan oleh para pedagang yang berkunjung ke Madinnah.Itu sebabnya China di zaman DInasti Tang meminta agar Madinah mengirim guru untuk memperkenalkan Islam di China. Rasul menyanggupinya dengan mengirim sahabatnya ke China. Dan ketika Zaman Khalifah Utsman bin Affan, Kaisar mengirim  pelajarnya datang ke Madinah untuk belajar tentang Islam dan setelah itu , Islam diperkenalkan luas di China , khususnya wilayah barat China. Ini sebagai fakta bahwa perluasan ajaran Islam lebih disebabkan oleh keagungan akhlak komunitas pertama Islam yang langsung dibawah binaan Rasul dan Allah.

Apakah yang membedakan antara generasi semasa Rasul masih hidup dengan umat yang hidup di era kita sekarang ? Yang pasti generasi semasa Rasul mendapatkan pembelajaran tentang kehidupan ini langsung dari Allah. Semasa Rasul , AL Quran belum dbukukan dan disusun secara teratur.   Ketika mereka bertanya kepada Rasul tentang sesuatu hal, dan Rasul tidak bisa menjawabnya karena belum ada petunjuk dari Allah , maka Allah akan memberitahu jawabannya. Singkatnya dialogh pembelajaran terjadi secara intensip antara Rasul dan Umatnya dengan Allah sebagai pendidik langsung. Rasul berhasil menjadikan generasi pertama Islam itu yang berjiwa dan berakhlak Al Quran. Mereka komunitas kecil namun cahayanya memancar keseluruh dunia dan menjadikan Islam sebagai jalan hidup bagi seluruh umat manusia. Generasi itu telah lewat dengan sejarah yang penuh inspirasi untuk kita tiru. Memang mereka hebat dari segi apapun namun bukan berarti kita tidak bisa menirunya. Konsep Neoro Linguistic Programming ( penyusunan bahasa syaraf ) menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai susunan syaraf yang sama. Artinya segala sesuatu yang orang lain dapat lakukan , kita juga bisa melakukannya. Jejak langkah yang patut kita tiru itu kini dapat kita pelajari melalui kitab Mulia dan Hadith.

Semua firman Allah telah dibukukan dalam bentuk AL Quran dan Sunnah rasul juga sudah dibukukan. Keduanya ada ditangan kita. Hanya diri Rasulullah SAW saja yang tidak lagi bersama kita sekarang. Inikah rahasia perbedaan antara generasi sahabat dengan generasi kita saat ini? Allah SWT telah memberikan jaminan untuk memelihara Al-Quran, dan telah mengetahui bahwa dakwah ini harus terus tegak selepas zaman Rasulullah SAW. Setelah membuahkan hasil yang baik; lalu diwafatkan-Nya Rasulullah SAW setelah 23 tahun beliau menjalankan tugas dakwah dan menyampaikan tugas kenabian. Allah SWT akan tetap memelihara agamaNya ini hingga ke hari kiamat. Dengan demikian, maka ketiadaan diri Rasulullah SAW itu tidak boleh dijadikan jawaban atas kegagalan dakwah di zaman ini. Yang harus kita lakukan kini adalah meniru cara Rasul dimana focus pada positioning yaitu Al Quran. Jangan melihat selain Al Quran. Jangan jadikan pegangang bersikap dan berbuat selain Al Quran. Apalagi berkiblat kepada sekularisme yang serba pragmatis. Semua prilaku kita harus berdasarkan AL Quran. Nilai nilai AL Quran harus  hidup dalam kehidupan sosial politik, ekonomi dan budaya.  Hanya dengan cara itu kita akan besar sebesar generasi pertama Islam dan menjadi cahaya untuk lahirnya komunitas yang dirahmati Allah.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...