Sunday, April 13, 2014

Pancasila dan UUD 45 ?

Dulu tahun 80an setiap mahasiswa baru wajib mengikuti pencerahan tentang P4 ( Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila). Namun saya dengan cara saya bisa menghindar dari pencerahan itu. Ketika di Masjid saya bertemu dengan seseorang yang nampak seusai sholat maghrib dia mengaji sampai datangnya sholat Isya. Yang membuat saya tertarik dengan seseorang itu adalah dia mengaji tanpa membaca Al Quran.Itu artinya dia hafal Al Quran.Ada rasa kagum kepada seseorang itu.Seusai sholat isya saya memberanikan diri untuk menegurnya dan berharap bisa berdialogh dengannya.  Benarlah,  dia sangat ramah ketika saya tegur. Saya berbicara tentang kegundahan saya dimana pemerintah memaksakan agar semua orang berkiblat kepada Pancasila. Padahal islam sudah punya pedoman yang lengkap yaitu AL Quran dan hadith. Apa lagi? Dia nampak tersenyum mendengar keyakinan saya. Menurutnya Pancasila adalah alat komunikasi tentang isi Al Quran dan hadith kepada masyarakat Indonesia. Didalam Pancasila ada kalimat Adab, Hikmah, Musyawarah. Ini semua terminologi Al Quran. Tapi mengapa harus menggunakan pancasila? Harap maklum bahwa hampir semua penduduk Indonesia yang beragama karena faktor keturunan dan budaya. Bagaimanapun Al Quran dan hadith itu datang dari luar Indonesia, dan untuk menyampaikannya kepada orang indonesia tentulah harus menggunakan budaya Indonesia sehingga mudah dipahami. Bila sudah dipahami tentu tidak kesulitan untuk dijalankan.Jadi ini hanya  educative method 

Pancasila adalah hasil tafakkur yang panjang dari para pendiri negara yang seumur hidupnya diwakafkan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebagai falsafah negara maka Pancasila itu adalah platform yang bukan satu kesatuan tapi satu mempersatukan yang lain. Jadi urutan pancasila harus runut tidak bisa dibalik balik.  Perhatikanlah bahwa Pancasila itu pengakuan prinsip aqidah Islam bahwa segala sesuatu haruslah diawali karena Allah. Sila pertama adalah Ketuhan Yang Maha Esa. Sila yang lain dalam pancasila tidak ada tanpa ada sila pertama. Pembahasan kepada sila yang lain harus didasarkan kepada sila yang pertama. Ini Platform nya. Bagaimana manusia memperlakukan Tauhid atau Ketuhanan Yang Maha Esa itu? Pada sila kedua, kemanusiaan didefinisikan sesuai dengan Al Quran yaitu yang adil dan beradab. Adab adalah kesopanan, keramahan, dan kehalusan budi pekerti, menempatkan sesuatu pada tempatnya, keadilan dan lain-lain. Adab juga dapat berarti mendisiplinkan jiwa dan fikiran. Adil dan beradab adalah akhlak mulia dan ujud nyata ketaqwaan kepada Allah."Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan dan memberi kepada keluarga yang dekat  dan melarang dari yang keji, dan yang dibenci, dan aniaya. Allah mengingatkan kalian, supaya kalian ingat.” (QS 16:90). Ia lebih tinggi nilainya dibandingkan definisi kemanusiaan konsep HAM dari PBB. Bila definisi tentang kemanusiaan seperti ini maka dijamin semua orang bertauhid  akan bersatu, yang selanjutnya masuk kesila ketiga  persatuan Indonesia.

Bila umat bersatu karena dasarnya aqidah maka kembali ditanya bagaimanakah bentuk tatanan masyarakat yang hendak dibangun? Ternyata para pendiri negara kita kembali mengangkat definisi sesuai dengan Al Quran. Bahwa sila keempat yaitu  kerakyatan yang dipimpin oleh “hikmat”kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Siapakah hikmat itu ? Dalam al-Qur’an, kata hikmah, baik dalam bentuk nakirah ataupun ma’rifatnya ada sembilan belas kata. Diantaranya adalah surat al-Baqarah; 129,151, 231, 251, 269, surat Ali Imram; 48, 81,164, surat al Nisa; 54, 113, surat al Qamar; 5, surat al Nahl; 152, surat al Isra’; 39, surat al Ahzab; 34, surat al Zahraf; 63, surat al Jumat; 2, surat al Maidah; 110, surat Lukman; 12, dan surat Shaad; 20. Arti hikmah itu berhubungan dengan adil, ilmu, sabar, kenabian, al-Qur’an, dan Injil. Ungkapan untuk mencegah sesuatu yang utama dengan ilimu yang lebih utama. Al-hakiim, yaitu orang yang cermat dalam segala urusan, atau orang yang bijak, yakni orang yang telah ditempa berbagai pengalaman. Al hakam dan al hakiim, yaitu penguasa dan hakim. tulisannya hakiim, tapi maknanya haakim. Al-hikmah, yaitu objek kebenaran (al haq) yang didapat melalui ilmu dan akal. Al hakiim, juga bermakna orang yang mencegah kerusakan.Al hakamatu, yaitu seseorang yang menghadang kuda. maksudnya ia mencegah kuda agar tidak lari kencang dan ia dapat mengendalikan. Al hukmu, yaitu mencegah kezhaliman. Bayangkanlah, tinggi sekali qualifikasi orang yang disebut pemimpin dalam Pancasila. Dengan qualifikasi seperti inilah maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat ( sila ke lima) dapat terjelma sebagai reward dari Allah karena dipimpin oleh orang orang yang hikmah...

Jadi Pancasila adalah falsafah bermasyarakat dan bernegara yang bersumber dari AL Quran, yang disingkat dalam lima pasal dalam bahasa sederhana sebagai unifying factor bagi siapa saja utamanya yang beragama islam dan nyatanya diterima oleh semua golongan. Itulah indahnya islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Untuk implemetasi Pancasila dibuatlah UUD 45 namun karena dibuat dengan terburu buru maka semua pendiri negara sepakat bahwa UUD 45 akan diperbaiki dikemudian hari apabila keadaan politik telah stabil, agar sesuai dengan Pancasila. Sampai kini UUD 45 tak pernah sesuai dengan Pancasila. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa  Pancasila adalah system kufur itu berarti telah menuduh pendiri negara ini kufur. Ada baiknya kita kembali kepada hadith Nabi dirawikan oleh sahih Bukhari bahwa...sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing dan nanti akan kembali asing. Para sahabat bertanya : Wahai RasuluLlah siapakah orang-orang asing itu? Nabi menjawab :Mereka adalah orang-orang yang berbuat kebaikan dikala orang-orang berbuat kerusakan, tidak berbantah-bantahan dalam agama Allah dan tidak mengkafirkan salah seorang di antara ahli Tauhid dengan sebab dosa yang telah dia lakukan. Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya dengan Wahai Kafir, maka kekafiran itu kembali kepada salah satunya" Saya berharap dan berdoa semoga disuatu saat akan hadir masanya UUD45 diperbaiki sesuai dengan Pancasila agar agama bisa menjadi comprehensive commitment' dan 'driving integrating motive', yang mengatur seluruh hidup seseorang dalam bermasyarakat dan bernegara demi lahirnya komunitas yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. 

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...