Tuesday, May 10, 2011

Komunita Cinta.

Seorang wanita bertubuh ramping berusia dibawah 30 tahun. Berjalan mengelilingi penjuru kota. Dia mendatangi rumah rumah dan berbicara tentang cinta dan kasih sayang. Banyak yang mentertawakannya dan banyak pula yang hanya mendengarnya bicara. Tapi ada juga yang tertarik. Namun tak mudah untuk orang berbuat ketika dia mendengar apa yang dia katakanya. Bertahun tahun, bermil mil langkah dikayuh untuk menyebarkan semangat cinta kasih kepada siapa saja yang ditemuinya. Dia tidak bicara tentang sorga atau neraka. Dia bicara tentang cinta. Proses panjang yang bagi banyak orang itu adalah kesia sian namun baginya adalah sebuah Hope. Mungkin sebuah keberuntungan atau apalah , bila kenyataanya ada segelintir wanita yang bersedia mendengar kata katanya dan ikut memberi ”sedikit”. Baginya pemberian itu jauh lebih bernilai ketika orang menyadari perlunya berbagi untuk sebuah Hope.

Lantas apa yang dia perjuangkan sebetulnya ? Bukankah sudah begitu banyak orang bicara dan berbuat untuk kemanusiaan. Apa lagi yang dia tawarkan kepada orang banyak. Adakah sesuatu yang luar biasa ? Dia menawarkan program cinta kepada siapa saja. Bukan mengumpul uang untuk sebuah kegiatan sosial. Tapi mengumpulkan cinta. Anda punya uang, maka cinta anda ditebarkan dalam bentuk uang. Anda punya tenaga, maka cinta anda ditebarkan melalui tenaga. Anda punya keahlian, maka cinta anda ditebarkan lewat keahlian itu. Siapapun , sekecil apapun perannya, yang dinilai adalah cinta besar dari pemberian itu. Cinta besar itu tertuang dalam bentuk ketulusan untuk berbuat demi sepatah kata tentang cinta. Wanita itu memulainya dalam usia muda ditahun 1960 an. Tahun 1966 dia sudah mendirikan Yayasan sebagai lembaga resmi untuk komunitas cinta. Kini Yayasan itu merupakan yayasan dengan asset terbesar didunia.

Salah satu teman saya, seorang pengusaha, dimintai tolong oleh Pemda Aceh agar mengelola tanah terlantar seluas ribuan hektar akibat HPH. Penelitiannya tentang lahan ini mendapat dukungan dari Yayasan. Hubungan bisnis antara PIR dan INTI yang jadi kebanggaan pemerintah namun kenyataannya meng explotasi buruh kebun, namun bagi yayasan ini dibumikan dalam konsep cinta. Ribuan tenaga transmigran yang banyak terlantar di Sumatera digiring dalam pengelolaan lahan itu untuk perkebunan Sawit. Dari biaya pembibitan, biaya selama proses tanam hingga produksi ditanggung oleh relawan yayasan. Bahkan sampai kepada tenaga akhli perkebunan berasal dari relawan Yayasan. Yayasan tidak memiliki lahan itu. Semua lahan milik Pekerja dan pengelolaannya dibantu oleh tenaga Ahli yayasan dibidang industri CPO, Agriculture, Keuangan. Kini ribuan transmigran itu telah menjadi midle class. Tentu mereka telah pula menjadi bagin kekuatan dari program cinta yayasan untuk ditebarkan kepada pihak lain.

Mungkin anda semua tahu produk merek DRAM, ya komponen computer. Produk ini dibuat dalam konsep cinta. Mungkin ada juga tahu apa itu produk bermerek ACER. Dan banyak lagi deretan produk dan bisnis berkelas dunia dibuat dengan konsep cinta. Para pekerja bekerja paruh waktu tanpa dibayar. Para penyumbang modal menempatkan dananya tanpa berharap capital gain. Para ahli bekerja keras menciptakan produk inovatif tanpa berharap paten. Semua mereka dibayar dengan cinta oleh yayasan itu. Dari keuntungan produk itu, jutaan dollar mengalir menopang kegiatan cinta. Membangun rumah sakit bebas bayar bagi mereka yang tidak mampu. Memperbaiki kawasan kumuh menjadi kawasan layak huni bagi simiskin. Membangun Rumah Panti bagi para yatim piatu. Membangun perawatan bagi para cacat phisik dan banyak lagi. Terlibat aktif dalam program bantuan sosial diseluruh dunia akibat bencana alam. Bahkan negara yang di ban intenational seperti Iran dan Korea Utara , yang tak mungkin lembaga PBB terlibat, Yayasan ini hadir memberikan bantuan secara langsung dan terprogram.

Ya Yayasan itu bernama The Tzu Chi Foundation. Merupakan lambaga charity terbesar didunia. Mempunyai perwakilah diseluruh dunia. Tidak mengenal ras, agama, politik. Mereka menebarkan cinta dimana saja kepada siapa saja. Wanita pendiri yayasan itu adalah Cheng Yen, kini bergelar Dharma Master. Idenya sederhana saja yaitu menggabung semua potensi manusia dibidang Bisnis, keahlian, tenaga, untuk menjadi relawan cinta. Ketiga potensi itu menjadi kekuatan yayasan membangun komunitas cinta dan tempat aman bagi mereka yang dimiskin oleh system yang korup. Suka tidak suka, langsung tidak langsung, banyak kebijakan politik dibanyak negara yang tadinya tidak pro rakyat miskin akhirnya kembali kepada Pro rakyat miskin akibat ikatan komunitas cinta ini. Bahkan di Taiwan, reformasi Partai Kuo Mintang terjadi akibat gerakan yayasan ini yang mengakibatkan pemilih pada pemilu hanya 2%. Gerakan ini tidak meminta membubarkan Kuo Mintang, mereka hanya minta agar terjadi perubahan untuk pro rakyat miskin.

Islam , bukan hanya punya konsep soal cinta itu tapi merupakan ruh dari Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Seharusnya Islam lebih baik membangun komunitas cinta. Ya, kan. Bisahkah kita yang ahli tekhnik bangun meluangkan waktu kita tanpa dibayar untuk terlibat dalam rancang bangun rumah sekolah, rumah sakit, dan lain lain untuk orang miskin. Bisahkah kita yang mempunya uang banyak, menebarkan uang itu untuk program sosial lewat kegiatan produksi untuk berkembang sebagai fuel kepedulian. Bisahkah kita yang pekerja di swasta atau PNS , meluangkah waktu untuk menjadi relawan membantu pedagang kaki lima, Pengrajin kecil, mendapatkan pencerahan bagaimana mengelola usaha yang baik , mengenalkan dengan konsep prizinan formal, mengajarkan marketing konsep dan lain sebagainya. Bisakah kita yang dokter, mengorbankan paruh waktunya untuk bekerja di rumah sakit sosial tanpa dibayar. Siapapun itu, dengan potensinya, sangat berharga bagi mereka yang didera oleh sistem pemiskinan, yang tak berkeadilan. Siapa lagi yang peduli kalau bukan kita yang mampu.

Keadilan Allah kepada mereka yang tidak beruntung justru dengan menciptakan kita yang beruntung untuk berbagi. Ya kan.

No comments:

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...