Sunday, May 20, 2012

Front Pembela Islam ( FPI)


Mengapa Front Pembela Islam begitu perkasa? Hingga nampak Negara tidak berdaya menghadapinya. Itulah pertanyaan yang kadang datang ke saya. Saya juga nampak bertanya tanya. Apa penyebab. Apalagi President pernah berkata dengan geram “ Negara tidak boleh dikalahkan oleh Ormas”. Kata kata presiden itu membuat saya tambah bingung. Karena kalau melihat tentara yang begitu banyak, polisi yang berlapis, rasanya tidak mungkin FPI begitu perkasanya.  Pertanyaan itu terjawabkan sedikit ketika saya bertemu dengan teman yang juga punya bisnis sebagai rekanan TNI. Tentu teman ini punya akses ke ring satu TNI. Teman ini mengatakan bahwa keberadaan FPI adalah bagian dari strategy TNI untuk menjaga pondasi bangsa dan Negara. TNI tidak ada hubungannya dengan FPI namun sengaja dilakukan pembiaran. Sikap TNI ini juga diaminin oleh Polisi.

Apa hubungannya pondasi Negara dengan FPI, tanya saya. Menurut yang dia ketahui ada satu platform dalam system Pertahanan keamanan Nasional Rakyat Semesta tentang segitiga pertahanan. Yaitu TNI, Birokrat dan Islam. Ketiga hal ini telah dibuktikan oleh sejarah sebagai pengawal Negara kesatuan Indonesia.  Politik boleh berganti kiblat, Pemimpin boleh berganti namun keberadaan islam tetap dipertahankan sebagai salah satu pilar kekuatan bangsa Indonesia. Ada banyak Partai yang membawa bendera Islam. Ada banyak ormas Islam. Tapi mengapa hanya FPI yang dijadikan strategy. Tanya saya. Menurutnya lagi bahwa memang ada banyak Partai dan ormas Islam namun ketika mereka masuk kewilayah politik maka mereka bukan lagi sebagai kekuatan riel membentengi Negara kesatuan. Mereka tak ubahnya dengan lainnya menjadi kunang kunang mengejar cahaya kekuasaan, yang lebih banyak terlibat dalam politik pragmatis.

Jadi apa sebetulnya yang diperjuangkan oleh FPI ? tanya saya karena masih belum tahu pasti susbstansi perlunya FPI itu. Teman ini tersenyum karena dihadapanya adalah saya yang inginkan jawaban kongkrit dan bukan jawaban ngambang. Dia mengatakan yang diperjuangkan FPI adalah amar makruf nahi munkar. Mereka memperjuangkan dengan keras tentang kebaikan dan memberantas segala kemunkaran yang disebabkan oleh sikap kompromi politik. Hanya saja mereka tidak masuk wilayah pembrantasan munkar yang berkaitan dengan politik, seperti Korupsi.  Mereka tidak terlibat perjuangan menegakkan Negara islam. Ini wilayah politik dan sengaja dihindari oleh FPI. Mereka sadar sudah banyak ormas dan Parai islam yang bekerja soal ini. Namun apabila karena politik pragmatis terjadi upaya sistematis melemahkan islam dalam bentuk penistaan agama, pornographi, pornoaksi dan lain sebagainya maka FPI akan digaris depan melawan.

Pada tahap ini saya baru bisa maklum. Ada benang merahnya dukungan TNI /Polisi terhadap FPI.  Saya tersenyum karena sedikit tercerahkan. Dalam system demokrasi saat ini, satu satunya yang membuat elite politik tidak bisa bebas semaunya mengelola politik adalah adanya barisan umat islam yang tak ingin diajak bebas bila sampai sendi ajaran agama diselewengkan karena tujuan politik. Dan itulah peran FPI. Memang pelacuran tidak bisa dibrantas sebagaimana keberadaan Iblis namun keberadaan prostitusi yang di create by design lewat kebijakan public akan merusak kekuatan agama. Memang tak dilarang orang bebas bersikap dalam  beragama, namun kebebasan by design lewat kebijakan public itulah yang merusak aqidah agama. Dan karena itulah FPI ada. Kalau dalam operasionalnya ternyata FPI melakukan tindakan melawan hukum (missal anarkis ). Tanya saya. Ya,  mereka akan berhadapan dengan pedang hukum. FPI sadar itu dan menerima resiko karenanya.Jawab teman saya itu dengan santai.

Saya tidak tahu apakah teman ini benar dengan informasinya bahwa TNI dan Polisi ada dibalik FPI namun setidaknya saya bisa memaklumi bahwa walau setelah reformasi ada angin kebebasan namun kebebasan itu dicermati oleh TNI/Polisi dengan  cerdas berdasarkan platform system Pertahanan Keamanan Nasional Rakyat Semesta. Ya walau system itu tidak lagi exisit namun tetap abadi didalam setiap tubuh prajurit. Para pejabat TNI/Polisi kini yang ada diatas tidak datang dengan sendirinya. Mereka ada berkat didikan para seniornya dan mereka dididik dengan baik bagaimana menjaga stabilitas Negara kesatuan dari segala pengaruh kebebasan dan globalisasi, yang salah satu caranya membiarkan FPI dan mengawasinya.

2 comments:

Mas Niam said...

Dewasa ini, istilah dan makna angkatan rakyat semesta semakin pudar pak. Justru yang tampil bukan membela negara, tapi kepentingan kelompok di tengah masyarakat.

Aksi anarkis, tawuran, contohnya.

Unknown said...

Wajarlah namanga amar ma,rup nahyilmunkar kalau susah di belangin dengan lembut yah itulah yg terakhir caranga ...

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...