Monday, February 22, 2016

Prostitusi dan LGBT

Ada teman seorang dokter bercerita ke saya. Ini membuat saya terharu. Bagaimana tidak. Setelah mengetahui pasien wanita nya terkena penyakit HIV, dia berusaha menggali informasi tentang kehidupan wanita ini.Ketika itu suaminya ikut hadir untuk mengetahui hasil test medis istrinya. Kedua pasangan masih relatif muda. Nampak mereka dari kelompok kurang berada. Sang istri nampak kurus dengan mata cekung. Suami nampak juga kurus dan wajah lelah. Dengan lembut teman itu menjelaskan penyebab penyakit itu kepada pasiennya, yang diantaranya karena pertukaran alat suntik di kalangan pencandu narkoba,transfusi darah,air susu ibu, hubungan sex bebas atau berganti ganti pasangan, hubungan sesama jenis. Namun sebagian besar penyakit karena rendanya moral. Sang suami mengatakan bahwa pekerjaannya supir truk luar kota....hanya sebatas itu yang terucap dari suami.Namun teman itu sudah dapat menduga bahwa penyebabnya adalah sang suami dan istri adalah korban.Teman itu menyarankan agar sang suami juga di lakukan test agar proses pengobatan dapat di lakukan bersama sama dengan istrinya. Kedua pasangan itu menangis saling berpelukan. Walau tak ada kata terucapkan namun dari pancaran mata suaminya nampak betapa dia sangat menyesal. Dengan lembut teman itu menyarankan agar mereka bersama sama menghadapi penyakit ini. Saling menguatkan untuk menerima kenyatan dan bertobat dari kesalahan masa lalu. Bagaimanapun ini adalah pelajaran yang harus mereka terima dengan sesal untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Betapa banyak wanita tak berdosa dirumah, dengan tulus menanti melayani suami namun tanpa disadari dia sedang menghadapi bahaya besar dari ulah suami diluar rumah. 

Mengapa pemerintah menyadari sepenuhnya bahaya akibat Prostitusi? karena prostitusi adalah penyimpangan moral, bukan hanya rusaknya moral sebagai manusia beradab tapi juga penyebaran penyakit berbahaya. Terjadinya penyimpangan prilaku sex dapat saja terjadi bagi para petualang sex, dan ini bisa sampai mempengaruhi kehidupan rumah tangga sehingga terjadi penyakit sosial di tengah masyarakat. Orang lebih senang mengejar ke senangan sex dan tentu mendapatkan uang dengan mudah dengan cara mudah. Rusaknya peradaban karena dampak buruk dari adanya prostitusi. Itu sebabnya semua agama melarang prostitusi dan prilaku menyimpang sex seperti LBGT.Di Cina, Dongguan adalah distrik yang ada di Guangzhou. Menurut saya mungkin distrik ini adalah pusat lokalisasi prostitusi terbesar didunia dan dilakukan sepertinya layaknya industri. Karena di dukung oleh supply chain yang hebat serta insfrastruktur dari hotel,spa, massage center ,KTV dan lain sebagainya,dari kelas melati sampai bintang 5. Semua tersedia dan dibuka 24 jam. Masing masing tampil dalam suasana berkompetisi. Menjadi tempat kunjungan turis manca negara. 

Sejak tahun 2014 sampai dengan 2015 dilakukan tindakan keras untuk penutupan namun akhirnya pemerintah tidak berdaya. Terpaksa di buka lagi namun dengan syarat keras. Tidak boleh melakukan transaksi di tempat. Namun,transaksi di lanjutkan via telp untuk kencan di apartement ( bukan hotel ).Maklum di china , pemerintah tidak bisa mencampuri urusan pribadi di rumahnya sendiri. Lantas bagaimana cara cina mengatasi prostitusi agar tidak terjadi meluas ? Pemerintah melakukan social engineering. Setiap tamu apartement dan hotel harus melampirkan ID CARD ( KTP ) kepada receptionist. ID CARD ini menggunakan system e-government, yang dapat diakses oleh pemerintah secara online ketika dia melakukan check in. Bila ID card berbeda dengan dengan pemilik apartement atau tamu hotel maka Polisi akan bergerak untuk melakukan razia. Namun sampai kini , menurut teman saya tidak pernah di lakukan razia. Tapi faktanya orang mikir 1000 kali untuk melakukan transaksi via telp dan mengundang ke hotel atau ke apartement. Setiap pengunjung lokalisasi harus melampirkan ID CARD atau KTP yang dapat di akses oleh pemerintah dan siapapun bisa mengaksesnya..termasuk istri, orang tua dan keluarga. Bagi orang asing harus melampirkan passport. BIla ketangkap basah melakukan prostitusi maka passpor akan di cap " melanggar UU prostitusi".

Apa yang terjadi ? pengunjung lokalisasi menjadi berkurang karena keberadaan mereka ke lokalisasi dapat di ketahui oleh siapapun. Pada waktu bersamaan, ketika pelanggan berkurang,maka pemerintah memberikan solusi kepada PSK dan pengusaha yang mendukung usaha prostitusi agar mereka berubah dengan memanfaatkan peluang kerja dan bisnis yang diberikan pemerintah. Lambat namun pasti , terjadi perubahan sosial melalui rekayasa sosial lewat aturan dan technology. Cara Cina ini memang tidak dapat sepenuhnya mengurangi prilaku free sex dan prostitusi namun dapat di contoh oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka mengurangi demand prostitusi. Mengapa ? Karena prostitusi dan free sex lebih kepada rendahnya akhlak manusia. Karenanya sangat perlu sekali pendidikan moral dan agama harus di tanamkan kepada masyarakat. Kombinasi aturan yang ketat tentang prostitusi dan pendidikan agama,adalah cara ampun melakukan social engineering di tengah masyarakat agar free sex yang sudah permissive menjadi sesuatu yang eklusif melalui pernikahan syah.

Ingatlah, ketika HIV masuk dalam sistem tubuh , maka umumnya tidak ada gejala AIDS sama sekali. Bahkan, dalam waktu kurang dari tiga bulan bila dites kemungkinan besar hasilnya negatif. Ini karena virus yang masuk dalam tubuh harus berkembang biak dahulu sehingga setelah tiga bulan baru bisa dideteksi melalui tes darah dengan metode Elisa. Masa tunggu ini dikenal dengan window period atau masa jendela dan hasil tes yang negatif bisa negatif palsu yang berarti sebenarnya positif tapi terdeteksi negatif. Masa jendela berbeda dengan masa inkubasi di mana setelah ada infeksi HIV, sekitar 5 10 tahun kemudian baru akan muncul gejala AIDS. Ingatlah ketika anda akan melakukan transaksi sex ,anda sedang mengambil resiko yang pasti.Namun ada wanita di rumah yang tidak pernah ambil resiko apapun tapi harus jadi korban karena anda di pilihnya sebagai suami. Ingatlah selalu resiko itu.dekatlah kepada Tuhan untuk anda bisa tetap dijalan Tuhan untuk menebarkan cinta tanpa menebarkan virus.

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...