Saturday, June 21, 2008

Sholat

Anugerah Allah itu adalah Sholat. Demikian yang disampaikan oleh teman saya ketika kami usai sholat berjamaah di basement salah satu hotel berbintang. Shalat adalah keistimewaan yang dianugerahkan Allah kepada Rasulullah SAW dan umatnya. Demikian istimewanya, hingga proses turunnya perintah shalat diawali dengan peristiwa Isra Mi'raj. Allah SWT langsung"mengundang" Rasulullah SAW ke langit. Nilai strategis dan keistimewaan shalat sudah tidak terbantahkan lagi. Shalat adalah amalan pertama yang diwajibkan atas Rasulullah SAW. Shalat adalah tiang yang menyangga bangunan Islam. Shalat adalah pembeda atau pemisah antara seorang Muslim dan kafir. Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab. Shalat adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Shalat adalah penggugur dosa. Shalat datangnya pertolongan Allah.

Shalat pun menjadi saat istimewa bagi seorang hamba, karena ia bisa berhadapan langsung dengan Rabb-nya. Penelitian ilmiah pun menunjukkan bahwa shalat memiliki segudang manfaat dari sudut kesehatan. Termasuk kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan, juga menangkal datangnya penyakit-penyakit fisik,selain tentunya menangkal penyakit rohani. Saat seorang hamba menunaikan shalat, dan shalatnya dilakukan dengan khusyuk dan tuma'ninah, ia pun berpeluang mendapatkan pengalaman rohani tertinggi (peak experience) dan bangkitnya kesadaran yang lebih tinggi (altered states of conciousness).Tidak berlebihan bila shalat dikatakan sebagai mi'raj-nya orang beriman. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak adaTuhan (yang hak) selain Aku; maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingatku." (QS Thaha [20]: 14). Melihat kenyataan ini, seharusnya kita memaknai shalat bukan sebagai beban, tapi sebagai kebutuhan. Layaknya kita membutuhkan air,udara,atau makanan, seperti itulah shalat dibutuhkan.

Dari buku Menjemput Maut: Bekal Perjalanan Menuju Allah SWT karya Dr Quraish Shihab (Lentera Hati, 2002). Menceritakan bagaimana Umar Bin Khatap akan kecintaan dan perhatian beliau terhadap shalat.Baginya, tiada yang terindah dalam hidup selain menghadap AllahSWT. Dunia begitu kecil di hadapannya. Dikisahkan bahwa pada suatu wktu yang bersejarah ketika beliau melakukan sholat subuh berjamaah dimasjid. Saat mengucapkan takbiratul ikhram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abulu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan kebawah pusar beliau. Darahpun menyembur. Namun, Khalifah yang berjuluk "SingaPadang Pasir" ini tidak bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat. Padahal waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ia ambruk juga.Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikannya sebagai imam. Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar bin Khathab. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah. Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup,tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat!" Lalu yang hadir semua mengucapkan shalat ."Beliau langsung tersadar, "Shalat? Kalau demikian di sanalah Allah.Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan shalat."Maka beliau melaksanakan shalat dengan darah bercucuran. Subhanallah!

Dalam keseharian kita, sholat haruslah menjadi satu satunya cara untuk mengupdate kepribadian kita setiap waktu. Agar kita disadarkan untuk selalu menjaga keseimbangan dalam meniti jalan yang lurus didunia ini, ditengah begitu banyaknya godaan dan kemaksiatan disekitar kita. Cara sholat yang berjamaah, bacaannya, geraknya, jadwalnya, semuanya berspektrum terhadap social , budaya, intelektualitas. Ritual Sholat adalah repliksi sejati kasih sayang ALlah kepada umat Muhammad SAW yang diharapkan menjadi manusia unggul ;berdisiplin dan bermoral untuk rahmat bagi alam semesta. Sholatlah…

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...