Sunday, June 02, 2013

Reuni Smanda Lampung

Acara Reuni SMA2 Bandar Lampung diadakan tanggal 27 Mei. Pada tangal 27 Mei saya sudah di Jakarta. Namun tidak membuat saya segera terpanggil untuk datang. Mengapa ? Saya lulus SMA tahun 1982 dan itu artinya telah 31 tahun berlalu dan itu bukanlah waktu sebentar . Tentu sudah banyak nama nama teman SMA dulu yang lupa, kecuali segelintir nama yang dulu merupakan paling dekat dengan saya. Setelah 31 tahun  berpisah apakah mungkin masih ada tersisa rasa persahabatan seperti dulu? Bukankah waktu bisa membuat orang berubah.  Apalagi lingkungan pergaulan juga mempengaruhi.  Kalau tadinya dia bukanlah siapa siapa  namun setelah masuk dunia perguruan tinggi sehingga menjadi professor atau Phd membuat dia berbeda. Belum lagi yang kebetulan menjadi pejabat tinggi yang terbiasa dihormati dengan jabatannya, apakah mungkin dapat berbaur dengan teman teman lama yang mungkin tidak semua beruntung?. Itulah pertanyaan yang memenuhi isi kepala saya ketika undangan Reuni Akbar datang lewat facebook.  Ditengah kesibukan aktifitas sehari hari , saya menyempatkan mengirim SMS ke Budi yang juga teman satu alumi di SMA2. Apakah keharusan untuk datang? Lewat SMS dikatakannya “Yang penting silahturahminya itu Zel”. Singkat sekali SMS itu namun maknanya sangat dalam. Langsung membuat saya termenung.

Ya silahturahmi adalah bagian dari nilai nilai spiritual manusia sebagai makhluk social. Silaturahim berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah adalah bentuk mashdar dari kata washola-yashilu yang berarti ‘sampai, menyambung’. ar-Raghib al-Asfahani berkata, “yaitu menyatunya beberapa hal, sebagian dengan yang lain.”. Islam sangat menganjurkan silaturahmi. Bahkan, silaturahmi merupakan inti dari ajaran Islam. Allah telah berfirman QS An Nisaa’ 4:1,  “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1). Diantara Ulama tidak ada perbedaan pendapat, bahwasanya hukum silaturahmi adalah wajib (secara umum) dan memutus silaturahmi adalah dosa besar. Mengapa ? Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari no. 5787). Jadi jelaslah bahwa silahturahmi bagian dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.

Dan memang diperlukan kerendahan hati dan keikhalasan untuk senantiasa membukan diri agar silahrurahmi dengan siapapun terus terjaga tanpa terputus. Ada sekelompok orang berniat baik dengan berinisiatif untuk membuat acara Reuni dengan tujuan agar silahturahmi yang lama terputus kembali terjalin. Mengapa hanya karena kesibukan urusan dunia yang tak pernah habisnya ini , sehinga saya jadikan second issue Reuni ini?  Apa yag disampaikan oleh Budi via SMS itu langsung menyadarkan saya tentang keegoisan saya. Bersegera saya ikhtifar. Alhamdulilah, akhirnya saya dan Budi berangkat bareng ke Lampung untuk menyambung  kembali silahturahmi atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Saya datang tepat pada acara puncak Reuni Akbar yang diadakan di Kampus Universitas Lampung di Gedung Serba Guna  ( GSG). Acara itu dihadiri oleh ribuan undangan. Maklum acara ini adalah reuni dari semua angkatan yaitu dari tahun 1966 sampai 2012. Kebetulan Gubernur Lampung adalah alumni SMA 2 tahun 1966, juga Kemandan Korem Lampung adalah alumni SMA2 tahun 81. Memang sebagian besar Alumni SMA2  mempunyai posisi hebat di Pemda dan DPRD Lampung. Tapi bukan hanya di lampung, dia daerah lain bahkan sampai ke luar negeri alumni SMA 2 exist dengan prestasi yang membanggakan.

SMA2 adalah sekolah favorite di Bandar Lampung dan muridnya merupakan kumpulan anak anak lulusan SMP dengan prestasi terbaik. Yang membuat SMA2 terus menjadi sekolah berkualitas karena system  yang memaksa kompetisi diantara murid terus berlangsung. Sejak dari penentuan kelas sampai kepada penjurusan. Semakin kecil urutan kelasnya semakin hebat dia. Anak IPA adalah anak pilihan dan merupakan kebanggaan bagi anak anak bila dia masuk jurusan IPA. Mungkin system kompetisi ini , saya merasakan ada jurang hati antara murid IPA dengan IPS. Antara IPA 1 dengan IPA3 dan seterusnya. Namun pada Reuni Akbar ini, tidak nampak lagi perbedaan diatara kami. Semua seakan melupakan kompetisi yang pernah ada. Semua mencair menjadi satu keluarga besar untuk saling menyapa dan mendoakan.Ketika bertemu, tidak ada yang bertanya tentang titel, harta, jabatan, Pertanyaan yang mengemuka adalah tentang kesehatan dan keluarga.  Inilah hikmahnya usia. Diusia yang menua ini, kami mendapatkan hikmah bahwa  tak ada yang perlu menepuk dada dibalik kehebatan prestasi dan materi. Yang utama adalah bagaimana menyambung silahturahmi dan kepedulian atas dasar kekeluargaan. Mengapa? Hanya masalah waktu kami akan dipanggil Tuhan, dan semua didunia ini akan ditinggalkan kecuali amal kebaikan.

Malam harinya saya menghadiri jamuan makan malam khusus untuk alumi SMA 2 angkatan tahun 1982 yang diadakan di Sheraton Hotel Lampung. Seusai acara makan malam, dilanjutkan dengan pentas nyanyi yang diiringi organ tunggal. Tidak ada penyanyi yang di hired dari luar. Semua penyanyi adalah teman teman satu alumni sendiri. Ketika itulah suasana seakan kembali kepada 31 tahun lalu. Teman saya mengatakan bahwa dia merasa haru ketika bertemu kembali dengan teman teman sekolah apalagi sekelas pada usia menua ini. Tak bisa dibayangkan betapa bahagianya hati ini. Sayapun merasakan hal yang sama seperti apa yang ditulis oleh Hellen Keller bahwa seringkali hal-hal terindah di dunia ini tak bisa terlihat dalam pandangan, tak bisa terdengar atau teraba dengan sentuhan. Hanya bisa dirasakan dalam hati. Itulah hikmahnya silahturahmi…

No comments:

Ujian keimanan

  Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau bu...