Monday, June 16, 2014

Prabowo,He know nothinig...?

Dalam debat capres kemarin malam, Prabowo selalu mengulang ngulang kata tentang kekayaan kita yang banyak bocor keluar. Nilai yang bocor keluar itu sangat fantastis. Data KPK yang dijadikan acuan bahwa kakayaan yang bocor keluar itu mencapai lebih dari Rp. 7000 triliun. Prabowo hanya mengharapkan cukup Rp.1000 triliun per tahun yang bisa dia selamatkan. Dengan tambahan pemasukan sebesar Rp. 1000 triliun itu dia bisa membangun jalan ribuan kilometer, jalur kereta api ribuan kilometer, dan memberikan tambahan gaji kepada Pegawai serta program marcuar lainnya. Sementara Jokowi tidak pernah bicara tentang sumber dahsyat perimaan APBN. Jokowi berusaha realistis dengan cara penghematan anggaran lewat Egoverment dan pemberatasan korupsi secara system. Hasil dari penghematan itu dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan,termasuk bayar hutang. Ya seperti yang dia lakukan untuk DKI Orang awam mungkin terhipnotis dengan kata kata Prabowo tapi tidak bagi saya. Karena yang harus ditanya adalah bagaimana Prabowo menyelamatkan kekayaan yang bocor itu? Dalam debat itu dia tidak sampaikan dengan ringkas dalam bahasa sederhana. Padahal inti dari nilai jualnya adalah janji tentang ‘bisa menyelamat kekayaan yang bocor “ dengan ini dia bisa menjalankan program lampu aladinnya untuk menjadikan Indonesia macan Asia. Saya tahu bahwa yang dimaksud Prabowo adalah melalui agenda renegosaisi Contract MIGAS dan Tambang. 

Renegosiasi Migas dan Tambang tidak akan bisa merubahnya secara significant. Mengapa ? karena sesuai UU investor Migas dan Tambang boleh menjadikan konsesi sebagai harta perusahaan sehingga bisa digadaikan ke bank untuk menarik pinjaman. Jadi apabila Prabowo ingin merubah secara significant kontrak Migas dan Tambang maka akan berdampak sistemik. Maklum hampir semua perusahaan tambang dan migas menggadaikan konsesinya ke bank, baik didalam maupun luar negeri. Ingat apabila kebijakan yang pada akhirnya mengorbankan sektor Perbankan maka pemerintah tersebut pasti oleng dan bukan tidak mungkin jatuh ditengah jalan. Amerika saja tidak berkutik dan tunduk atas permintaan pasar mem bail out perbankan akibat kebijakan moneternya yang salah. Jadi Agenda Prabowo hampir tidak mungkin bisa dilaksanakan. Mengkinkah Prabowo akan melakukan langkah revolusioner,seperti melakukan moratorium KK Freeport atau nasionalisasi Migas? Mungkin saja , asalkan didukung oleh militer sepeti di Bolivia dan Venezuela, iran. Namun ini akan menimbulkan perlawanan dari masyarakat international seperti ketika Iran menasionalisasi asset investor asing paska jatuhnya Syah Reza Pahlevi. Iran langsung diembargo secara Ekonomi oleh Amerika dan Eropa. Apakah dia mampu menahan kelangkaan barang dan jasa apabila terjadi embargo ekonomi akibat kebijakannya itu. Ingat hampir 90% barang dan jasa berasal dari import. Atau bila tidak ada embargo ekonomi tapi embargo berhutang , apakah dia mampu menyediakan dana akibat defisit Anggaran ? Iran , Bolivia , para elite dan rakyatnya siap dengan segala resiko. Saya yakin tidak ada satupun elite politik yang berani mengambil resiko bila sudah menyangkut financial resource. Apalagi para mereka di gerbong Prabowo adalah opportunist  yang terlilit masalah hutang , kasus dan  korupsi. Dan lagi Prabowo dengan tegas menolak opsi nasionalisasi asset ini.Karena itu dia menjadikan Hatta yang pro neoliberal sebagai wapres. 

