Thursday, June 17, 2021

Rakus itu buruk.

 




Di Hong Kong, saya bersama teman teman dari Jepang menikmati malam sabtu pada suatu private KTV. Para pramuria nya adalah profesional  beragam alat musik. Mereka juga jago nyanyi. Tentu juga mereka teman yang nyaman untuk ngobrol. Maklum mereka semua bisa bahasa Inggris, China, Jepang dan Korea. Seperti biasanya kami menghabiskan malam itu dengan ceria. Yang menarik adalah hubungan antara Tamu dan pramuria KTV tetap dalam suasana saling menghormati. Mereka tidak pernah mau dibayar untuk sex. Sebagai penghibur kelas premium dengan kecantikan diatas rata rata, tidak menjadikan mereka jadi penggoda. Mereka tahu menempatkan diri secara terhormat. Tanpa disadari hubungan  pertemanan antara pramuria dan tamu terjadi begitu saja. Tidak ada yang merasa rendah atau tinggi.  


 “ Mereka tidak pernah minta uang, dan tersinggung kalau diberi uang. “ Kata teman saya orang Jepang.


“ Yang saya tahu dari pengelola KTV, Honor mereka sebulan sebagai pramuria private KTV mencapai HKD 50,000 atau Rp. 70 juta. Wajar mereka tidak perlu uang dan tidak perlu menjual diri “ Kata saya. 


“ Bukan itu saja B. Kalau mereka rakus, tentu tidak sulit dapatkan uang 10 kali dari honor mereka sebulan. Tetapi mereka memang  punya attitude bagus. Walau ada peluang memilih cara mudah untuk cepat dapat uang banyak, tetapi mereka lebih memilih kerja keras tapa perlu mengorbankan kehormatannya.” Kata teman. Umumnya mereka menikah dengan pengusaha sukses. Setelah berumah tangga, mereka menutup komunikasi dengan semua sahabat masalalunya. Mereka setia.


***


Apapun profesi tidak ada yang salah selagi tidak membuat kita kehilangan kehormatan. Mengapa pelacur itu hina.? karena dia rakus. Mendapatkan uang dengan mudah. Berapapun tinggi tarifnya, tetap saja value nya rendah. Mengapa koruptor itu hina? karena dia rakus. Mendapatkan uang dengan mudah, yang tidak peduli karena itu kehormatanya jatuh. 


Jatuhnya wallstreet karena para generasi muda AS jadi pelacur fund manager. Para lulusan universitas terkenal direkrut jadi wallstreet community. Mereka dilatih jadi konsultant keuangan, yang sebetulnya jadi salesman produk derivative pasar uang. 


“ Tugas kalian adalah bangun persepsi agar orang rela keluarkan uangnya dari dompet. Caranya? Lakukan apa saja. Termasuk menjual Tuhan dan agama sekalipun.” Demikian dogma para pelatih.


Karena imbalan komisi 10% dan standar gaji kelas menengah yang tentu berpenampilan seperti banker membuat mereka rakus. Tidak peduli walau karena itu menipu pengurus dan jamaah gereja, pengelola yayasan amal, dan para pensiunan. Kalau akhirnya semua para clients itu uangnya hilang ketika Wallstreet jatuh, itu  sudah bisa ditebak sedari awal. Mengapa ? mereka tertipu dan merugi karena sikap rakusnya, yang mudah tergoda skema too good to be true. Yang menganggap semua hal mudah jadi kenyataan. 


Kemunduran AS karena paska generasi baby boomer adalah generasi yang terjebak dalam kerakusan wallstreet. Mereka terlena akan skema too good to be true. Maka hilanglah sikap positif sebagaimana generasi baby boomers yang inovatif, produktif dan kompetitif. Sejak kejatuhan Wallstreet tahun 2008, sampai kini AS sulit bangkit. Trumps, punya solusi sederhana. Biarkan satu generasi suffering. Engga usah dibantu lewat subsidi. Agar jadi pelajaran bagi generasi berikutnya. Dan selanjutnya AS akan besar kembali.


Di China dalam dua tahun belakangan ini ada Tren baru, dikenal dengan istilah "tang ping", atau istilah lain dari kaya raya dengan cara “rebahan”. Ini sebagai anti tesis dari kerja keras mendatangkan kesuksesan. Dengan adanya financial techonology yang di create oleh Jack Ma lewat Alipay, dan Bitcoint, telah menyihir generasi muda China untuk ogah kerja keras. “ Dapat kaya sambil rebahan itu lebih adil daripada kerja keras untuk kepetingan orang kaya saja” kata mereka. 


Awalnya pemerintah China biarkan saja. Tetapi setelah pemerintah China mendapat laporan survey bahwa banyak petani, koperasi yang jatuh bangkrut karena skema fin-tech yang too good to be true. Itu  akibat ulah para mereka yang cari uang lewat rebahan. Tahun ini pemerintah China langsung bersikap keras. Alipay dipaksa mengubah platform IT nya. Tidak boleh lagi masuk ke sektor moneter. Para direksi ditangkap karena fraud. Jack Ma dirumahkan tampa ada kejelasan. Bitcoins atau mata uang kripto ditutup dan dinyatakan ilegal dalam sistem moneter China. Otomatis para mereka yang hidup rebahan harus bangkit dan kerja. Engga kerja engga makan.


Korupsi, investasi fraud dengan alasan kemanusiaan dan agama, rendahnya produktifitas, hilangnya cinta di rumah tangga, hilagnya kesetiaan, dll, itu semua adalah penyakit mental dari adanya sikap rakus. Hancurnya peradaban dan negara dinyatakan gagal karena sifat rakus itu. Mengapa ? Bumi ini cukup untuk menghidupi seluruh umat manusia, tetapi tidak cukup untuk menghidupi satu orang rakus. Paham ya sayang.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...