Saturday, March 25, 2006

Kepribadian Islam

Apa sih indicator menjadi pribadi yang “jempol “ itu? Demikian teman saya berkata. Baginya , diera sekarang , pribadi yang jempol bila anda jadi selebritis, anggota DPR. Lihatlah mereka selalu dipuja dan dihormati oleh orang banyak. Bukankah itu sudah cukup disebut sebagai pribadi yang jempol. Bagi saya dari sudut pandang sempit apa yang dikatakan teman itu ada benarnya. Namun apakah pribadi jempol yang kita lihat itu juga akan mempengaruhi jiwa orang itu menjadi jempol juga ? itu soal lain , kata teman saya. Bagi saya ,ini soal prinsip. Untuk apa kita dipuja orang ramai namun dalam kesendirian kita menderita, kadang merasa resah tak nyaman dengan semua yang ada pada kita. Kan itu orang tidak perlu tahu, katanya lagi. Ya benar. Tapi apakah arti pribadi jempol dihadapan orang lain tapi didalam sendiri kita jauh dari jempol. Akan lebih baik bila kita jempol luar dalam.Ya kan. Lantas apakah indikatornya pribadi jempo itu ?

Dalam Al Quran , Allah berfirman dalam Surat Al –Mukminum (23) : 1-11. Ada lima indikator untuk menjadi pribadi jempol dan dinyatakan sebagai orang yang selamat dunia akhirat. Apa itu? Pertama, orang yang menegakkan sholat. Sholat baginya merupakan kebutuhan hidupnya , sebagai caranya dekat kepada Allah dan merindukan Allah untuk mengharapkan pertolongan dari Allah atas segala persoalan. Seusai sholat dia ucapkan salam sambil menoleh kekiri dan kekanan sebagai ujud kecintaannya kepada umat manusia yang beriman agar mendapatkan sebaik baiknya rahmat disisi Allah. Kedua. Dia menjaga lidahnya dari ucapan yang menyinggung perasaan orang lain. Berlemah lembut walau itu menyampaikan kebenaran dari Allah. Dia pekerja keras dan jujur bersikap serta bertindak hingga disukai orang lain. Apapun profesinya , dia akan dinantikan orang untuk bersatu dalam segala urusan. Ketiga, dia gemar memberi dengan apa yang terbaik dia punya. Tak ragu untuk itu. Karena kecintaannya kepada Allah adalah kecintaannya kepada manusia yang diamanahkan Allah untuk dia beri dan beri.

Bila dia menjaga sholat dengan baik maka tentu pula dia akan bersifat lemah lembut kepada siapapun dengan tetap kokoh berjihad dijalan Alla untuk mencari rezeki Allah. Dari itu diapun akan senang berbagi kepada siapapun.Maka yang ke empat adalah dia piawai menjaga akhlak dan kehormatannya. Dia kenal segala tabiat buruk iblis yang menggodanya lewat nafsunya. Dia paham betul bisikan malaikat yang menganjurkan kepada kebaikan., Dia paham betul firman Allah lewat Al Quran yang menjadi bacaan wajibnya. Dia menjadi pribadi yang disukai, menjadi obor ditengah masyarakat. Berharta atau tidak , penguasa atau rakyat jelata, berilmu tinggi atau tidak , dia tetaplah dinantikan orang banyak untuk disafa dan didoakan. Pada tahap ini senyum begitu murah baginya. Rasa marah mudah terhalau dengan cepat seiring dengan sifatnya yang mudah memaafkan. Waktu yang singkat menjadi begitu berharga baginya untuk beribadah kepada Allah.

Dan yang kelima, setelah keempat sifat itu, maka jadilah dia pribadi yang amanah. Tentang ini saya ingat ketika sorang manager SDM menetapkan qualifikasi calon pelamar dari pemahamanya tentang sholat. Pelamar diminta untuk mengartikan setiap bacaan sholat. Kemudian menjelaskan makna setiap bacaan itu. Yang bisa menjawab dengan baik maka masuk qualifikasi untuk dipertimbangkan dan diterima. Mengapa ? Dia jawab, bahwa ilmu dunia dapat dipelajari dan semua orang bisa. Tapi pribadi jempol harus diawali dengan sholat dan paham akan sholat. Tanpa itu, sulit kita dapat pribadi yang amanah Dan pribadi amanah adalah asset yang tak terbilang bagi perusahaan dan negara Begitupla dihadapan Allah, pribadi yang amanah adalah sebaik baiknya tempat disisi Allah..

Bila sudah memiliki pribadi yang amanah maka apapun yang datang padanya hanyalah kebaikan , kebenaran dan keadilan yang akan dilakukannya. Harta berlebih akan membuat dia berbagi,. Kekuasaan ditangan akan membuat orang dibawah merasa aman dan nyaman.Pekerjaan yang menjadi tugasnya akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Ilmu berlebih akan membuat dia gemar sharing knowledge.. Kemiskinan akan membuatnya sabar tanpa tergoda melakukan perbuatan tercela. Anak dan istri dicintainya dengan menebarkan keteladanan tentang ketulusan untuk beribadah kepada Allah. Puncak dari keagungan akhlak adalah amanah. Bukankah dunia berserta isinya adalah amanah dari Allah kepada kita yang ditunjuk sebagai khalifah dimuka bumi. Proses untuk menjadi pribadi yang amanah tidak datang dengan mempelajari ilmu ESQ atau ilmu kepribadian tapi proses yang sesuai ajaran Allah, yaitu di awali dengan SHOLAT.

No comments:

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...