Sunday, August 24, 2014

Rakyat mandiri

Tahukah kamu bagaimana kebenaran dibela,kebaikan diutamakan dan keadilan menang?  Saya tak ingin kita bicara tentang dalil agama yang melangit untuk menterjemahkan apa itu kebenaran , kebaikan dan keadilan. Saya berpikir sederhana saja bahwa apabila punya sahabat setia, tetangga yang baik serta sanak famili yang jauh mendekat dan yang dekat merapat , mencari nafkah mudah untuk membayar semua kebutuhan dasar akan kesehatan, pendidikan, perumahan,maka itu sudah cukup. Itu tandanya kita telah menegakkah kalimah Allah tentang kebaikan, kebenaran dan keadilan. Itu semua hanya mungkin terjadi apabila pemimpinnya amanah,yang berbuat hanya karena Allah. Dia melihat dari tabir kegelapan namun mata batinnya dapat melihat jelas apa yang tidak bisa dilihat orang lain. Dia melangkah pasti tanpa berharap orang lain memujinya kecuali Allah. Tapi menurutmu,mungkinkah itu sekarang akan terjelma? Sudah berkali kali berganti penguasa di negeri ini namun selalu saja penguasa asyik dengan dirinya sendiri. Dia bersama yang lainnya memegang kekuasaan untuk mendapatkan kesenangan hidup dan menjadikan rakyat sebagai sekumpulan budak yang hanya bisa hidup dari pertolongannya. Tanpa bantuan penguasa berupa subsidi harga, bantuan tunai , dan lain sebagainya rakyat  tak berdaya membayar harga pasar. Keadaan ini selalu dipelihara oleh para elite penguasa agar semakin lama semakin tinggi ketergantungan rakyat kepada pemerintah. Sehingga semakin bebas pemerintah berkolusi dengan asing menguras SDA demi memenuhi APBN untuk membayar kebutuhan rakyat. Ya, membangun dengan metode penjajah bukan metode membangun peradaban.

Tahukah kamu bahwa tahun 1960 terjadi Great Depression di Amerika, ketika itu berdasarkan hasil studi rasio ketergantungan rakyat terhadap pemerintah hanyalah 10%. Studi itu menyebutkan bahwa upaya dan kebijakan recovery economi pada saat itu tidak sehebat upaya sekarang tapi proses recovery itu berlangsung cepat sekali dan bahkan membuat AS bisa lebih kuat dari sebelum terjadi krisis. Bandingkan dengan saat sekarang di AS, tingkat rasio ketergantungan rakyat terhadap Pemerintah mencapai 35%. Ini rasio tertinggi sepanjang sejarah AS. Apalagi kelompok menengah di AS sebagian besar adalah mereka yang hidup dari dukungan konsesi pemerintah dan mereka yang mendapatkan penghasilan dari pemerintah. Masyarakat seperti ini bukanlah aset tapi beban bagi pemerintah yang semakin lama semakin berkurang powernya menanggung beban yang notabene tidak memberikan kontribusi bagi upaya perbaikan menyeluruh.Setelah lebih dari 5 tahun ,proses recovery belum juga nampak. Artinya apa ? ketika masalah terjadi, bencana terjadi, kekuatan masyarakat sendiri yang melakukan perbaikan karena tingkat ketergantungan kepada pemerintah memang kecil. Pahamkan , maksud saya. Kalau ingin menciptakan kemandirian maka jangan manjakan rakyat dengan subsidi langsung sehingga pasar terdistorsi.Biarkan pasar bekerja dengan caranya dan tugas pemimpin memastikan siapapun mampu membayar harga yang ada dipasar.

Mungkin kamu akan berpikir saya mulai berbicara seperti apa kata  Frederick Hayek dalam bukunya The Road of Serfdom. Ya, buku tersebut secara terang-terangan mengkritik masyarakat industri Eropa yang memberi peran berlebihan kepada negara. Bagi Hayek, cengkeraman intervensi negara terhadap kapitalisme merampas kebebasan individu, yang merupakan tradisi khas dari kebudayaan Eropa. Lebih lanjut, Hayek menjelaskan bahwa dominasi Barat dalam sejarah dunia modern dapat ditelusuri dari perhatiannya pada kebebasan individu untuk memilih. Neo-liberal berpandangan bahwa manusia adalah individu yang merdeka, kreatif, optimis, dan rasional. Manusia bebas bertindak dalam setiap bidang kehidupan selama kebebasan itu tidak melanggar hak dan kebebasan orang lain. Belakangan, gagasan Hayek ini dikembangkan oleh ekonom neo-liberal Milton Friedman dengan istilah “minimal state”, yakni negara hanya berfungsi sebagai penjamin ketertiban internal dan perlindungan terhadap musuh, di luar itu, sektor ekonomi hampir sepenuhnya diserahkan pada pasar. Dengan cara itu, kebutuhan masyarakat akan tercukupi oleh hukum permintaan dan penawaran.Tidak ! saya bukan penganut neoliberal. Bagaimanapun intervensi negara harus tetap ada. Tugas negara mensiasati terbentuknya harga lewat subsidi terselubung melalui penyediaan infrastruktur ekonomi yang solid sehinga logstic nasional menjaid efisien untuk memastikan  barang sampai dikonsumen menjadi murah. Mensiasati harga melalui penguasaan indusri hulu oleh negara (BUMN) untuk mensubsidi industri hilir agar berkembang dan mampu bersaing secara global.

Ingatkah kamu akan kata Bung Karno yang terkenal itu? bahwa negara harus berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Ini dikenal dengan istilah Trisakti. Ketiga hal ini hanya mungkin bisa diterapkan apabila rakyat terlebih dahulu mandiri dalam arti sesungguhnya. Kemandirian rakyat itu lahir dari keadilan penguasa yang memastikan negara hadir melindungi rakyat dari capitalism. Namun juga rakyat tidak dimanjakan seperti ala sosialis komunis, yang hidup dari subsidi langsung, bantuan tunai langsung,perlindungan sosial berlebihan. Tidak seperti itu!. Rakyat kuat dan mandiri karena negara berdaulat secara politik dan hadir diruang yang memungkinkan keadilan ekonomi terdistribusi untuk semua. Dengan itulah rakyat menjadi kuat untuk memberikan kontribusi kepada negara dan memastikan negara tidak harus mengemis kepada asing untuk terus berhutang. Karenanya sudah saatnya orientasi APBN tidak lagi bagaimana menjalankan mesin birokrasi yang terkesan harus dilayani tapi menjadikan birokrasi melayani rakyat. APBN harus bisa memastikan setiap sen uang dikeluarkan mempunya dampak positip baik secara  ekonomi maupun sosial kepada rakyat. Tataniaga BBM harus dibenahi, dibersihkan dari kolusi dan korupsi. Belanja pegawai harus dikurangi dan pada waktu bersamaan hutang juga harus dikurangi seiring kemampuan fiskal negara membayar. Ini semua hanya mungkin dijalankan oleh pemimpin yang berniat baik, yang berpikir untuk kepentingan rakyat  dan rakyat yang tentu tidak manja.Semua berharap ridho Allah. Dukung Jokowi –JK dan kepada ALlah kita berserah diri. Semoga...

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...