Friday, March 03, 2006

Meninggalkan Sholat ?

Tak pernah hilang dari ingatan saya ketika dulu waktu saya pergi merantau ke Jakarta, ibu saya berpesan “ jangan tinggalkan sholat dalam situasi apapun. Ingat, kita orang miskin dan kamu pergi tanpa bekal apapun kecuali ongkos untuk pergi. Selagi kamu sholat, selama itupula kamu dalam lindungan Allah dan Allah akan menjaga kamu.”. Mengapa ibu saya berkata seperti itu ? karena keyakinannya tentang hubungan manusia dengan Allah adalah melalui sholat. Dengan itu ibu saya tidak perlu lagi kawatir tentang saya. Lewat sholat , lanjut ibu saya, kamu terjaga dari segala fitnah dunia. Andai derita dan lapar yang kamu temui maka itu disertai oleh pertolongan Allah. Andai senang yang kamu dapat, itupun disertai oleh pertolongan Allah. Susah maupun senang adalah baik untuk kamu karena Allah selalu bersama mu. Setelah saya sampai dirantau, setiap bulan ibu saya selalu mengirim surat dan selalu diakhir suratnya berpesan ” Nak , jangan tinggal sholat.”

Iman manusia kadang tergelincir dalam kubangan dosa, namun selagi sholat terjaga dengan tertip maka selama itupula kita pasti akan kembali kepada jalan yang lurus. Dosa adalah bagian dari manusia dan kecintaan Allah juga adalah bagi dari penciptaan manusia. Karenanya hubungan antara manusia dengan Allah , melalui sholat untuk memastikan Cinta Allah sampai kepada manusia. Ibarat hubungan listrik, maka sholat adalah penghantar arus untuk menghubungkan energi listrik dengan lampu. Bila tidak ada penghantar arus listrik maka energi listrik tidak akan sampai kelampu. Pangkal semua urusan agama adalah Islam, dan tiangnya adalah solat, dan puncak tertingginya adalah jihad. (Hadis riwayat Imam al-Tirmidzi no: 2541). Ya, sholat adalah tiang agama. Bila sholat tidak ada maka runtuhlah agama itu pada diri manusia. Tentu terputuslah hubungan manusia dengan Allah. Tentu pula rahmat Allah akan menjauh.

Begitu pentingnya ibadah solat di sisi Islam. Yang pertama kali ditanya ketika di akhirat pada waktu di hisap nanti adalah perkara Sholat. Sebaik apapun amalah kebaikan hubungan antar manusia akan sia sia. Amalan itu terbakar hangus atau tidak dipandang sebagai sebuah kebaikan oleh Allah. Bahkan menurut hadith Nabi bahwa orang yang dengan sengaja meninggalkan sholat tanpa merasa bersalah, maka dia digolongkan kafir dan keluar dari Islam. Jadi dapat dibayangkan berapa banyak orang yang mengaku islam namun sebetulnya secara hukum Islam , mereka sudah tidak lagi Islam karena dengan seenak nya meninggalkan sholat. Padahal setiap kali kita mengerjakan sholat, niscaya rahmat Allah akan turun kepada kita dari langit sampai ke bumi, sementara para malaikat akan mengitarinya, satu malaikat berkata: ‘Apabila orang yang bersembahyang ini mengetahui betapa banyaknya kebaikan, rahmat, berkah serta pahala dalam sholat, niscaya dia tidak akan pernah meninggalkannya. Subhanallah.

Beginilah uraian Rasul tentang nikmat Allah yang kita terima bila kita melakukan sholat , “Ketika seorang hamba menghadap kiblat lalu mengerjakan shalat dengan niat yang tulus karena Allah dan mengucap Takbir, niscaya ia akan terbebas dari dosa sebagaimana anak yang baru terlahir ke dunia. Apabila membaca Fatihah dan ayat Al Quran maka seakan-akan ia telah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Apabila ia rukuk dan bertasbih kepada Allah, seakan-akan ia telah bersedekah emas seberat badannya, dan seakan-akan ia telah membaca seluruh Al-Qur’an. Apabila ia mengucapkan ‘Sami Allahu liman hamidah’ niscaya Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepada orang tersebut. Apabila ia bersujud dan bertasbih kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan kepadanya pahala para Nabi. Apabila ia membaca tasyahhud, niscaya Allah akan memberinya pahala orang-orang yang bersabar. Ketika ia mengucapkan salam dan selesai mengerjakan sholatnya niscaya Allah akan membukakan untuknya pintu-pintu surga, dan ia akan memasuki pintu-pintu tersebut tanpa dihisab terlebih dahulu.”

Benarlah, sholat adalah kunci emas untuk masuk ke sorga dan kebahagiaan didunia. Betapa meruginya manusia bila tidak melaksanakan shoal.

Wallahualam

No comments:

Berbagi

  Sore jam 5 saya pulang ke rumah. Perut keroncongan.  “ Maaf. Kamu sudah makan ? Tanya saya ke supir taksi. “ Tadi siang sudah pak.” “ Bisa...