Apa yang disampaikan oleh Prabowo dalam debat visi ekonominya, sama dengan cerita “harta amanah Soekarno” yang konon katanya sangat banyak ditempatkan di Amerika dan Eropa dalam bentuk emas sehingga kalau diurus pencairannya maka bisa menjamin mensejahterakan rakyat Indonesia. Namun nyatanya yang cerita itu sampai sekarang tetap miskin dan kadang terlilit hutang dan penipuan. Jadi cerita katanya bisa menyelamatkan Rp.1000 triliun kekayaan yang bocor itu tak ubahnya seperti kata orang sunda " ini mah jualan dongeng. Sebetulnya yang salah adalah team sukses Prabowo.Seharusnya prabowo diingatkan dan diberi data yang lengkap sehingga tidak terkesan dia unqualified person to become president. Contoh sederhana 1). kenapa Jokowi tanya soal TPID karena itu kebijakan demokratis setelah BI tidak lagi dibawah Presiden tapi menjadi subcoordinate dari Presiden melalui TPID atau Kelompok Kerja Nasional. Seharusnya Prabowo tahu ini karena ini yang membedakan ekonomi diurus oleh satu tangan presiden ( Era Orba) ala Soeharto dan Ekonomi yang dikelola secara system ala demokrasi. 2), prabowo harus tahu mengenai Ekonomo Kreatif karena kemajuan ekonomi China, jepang, Taiwan, Korea karena ekonomi kreatif. Hampir semua orang tahu soal ini. 3). mengenai ketentuan setiap desa Rp, 1 miliar seharusnya Prabowo tahu adanya UU Desa yang baru disyahkan sehingga tidak perlu dia ungkapkan itu dalam visi dia karena sejak UU itu disyahkan maka itu akan menjadi kewajiban bagi siapapun persiden terpilih. 4). Mengakui kelebihan pihak lawan dan kelemahan diri sendiri dalam debat capres bukanlah unjuk kerendahan hati tapi bentuk lain dari unqualified person...

Namun bagaimanapun debat kemarin malam,menunjukan satu hal , bahkan miracle bahwa tangan Tuhan bekerja untuk meyakinkan orang banyak bahwa Jokowi lebih baik dibandingkan Prabowo. Prabowo mengakui Ide jokowi soal ekonomi kreatif dan Prabowo mengakui ketidak tahuanya tentang hal tekhnis namun mendasar prihal pengendalian inflasi Daerah." Ini fakta yang diperlihatkan Allah kepada seluruh rakyat Indoensia agar rakyat Indonesia bisa menentukan pilihan yang benar. Kalau debat ini terjadi di Amerika, maka partai Pendukung yang capresnya mengakui kelebihan lawan dan mengakui kelemahannya karena ketidak tahuan, akan lempar handuk putih untuk surrender. Karena ini soalkehormatan bagi team dibalik capres. Mereka gagal mengawal capresnya tampil qualified. Ketika Obama terpilih sebagai Presiden,parlemen dikuasai Partai Demokrat,super majority. Hasil survey para pemilih Obama adalah  1). Orang miskin dan bodoh. 2 Orang terdidik tapi tamak. 3. Pemalas yang bermimpi doa terkabulkan tanpa kerja keras. Cara kampanye Prabowo percis sama dengan kanpanye Obama yaitu agenda too good to be true. Karena terget pemilihnya memang tiga kriteria itu. Namun orang yang terbiasa bekerja keras,berpikir rasional, dan professional, tidak akan percaya dengan jualan dongeng ala Prabowo.Mereka akan menjadi pemilih cerdas. Dan masalah negara ini akan selesai ditangan orang cerdas dan mau berkerja keras, bukan ditangan pemimpi yang hanya omong besar namun kosong.

3 comments:

Tralala trilili said...

pak cari tahu ttg dahlan iskan dong, knpa sy ngerasa janggal dg kinerja dia..benarkah dia kaki tangan zionis?

Erizeli Bandaro said...

Tidak ada indikasi apapun bahwa dia kaki tangan zeonis. Namun memang pola pemikiran dia lebih kepada business oriented. Sehingga terkesan kapitalis tapi dia bukan kapitalis.

Unknown said...

Setuju n menurut saya Beliau orang baik n nasionalis

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...