Berbagi

 






Sore jam 5 saya pulang ke rumah. Perut keroncongan. 


“ Maaf. Kamu sudah makan ? Tanya saya ke supir taksi.


“ Tadi siang sudah pak.”


“ Bisa temanin saya makan? Tanya saya.


“ Saya antar aja bapak ke restoran. Biar saya tunggu di tempat parkir”


“ Temanin saya makan aja . Mau ya?


“ Terimakasih pak. Biar saya tunggu “


“ kamu tolong saya. Saya engga bisa makan sendirian. “


“ Kenapa ?


“ Ya engga apa apa. “ kata saya. Dia akhirnya mau temanin saya makan.   


“ Pak.. serunya. Ketika makan di restoran bersama saya. “ Usia saya sudah 50 tahun. Dulu pernah usaha. Tetapi gagal. Terlilit hutang. Habis semua. Sejak itu saya engga ada keberanian lagi bisnis. Sekarang inilah hidup saya. Dua anak saya jadi buruh. Hanya tamatan SLA” katanya dengan datar. Seperti ada sesal di raut wajahnya. “ Saya takut dan kawatir dengan hidup saya dan anak anak” lanjutnya 


“ Sebenarnya. Tidak ada orang yang benar berani. Saya berkali kali bangkrut namun saya terus bangkit lagi. Itu bukan karena saya punya keberanian. Tetapi itu hanya cara survival saja. Apapun pilihan tidak ada yang bagus. Tidak ada yang aman. Namun kita hasus memilin. Jadi sebenarnya dibalik keberanian itu ada rasa takut luar biasa dan itu membuat kita sulit bedakan takut dan berani. Akibatnya kita kebal dengan situasi apapun. Berlalunya waktu, kita baru sadar ternyata semua yang datang akan berlalu. Apapun itu. “ kata saya.


“ Wah dalam sekali pemahaman bapak”


“ Engga usah terlalu dipikirkan yang belum terjadi. Yang penting nikmati hari ini dengan suka cita. Gunakan kesempatan untuk terus berbagi. Karena alasan kita dilahirkan Tuhan adalah untuk berbagi kepada orang lain. “


“ Ya Terimakasih. Pantas bapak engga bisa makan sendirian” katanya tersenyum.


“ Walau hidup tidak ramah tetapi dengan cara makan bersama ini, saya bisa meyakinkan kepada diri saya bahwa saya pantas dilahirkan. Soal besar kecil, kaya atau miskin itu soal ukuran saja. Esensinya berbagi..”


Comments

Popular posts from this blog

Keterpurukan ekonomi AS

Pria itu

Harapan ...