Friday, November 10, 2017

Sikap beragama...

Teman saya cerita pernah suatu waktu dia melihat relasi bisnisnya memaki maki seorang wanita yang bertugas sebagai pemandu lagu Karaoke. Penyebabnya wanita itu tidak bisa menyenangkan salah satu tamu. Dia melihat wanita itu nampak berlinang air mata dan berusaha menundukkan kepala sebagai tanda menyesal dan mengaku salah. Ketika wanita itu menyebut nama Tuhan , relasinya tambah marah kepada wanita itu . 
" jangan bawa bawa Tuhan. Kamu pelacur. Kamu sampah. Jangankan sama Tuhan, sama manusia aja kamu engga ada harga. ". 

Relasi bisnisnya terus saja marah dengan hujatan, yang akhirnya Manager Karaoke meminta wanita itu keluar. Usai karaokean teman saya diantar ke hotel oleh relasinya. Besok janjian akan bertemu lagi di waktu sarapan pagi. Namun keesokan paginya dia dapat kabar bahwa relasinya sudah meninggal karena kecelakaan yang mengenaskan. Supirnya tidak bisa menghindari tabrakan karena kabut musim dingin.

Kejadian itu sangat menginspirasinya untuk tidak mudah merendahkan siapapun. Perbuatan melacur adalah perbuatan maksiat yang merusak dirinya sendiri dan melanggar larangan Allah. Tapi itu urusan dia dengan Tuhan. Tidak ada urusannya menzalimi orang lain. Sementara memaki dan menghina itu perbuatan antara manusia. Kalau Anda menzalimi orang lain , Tuhan tidak akan memaafkan kalau orang lain itu tidak memaafkan. Apalagi sampai orang itu menangis dan menyebut nama Tuhan. Itu artinya, dia sadar walau dia pendosa tapi dia percaya kepada Tuhan, tempat kembali ketika dia terhina dan Tuhan maha mendengar doa orang terzalimi. 

Apalagi kalau anda menghujat kepada bukan pendosa hanya atas dasar prasangka buruk tanpa bukti yang kuat atau hanya karena perbedaan paham. Sampai menyebut kafir segala. Semakin anda hina dia semakin dekat dia dengan Tuhan, dan anda semakin rendah dihadapan Tuhan. 

Saya Islam dan tidak akan berubah karena alasan apapun. Kalau saya terkesan tidak sejalan dengan semangat bela Islam, itu bukan berarti saya tidak mendukung tegaknya Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Islam yang saya maknai adalah Islam yang sejuk yang bukan hanya merangkul yang dekat tapi juga membuat yang jauh merapat. Ini bukan kata saya tapi sesuai dengan firman Allah. Ada firman Allah yang saat ini tidak populer. Karena tidak laku jadi sandaran berpolitik bagi sekelompok orang yang ingin berkuasa. Apa firman Allah itu? Terdapat pada Q.S Ali Imran ayat 159) 

" Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Ayat tersebut dengan jelas menyampaikan pesan sebagai berikut :
1. Orang mendekat kepada kita karena Tuhan.
2. Itu terjadi karena sikap lemah lembut. Dan,
3. Pemaaf.
4. Mendoakan yang baik.
5. Bermusyawarah.
6. Bersikap dan tawakal

Demikian sikap saya. Kalau karena itu saya di cap Kafir atau munafik, hanya karena berbeda cara beragama maka saya ikhlas. Damai itu perintah Allah. Engga ada urusan dengan anda walaupun dikepala anda ada sorban dan pakai daster. Saya akan tetap dengan keyakinan saya dalam beragama.

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...