Saturday, July 10, 2010

Isra Mikraj

Ketika awal Adam diciptakan , Allah meminta kepada seluruh makluk sujud kepada Adam. Semua mengikuti walau Malaikat sempat meragukan manfaat keberadaan Manusia. Tapi iblis menolak. Padahal sebelumnya iblis adalah makhluk yang paling taat kepada Allah. Penolakan iblis bukan tanpa alasan yang kuat. Iblis mencoba menyampaikan analogi kelebihannya dibandingkan manusia,hingga apakah pantas dia yang lebih baik secara materi penciptaan tapi harus tunduk kepada Adam yang terbuat dari tanah. Ketika itu Allah tidak mau didebat. Allah hanya berkata ” Aku lebih tahu dari segala yang tidak kamu ketahui.” Malaikat menerima tanpa syarat. Iblis menerima hak Allah untuk menciptakan Adam tapi dengan syarat bahwa iblis akan merusak manusia. Iblis ingin membuktikan bahwa ia lebih baik dari manusia. Dan Iblis minta hak itu dari Allah. Allah memberi hak itu lengkap dengan facilitas apa yang diperlukan iblis untuk merusak manusia.

Sejak itu, iblis menjadi perusak hebat. Tubuhnya yang berasal dari ether yang bisa bergerak melintasi dimesi alam nyata dan gaib, serta facilitas kemudahan dari Allah untuk menggoda manusia memang efektif membuat manusia menjadi rusak. Allah hnaya menonton itu dari satu kemasa berikut. Dari satu Rasul ke Rasul berikutnya. Selama itupula Iblis tertawa dan menari girang dengan menyaksikan tak terbilang korban akibat godaanya. Bahkan ketika Muhammad kehilangan Istri tercinta, Siti Chadijah dan kemudian pamannya Abu Thalib, serta penolakan dari kaummnya, iblis jadikan itu sebagai momentum untuk melemahkan keimanan Rasul. Dan ketika itulah Allah berbuat dengan keperkasaannya. Muhammad dipanggil menghadap Alah lewat perjalan Mikraj. Jibril dikirim oleh Allah untuk membawa rasul dalam perjalanan agung itu.

Puncak dari perjalanan agung itu adalah perintah sholat, disampaikan tanpa perantara jibril karena perintah itu disampaikan di sidratul muntaha, jibril tak diberi hak untuk sampai kesana apalagi iblis. Allah langsung mengajarkan Nabi tata cara sholat itu dan jadwal sholat. Pada saat itulah hijab yang ribuan tahun sejak Adam diciptakan,kini dibuka oleh Allah. Bahwa manusia itu adalah replikasi kehadiran Allah. Sholat adalah jembatan maya yang menghubungkan manusia dengan Allah. Sholat adalah syariat ,compliance untuk menjadi jembatan yang kokoh antara manusia dengan penciptanya. Hingga tak ada jarak apapun antara manusia dengan Allah. Setiap saat ketika Manusia sholat sebetulnya dia sedang melakukan mikraj , ia sedang tidak berada didunia dimana dia berpijak. Batin atau Ruhnya sedang berada di sidratul muntaha , melihat kebesaran Allah , satu tanpa dipersekutukan.

Rahasia kemuliaan manusia lengkap dengan compliance nya baru diketahui oleh Iblis setelah Muhammad melaksanakan sholat sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh Allah. Pada saat itulah Iblis mengetahui perbedaan antara makhluk dan hamba Allah yang bernama manusia. Manusia sebagai mahkluk adalah manusia yang menjauh dari Allah namun tetap mengikuti ketentuan Allah *Sunattullah),. Manusia seperti ini memang mudah ditaklukan namun ini bukan manusia seperti yang Allah maksud., Ini makhluk bernyawa yang bernama ”manusia” namun lebih rendah dari binatang. Tapi manusia sebagai ”hamba Allah”, yang tak pernah meninggalkan sholat, yang selalu berdialogh dengan Allah, maka ia adalah repliksi dari Allah itu sendiri. Tempat manusia sebagai hamba Allah berada di istana cinta Allah , dan iblis tak akan bisa menyentuhnya, apalagi menggodanya. Malaikat yang derajatnya lebih tinggi dari iblis saja sujud kepada manusia hamba Allah ini.

Derajat hambat Allah ini bertingkat sesuati dengan kemampuannya memenuhi compliance mendekat kepada Allah., Yang elementary disebut mukmin. Yang tingkat intermediate disebut mukhlis dan yang advance disebut sebagai insan kamil, Ia menjadi manusia sempurna, mempunyai sifat ketuhanan dan dalam dirinya terdapat bentuk (shurah) Allah. Dialah bayangan Tuhan yang sempurna. Dan dialah yang menjadi perantara antara manusia dan Tuhan. Insan Kamil terdapat dalam diri para Nabi dan para wali. Di antara semuanya, Insan Kamil yang tersempurna terdapat dalam diri Nabi Muhammad.

Magic Word

  Waktu saya pergi merantau. Setiap bulan pasti surat ibu saya datang. Walau saya tidak kuliah. Pekerjaan tidak tetap. Tetapi tidak pernah i...