Friday, December 04, 2009

Kiamat

“Benarkah kiamat tahun 2012.? “ demikian putra saya bertanya kepada saya seusai dia menonton film berjudul 2012. Saya hanya tersenyum mendapatkan pertanyaan itu. Apa yang terbayang oleh saya adalah kehebatan Holiwood menjual tema tetang hal yang menakutkan atas sesuatu yang selama ini tidak diyakini oleh orang barat /orientalis.Tapi bagaimanapun film 2012 sudah mampu mengingatkan esensi kehidupan kita bahwa pada saatnya kehancuran itu akan terjadi sebagai bagian dari sunatullah tentang eksistensi alamsemesta berserta isinya. .

Fase manusia itu “ada” melewati tahapan. Semuanya berhubungan dengan sang waktu. Waktu bergerak kedepan dan tak pernah surut kebelakang. Keadaan awal manusia tercipta pada suatu "ruang yang tak berwujud". Dia ada tapi tiada. Fase ini melewati rentang waktu yang sangat panjang sampai Allah membuat blue print / formula eksistensi manusia dalam bentuk saripati tanah. Saripati inilah yang dibentuk utuh menjadikan manusia Adam ( prototipe manusia ) setelah dicampurkan jiwa dan ruh. Setelah Adam dijadikan oleh Allah maka proses berlangsung miliaran tahun sampai dibentuknya bumi berserta alam semesta.

Ketika Bumi terbentuk , Manusia tak lagi diciptakan seperti Allah menjadikan Adam. Tapi berasal dari air hina ( sperma plus ovum ) yang juga merupakan saripati tanah. Sebetulnya tidak berbeda dengan Adam. Hanya prosesnya berbeda. Kalau Adam diciptakan langsung dari cetakan ( Protipe) tapi manusia setelah Adam dijadikan melewati proses terbentuknya saripati tanah melalui zat makanan yang dimakan manusia. Keberadaan alam semesta berserta isinya tak lebih mendukung eksistensi manusia di bumi. Itulah sebabnya manusia itu disebut rahmatan lilalamin.

Alam semesta sendiri awalnya dibentuk dari bioplasme yang sangat kecil ( hampir tak nampak dengan kasat mata ) namun mempunyai energy tak terbatas. Enstein sendiri hanya bisa menduga besaran energy itu dalam teori relativitas energy. Biosplasme ini meledak yang dikenal dengan BIG BANG. Ledakan tersebut menimbulkan debu kosmik yang berputar , berproses , bermetamorfosa , miliaran tahun hingga menjadi galaksi termasuk bumi.. Sampai kini proses itu terus berlanjut sampai semua menjadi tidak ada atau kembali kepada Allah.

Jadi kiamat itu adalah sunatullah dari eksistensi alam semesta berserta isinya termasuk manusia. Kiamat bukanlah hal yang mistik tapi sesuatu yang jelas diinformasikan oleh alquran dan hadith. Ini pasti terjadi. Tapi kapan itu akan terjadi,kita tidak akan pernah tahu.Karena kita terisolasi oleh ruang dan waktu. Selagi jiwa kita dibalut oleh raga kita maka selama itu pula kita tidak akan pernah tahu tentang masa depan. Hanya “jiwa “ yang bisa melihat masa depan. Makanya ketika raga kita tercabut dari jiwa kita karena kematian maka secara sunatullah pula kita bisa melihat peristiwa kiamat dengan jelas. Walau waktu dibangkitkan /kiamat belum sampai kepada kita tapi jiwa kita mampu melihat masa depan itu. Kebenaran akan Alquran dan hadith menjadi terang namun rasa sesal untuk memperbaiki kesalahan tak ada gunanya lagi karena raga kita sudah tercabut.

Kiamat adalah kelanjutan proses keberadaan alam semesta dan manusia. Bumi sebelumnya telah digulung, kitab mulia sudah digulung, hadith telah digulung, juga alam semesta sudah digulung. Yang ada adalah dunia baru dengan dimensi lain namun tetap dibumi (QS: Al A'Raaf (7):25). Fase pada bumi baru ini akan melewati proses miliaran tahun bahkan lebih lama dibandingkan proses keberadaan bumi kita sekarang. Pada proses inilh ujud sejatinya eksistensi manusia diadili (QS: Al An 'aam (6): 160) tentang kebenaran, kebaikan. Pada fase ini pula kehidupan hanya diisi dua kelas, yaitu sorga dan neraka. Tidak ada pemerintah,presiden atau Raja selain Allah.Yang sorga mendapatkan nikmat sebaik baikya disisi Allah (QS. Huud (11): 108). Yang neraka mendapatkan seburuk buruknhya azab dari Allah ( QS. Huud (11) : 106-107)

Fase terakhir bukanlah kiamat. Fase tarakhir adalah apabila semua lenyap dan yang eksis hanyalah Allah QS: Ali Imran (3): 109 ). Maka usailah sudah drama keberadaan manusia melewati rentang waktu (QS: An Aam (6): 62). Makanya Allah berfirman ( QS; AL Ash (103) :1-3“ Demi waktu , sesungguhnya manusia hidup dalam keadaan merugi kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya mentapi kesabaran.. “ Saatnya menebarkan kebaikan amal sholeh dimuka bumi untuk cinta hanya kepada Allah, satu tanpa dipersekutukan ( QS: Al Baqarah (2) : 165)

Wallahu a’lam bishshawab...

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...