Monday, April 11, 2011

Hamba setan

Berita tentang anggota Dewan yang tertangkap kamera sedang menonton adegan porno lewat Galaxy Tab ( samsung ) pada saat sidang paripurna menjadi bahan pembicaraan publik. Teman saya sempat berkomentar lewat message facebook, dia bilang bahwa Gedung DPR sudah jadi sarang Setan. Saya sempat tersenyum membaca message itu. Dia menyebut gedung DPR adalah sarang setan. Dia geram. Mungkin kegeramannya akibat kekecewaan dengan kader yang dia pilih dan yakin partai yang membina kader itu akan menjalankan visi misi Islam sebagai sumber keadilan. Kasus memalukan ini bukan hanya kali ini, dulu ada juga anggota dewan yang video pornonya bersama artis beredar. Ada pula berita seorang cleaning service menemukan kondom di tempat sampah ruang kerja anggota Dewan. Dalam buku DPR undercover, disebutkan cerita yang sangat miris tentang kebejatan mora anggota Dewan.

Cara setan memang sangat sistematis dan mereka cerdas menggiring manusia kedalam perangkapnya. Lewat hulubalangnya (manusia ), setan membenamkan mindset kedurhakaan kepada Allah atau disebut dengan mind corruption. Lewat mind corruption itulah sistem dibangun. Dengan menggunakan perangkat yang disediakan Allah berupa nafsu pada manusia , setan mencerahkan manusia dengan segala tesis agar sistem terbangun. Orang yang ilmunya tanggung tak akan mampu mendebat manusia yang sudah dijadikan laskar setan itu. Makanya jangan kaget bila ada orang yang begitu idealis keagamaannya ketika masuk gedung DPR , lambat atau cepat dia akan masuk perangkap. Tidak usah terkejut bila pribadi mereka seperti dekat dengan maksiat karena itu adalah bagian dari pakaian mereka sebagai hamba setan.

Mungkin ada yang merasa tersinggung dengan narasi saya diatas. Atau menuduh saya paranoid. Semoga benar saya paranoid. Tapi bacalah firman Allah ini ”Sesungguhnya kekuasaannya ( setan) hanyalah atas orang orang yang mengambilnya jadi pemimpin, karena mereka telah menyatukan dirinya dengan setan. Dan atas orang orang yang mempersekutukannya dengan Allah ( An-Nahl (16): 100). DPR adalah sumber sistem dibangun. Bacalah semua aturan dan UU yang dibuat , keliatannya islami namun secara prinsip sangat bertentangan dengan AL Quran dan Hadith. Mereka anggota Dewan bisa saja menyanggah bahwa mereka tidak menjadikan setan sebagai pemimpin. Tapi mengapa mereka membuat aturan tidak sesuai dengan AL Quran dan Hadith ? Mengapa mereka berkiblat kepada standard hukum sekular. Mengapa mereka menolak keras Islam sebagai dasar bersyariah dalam bernegara dan berbangsa?

Mengapa ? Tentu dengan kecerdasan yang dibekali oleh setan mereka mampu menjawab dengan sempurna pertanyaan itu. Sangat sempurna untuk diterima oleh rakyat yang mayoritas awam ilmu agamanya. Yang mencoba menyanggah dengan amarah maka akan dianggap sebagai teroris atau anti persatuan dan kesatuan atau tidak demokratis.. Ada polisi yang siap menangkap dan ada pula hakim yang akan mengeluarkan vonis penjara. Mereka lebih hebat dari setan. Buktinya kita menolak setan , engga pernah setan masukin kita ke sel. Kalau begitu Setan tidak perlu lagi ada di DPR. Untuk apa ? Ya ,kan. ? Oh setan berada diring lain yang perannya lebih strategis untuk mendukung kelangsungan sistem itu. Setan akan memfocuskan dirinya di majelis zikir, di masjid, di sajadah orang sholat, di tempat orang berbicara tentang syariat dan hakikat Agama, ditempat orang berjihad untuk meninggikan kalimat Allah. Disinilah setan berada dengan teamnya yang ahli disegala bidang untuk membuat manusia lupa akan Allah.

Mungkin di era sekarang setan tidak lagi menghalangi orang sholat, berzikir, berhaji, mengaji, puasa, tapi menganjurkan orang untuk menerima sistem dengan tangan terbuka atas aturan dan undang undang yang dibuat DPR. Karena lewat aturan dan UU itulah sistem terbangun dan masyarakat terjebak didalam atmosfir yang memanjakan nafsu. Bila manusia sudah memanjakan nafsu maka manusia lebih dari setan , dia tidak lagi mentuhankan Allah tapi mentuhankan selain Allah, bisa saja jabatan, harta, uang, atau dirinya sendiri. Ingatlah kata iblis ketika berbicara kepada Fir’aun ” aku lebih baik dari engkau karena aku hanya menganjurkan manusia untuk tidak menyembah Allah dan aku tetap mengakui Allah. Tapi engkau malah mengatakan kepada manusia ”akulah Tuhan kalian yang agung”. Ya kalau manusia sudah menolak cara Allah mengatur kehidupan maka manusia sudah mengatakan diri nyalah Allah.

Dan sekali lagi, setan memang cerdas namun ” sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaanya atas orang orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya ( An-Nahl (16) : 99). Orang orang seperti ini semakin hari semakin minoritas dan terlempar disudut hiruk pikuk sistem demokrasi ” yang mayoritas yang menang ”. Tanyalah pada diri kita sendiri , apakah kita termasuk yang mayoritas atau minoritas? Yang pasti bagi mereka yang minoritas tanpa berbuat apapun untuk merubah sistem maka negeri makmur sejahtera dibawah lindungan Allah tak akan pernah sampai disini. Yakinlah !

No comments:

Rakus itu buruk.

  Di Hong Kong, saya bersama teman teman dari Jepang menikmati malam sabtu pada suatu private KTV. Para pramuria nya adalah profesional  ber...