Thursday, October 03, 2013

Harta Dunia...

Saya mendapat kabar bahwa dia ada didalam penjara. Sebagai teman , saya datang membesuknya dipenjara. Kasusnya Narkoba. Dia bukan pemakai tapi pengguna. Ketika bertemu , saya melihat keadaanya sangat lusuh. Tak nampak lagi seperti dulu yang saya kenal. Terakhir saya bertemu dengannya enam tahun lalu. Saya masih ingat dia hampir tidak percaya ketika menerima uang kiriman dari saya. Karena jumlahnya tak pernah terbayangkan seumur hidup olehnya. Dia mendapatka uang itu karena jasanya memperkenalkan saya dengan seseorang. Setelah itu , dia tidak pernah terlibat lagi. Delapan bulan kemudian urusan saya dengan seseorang itu selesai. Tentu dia berhak mendapatkan fee dari saya.  Menurutnya sejak dia menerima uang dari saya, kehidupannya berubah. Dia membeli rumah dikawasan elite. Dia juga membeli kendaraan mewah. Bersama istri dan anaknya dia keliling Eropa. Hidupnya berubah. Tapi karena uang pula membuat dia mengenal dunia malam. Dari dunia malam ini dia berkenalan dengan wanita cantik dan akirnya dinikahinya ( nikah sirih ). Karena itu istrinya minta cerai. Anak anak ikut istrinya.l Dia membeli rumah untuk istri barunya. Namun tak lebih tiga bulan perkawinan itu bertahan karena ketahuan istrinya selingkuh. Dia harus keluar dari rumah karena rumah dibeli atas nama istrinya. Diapun terpaksa pindah ke apartement seorang diri.

Dalam kekalutan akibat rumah tangga hancur, diapun mencari tempat pelarian untuk menghilangkan gundah gulananya. Diapun berkenalan dengan Narkoba. Lambat laut uangpun habis karena untuk menutupi biaya hidup yang mahal. Sementara kecanduan dengan narkoba tidak bisa dihilangkan. Maka terpaksa dia menjadi pengedar narkoba untuk dapat terus mengkonsumsi narkoba. Dan akhinya tertangkap oleh polisi. Menurutnya, andaikan dulu dia tidak pernah mendapatkan uang dari saya mungkin sekarang rumah tangganya masih utuh. Pekerjaannya masih utuh. Dia tidak perlu terjebak dengan narkoba. Tapi, kini karena uang berlebih membuat dia hancur. Dia tidak menyalahkan saya. Dia hanya menyalahkan dirinya sendiri dan Allah maha benar akan firmannya “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. Al-Anfaal/8: 28). Harta itu adalah cobaan.  Saya terenyuh dengan keadaan teman ini namun saya bahagia karena dia mendapatkan hikmah. Sebagaimana dia katakan, apa yang baik menurut kita belum tentu baik manurut Allah. Dan Allah maha tahu apa yang terbaik untuk kita. Namun kadang kita tidak peduli dengan takaran kita sehingga menuntut lebih. Ketika sesuatu kita terima diluar kapasitas kita maka itu akan menjadia cobaan yang sangat berat.

Memang Harta adalah cobaan yang sangat buruk , ingatlah kisah Karun (QS. Al Qashash ayat 78-81). yang dihinakan dengan hartanya , dibenamkan ke bumi beserta hartanya . Mengapa ? “Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, Dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, Dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” (Qs. Al-Aadiyat: 6-8). Sekali anda mencintai harta maka harta itupula yang akan menghinakan anda. Ibnu Abbas pernah berkata: “Ketika dinar dan dirham dibuat, Iblis mengambil dan meletakkannya di matanya sembari berkata, “Engkau adalah buah hatiku, dan penyejuk mataku. Denganmu aku akan membuat manusia melampaui batas dan kufur, dan memasukkan mereka ke dalam neraka.  Aku rela anak adam menyembahku dengan mencintai dunia”.Namun menjadi indah ketika harta  digunakan untuk berbagi kerena cinta dan kasih sayang, karena Allah. “Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al Baqarah : 195). Ya umat islam seyogianya berharta lebih karena perjuangan dijalan Allah butuh ongkos yang tidak murah. Semakin besar harta ditangan semakin besar tanggung jawabnya dihadapan Allah dan semakin besar resiko masuk neraka namun sorga juga terbuka lebar.

Bagaimanapun kita harus punya harta.  Namun sebaik baiknya harta itu didapat dengan proses sunatullah yang benar. Artinya tidak didapat dengan cara mudah seperti berjudi, korupsi atau menipu atau lainnya. Teman saya pernah mendapatkan capital gain dari sahamnya. Padahal perusahaanya belum mendapatkan untung.  Orang tertarik membeli sahamnya karena future. Uang itu  tidak disimpannya di bank , tidak pula dibelanjakan untuk memenuhi keinginannya. Uang itu dia gunakan untuk kegiatan amal. Membangun tempat ibadah  dan menjadi donatur tetap bagi program beasiswa anak anak yatim. Dia juga membantu kerabat serta teman temannya untuk berkembang dan mandiri. Sebagian uang itu diinvestasikan kembali untuk kegiatan usaha. Mengapa ? menurutnya, ketika dia menerima laba besar itu sebetulnya Allah memberikan cobaan berupa bara api keatas tangannya. Bila ia genggam bara api itu dengan nafsunya maka bara api akan membakarnya tapi bila ia genggam dengan niat ibadah maka bara itu akan dingin.  Bara itu akan semakin menyejukan ketika harta itu terdistribusi untuk kaum duafa. Sampai kini hartanya terus bertambah dan dia teap sehat walafiat. Artinya , harta itu membuat dia bahagia dan tentu membuat dia sehat lahir maupun batin.

"Dua manusia akan dirahmati: Yang pertama adalah orang yang diberi oleh Allah al-Qur'an dan ia hidup berdasarkan al-Qur'an itu. Ia menganggap halal apa saja yang dihalalkan, dan menganggap haram apa saja yang diharamkan. Yang lain adalah orang yang diberi harta oleh Allah, dan harta itu dibelanjakannya kepada sanak keluarga dan dibelanjakan di jalan Allah.

No comments:

Menerima kenyataan.

  Saya naik Ojol. Supirnya sarjana. Alih profesi karena situasi dan kondisi. Kena PHK akibat COVID. Setahun setelah itu rumah tangga bubar. ...