Monday, June 15, 2015

ISEC....?

Saya bukan penulis yang baik. Namun saya hanya berusaha mengungkapkan suara hati saya. Karenanya saya tidak peduli kualitas tata bahasa yang buruk. Apapun hasilnya biarlah orang menilai pesan yang hendak saya sampaikan. Karena setiap orang yang membacanya akan merasakan getaran hati dari tulisan itu dan kemudian akalnya akan mencerna. Nasehat Ibu saya, “ Kata kata bisa hilang karena waktu tapi tulisan akan abadi. Ketika kita menulis visi kita terungkapkan dengan jelas dan ketika orang membacanya misi kita tertunaikan. Mungkin kamu tidak mampu berbuat tapi dengan tulisan orang lain melakukannya untuk mu. Demikian nasihat ibu saya yang tak pernah saya lupa hingga kini. Ya, Menulis sangat penting karena sesuatu yang tak tertulis tak bisa dilaksanakan. Andaikan Al Quran dan hadith tidak pernah tertuliskan maka tidak ada kelanjutan syiar agama. Kehendakan Allah pulalah hingga manusia tergerak untuk merangkai semua firman Allah dalam satu alkitab yang tertulis secara teratur dan karena kehendak Allah pula perilaku agung Rasul tertuliskan dalam bentuk Hadith hingga blue print manusia sempurna dapat kita pelajari.  Para ulama dan cerdik pandai merenungkan setiap kalimat Allah dan lahirlah  berbagai tulisan yang  menginspirasi orang untuk menjadi lebih paham untuk lebih baik berbuat dan bersikap karena Agama.

Karena tulisan saya di Blog dan Facebook yang konsisten sejak tah 2006 tentang cinta dan Kasih sayang tanpa terasa mendatangkan banyak pembaca dan peminat. Suatu saat mereka mengambil inisiatip untuk mengadakan pertemuan tatap muka dengan saya. Istilahnya kopidarat. Karena kesibukan saya inisitiap itu tidak segera saya tanggapi. Kemudian mereka membuat group di facebook khusus bagi pencinta tulisan saya. Saya mengusulkan nama group itu Social engineering community. Tak terasa jumlah group tersebut terus bertambah Pada saat itulah saya sadar bahwa salah besar bila usulan kopidarat  tidak ditanggapi serius. Saya meminta tolong kepada Liana Yo teman satu almamater SMANDA untuk mengatur pertemuan tersebut secara baik. Akhirnya pertemuan itu terjadi. Saya tidak menduga mereka yang datang jumlahnya cukup banyak.  Pada pertemuan kali pertama ini , kebanyakan mereka bertanya sekitar tulisan saya di Blog dan Facebook berkaitan Politik, Ekonomi, Sosial ,budaya dan Agama. Pertemuan itu terkesan santai namun pancaran wajah persahabatan sangat terasa sekali. Tulisan saya tentang cinta dan kasih sayang telah mengispirasi mereka untuk berkumpul. Tentu mereka yang datang rindu untuk lahirnya kemunitas cinta dan kasih sayang. Ini sesuatu yang universal yang selalu coba saya bangun lewat nilai nilai agama  yang saya yakini. Saya terharu ternyata saya dapat diterima dengan cinta.

Kemudian pertemuan kedua terjadi lagi di Surabaya. Sama dengan di Jakarta dimana mereka ingin tahu langsung dari saya mengenai topic tulisan saya di Facebook dan Blog. Sebisanya saya jawab. Namun pada setiap kesempatan saya berusaha menyampaikan gagasan social engineering. Mengapa ? Karena berjalanya waktu telah terjadi peyimpangan nilai nilai budaya yang hidup di masyarakat. Akibatnya nilai nilai agama juga terpinggirkan.  Budaya  kebersamaan telah bergeser menjadi budaya individualism. Agama sebagai sumber inspirasi hidup damai  dalam perbedaan telah berubah menjadi ajang perseterun tak berkesudahan Masyarakat kehilangan nilai nilai luhur akan cinta dan kasih sayang. Peradaban yang dibanggakan lewat modernisasi dengan sederet angkat statisik hebat namun gap kaya miskin semakin lebar. Amerika sebagai kehebatan puncak peradaban sekular terjerambab karena crisis financial dan merembet seluruh dunia akibat economy imbalance. Krisis global terjadi dan sampai kini belum nampak tanda tanda significant akan adanya recovery. Mengapa ? Jeffrey T. Kuhner is a kolumnis dari t The Washington Times menyimpulkan “ We are now facing more than just a financial mess; almost every other major institution is under threat. The political system is adrift; public schools are failing; the borders are porous; the intelligence agencies are dysfunctional; the inner cities are infested with drugs and gangs; the family is broken; and millions are fleeing their churches. In most of our institutions there is poor leadership..” Tentu ungkapan Jeffrey T. Kuhner ada benarnya dan mungkin juga terjadi di negeri kita. inilah yang harus kita rubah melalui social engineering…

Pada pertemuan ketiga di  Jakarta muncul gagasan untuk lebih kongkrit agar tidak hanya ajang temu dengan saya tapi tindakan nyata atas idea dari tulisan saya. Maka lahirlah paguyuban ‘Indonesia Social Engineering Community”.Visi dari paguyupan ini adalah menciptakan Indonesia lebih baik lewat agama berkata dan budaya memakai. Misinya adalah merubah budaya yang terlanjur rusak akibat individualism kepada akar cinta dan kasih sayang sesuai dengan tuntunan agama yang agung. Karenanya kami tidak mempermasalahkan perbedaan agama diantara kami. Kami tidak mempermasalahkan etnis atau suku yang berbeda. Kami tidak melihat status sosial seseorang. Kami  hanya ingin masing masing keyakinan beragama dan budaya dari berbagai etnis dan suku dapat mengaktualkan akhlak cinta dan kasih sayang. Paguyupan ini akan bergerak dibidang ekonomi yang bukan profit oriented tapi social oriented. Artinya usaha harus untung agar hasilnya dapat berfungsi social. Karenanya financial engineering digunakan untuk men-design skema pembiayaan yang mandiri dimana pada akhirnya sumber pembiayaan dari masyarakat untuk masyarakat. Bagaimanapun paguyupan ini bukan paguyupan yang diisi oleh para ahli tapi oleh mereka yang merindukan cinta untuk saling berbagi.Makanya diantara kami terbangun keakraban penuh canda namun hasilnya serius.

Tentu saja, setiap kami tahu bahwa perjalanan masih sangat jauh sebelum kami akhirnya sukses. Mungkin kami gagal. Namun dengan semangat cinta kami telah membangkitkan harapan.. Seperti apa yang dikatakan oleh Lu Xun, penulis China ” harapan adalah seperti jalan didaerah pedalaman, pada awalnya tidak ada jalan setapak, semacam itu, namun banyak orang berjalan diatasnya, jalan itu tercipta...Pada pertemuan ke Empat kemarin kami sudah sangat siap untuk berjuang membuktikan sesuatu for better Indonesia..
Salam untuk teman-teman..
In God we trust.


1 comment:

Unknown said...

Subhanallah.alhamdulilah dg ijin Allah semoga perjuangan do'a kita semua bangsa Indonesia khususnya di berkahi selalu dan ide inspirasi pak H.Jelly awalnya lalu nenjadi bagian dari suber turunnya hidayah Allah bagi yg mau dan meresapi dalam membacanya.
Semoga Allah senantiasa mengkaruniakan kesehatan lahir batin bagi Ibunda pak H.jelly dan keluarga.amin Allahumma amin yra.salam.

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...