Monday, November 27, 2017

Anies menuju RI- 1?

Tadi sore teman saya menyampaikan informasi bahwa Ornas dibawah JK sudah bulat membangun wacana untuk mencalonkan Anies sebagai Capres 2019. Menurut informasi hampir semua ormas Islam selain NU mendukung. Bagi mereka asal bukan Jokowi. Situasi ini membuat PS galau dan merasa di khianati. Keliatanya JK akan jadi King maker sama seperti dulu merekomendasikan kepada Megawati agar mendukung Jokowi untuk Cagub DKI dan kemudian Capres. Hari hari kedepan menuju 2019 akan menjadi hari hari panas perpolitikan. Apalagi posisi Anies sebagai gubernur DKI.

Akan ada serangkaian episode aksi berjilid jilid dengan mengusung beragam agenda dengan tujuan meningkatkan rating Anies dalam perpolitikan nasional. Apalagi sebagai orang yang memang dari remaja di bina AS, Anies punya kredit point yang acceptable terhadap AS. Ini penting sebagai dasar dia akan dukung oleh elite politik dan international. Apakah idiologi Anies ? Tidak ada. Dia orang yang pragmatis dan oportunis. Sehingga memudahkan dia bergabung dengan golongan mana saja walau berbeda agenda.

Jangan dianggap enteng dukungan terhadap Anies. Mengapa ? Kalau PS akan mudah dipatahkan. Karena musuhnya terlalu banyak sebanyak yang mendukungnya. Sementara Anies praktis tidak punya musuh. Bahkan para pengusaha rente menyukainya, juga para Islam garis keras yang sangat militan ada di belakangnya. Hubungan Anies dengan semua partai cukup baik, terutama dengan Partai Demokrat, PDIP dan Golkar. Walau bukan kader PKS namun Anies mendapat dukungan penuh PKS.

Kalau ingin lihat bagaimana kerasnya pertarungan politik menjelang 2019 maka lihat perseteruan KPK dengan DPR dalam kasus SetNov. Sekarang Golkar di pegang oleh Plt Idrus Marham yang boleh dikatakan orang JK dan salah satu pengurus dewan Masjid Indonesia. Bukan tidak mungkin Golkar akan mengalihkan dukungannya kepada Anies. Yang bisa saja terjadi nasip Jokowi akan sama dengan Ahok, dimana dibiarkan kalah oleh partai pendukungnya agar lahir pemimpin yang bisa dibawah kendali partai. Sementara agama hanya dijadikan tameng.

Mungkinkah  ini akan mengantarkan Anies ke istana? Hanya Tuhan yang tahu. Saya percaya bahwa kekuasaan itu milik Tuhan dan Tuhan akan menyerahkan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Apapun itu maka itu adalah cobaan kepada kita. Yang jelas selagi Jokowi tetap rendah hati dan berniat baik maka Tuhan akan menjaganya dari segala Fitnah. Kita lihat kedepan. Yang jelas jabatan gubernur bukan lagi hanya soal agenda membangun jakarta tapi bagaimana menjadi RI-1. Mari kita lakukan gerakan moral untuk membantu orang baik berprestasi baik untuk indonesia lebih baik.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...