Saturday, August 01, 2009

Miracle

Dalam kehidupan sekarang ini, kita tentu sering menghadapi masalah. Kadang membuat gundah dan kawatir dengan segala masa depan kita. Kehilangan pekerjaan, diburu hutang, tak mampu bayar uang sekolah anak. Istri sakit tak ada uang berobat, di aniaya orang lain ,di fitnah dan banyak lagi yang menyesakan dada kita. Kita seperti berada diruang sempit ,dimana kekuatan akal dan tenaga tak lagi mampu mengatasinya. Maka jangan lupa…jangan lupa untuk berdialogh dengan Allah..

Dalam hadith yang dirawikan oleh HR. Bukhori Muslim., bercerita tentang tiga orang pemuda yang tersesat didalam sebuah goa. Karena sesuatu hal , hingga goa itu tertutup rapat. Dengan segala daya mereka berusaha untuk keluar dengan menggeser batu itu. Tapi tak berhasil. Upaya mencari jalan alternative untuk keluar dari goa itupun tak berhasil ditemukan. Akal dan kekuatan mereka tak berdaya menghadapi kenyataan ini. Mereka lelah. Lantas diantara mereka berkata.” Hanya Allah yang bisa menyelamatkan kita keluar dari goa ini. Karena apapun upaya kita telah dicoba dan hasilnya nihil. Nah marilah kita berdoa …” Mereka membutuhkan miracle.

Ketiga pemuda ini sadar bahwa mereka bukanlah seorang Ahli Ibadah yang hafal alquran atau pernah berjijhad membela agama dimedan perang. Tentu ada terbersit didalam pikiran mereka rasa malu untuk meminta mirracle dari Allah. Dalam batas rasional , kadang ketika manusia didorong oleh hasrat yang besar namun akal dan tenaga tak mampu menggapainya maka miracle selalu didamba. Dalam hal pemuda ini , apakah pantas mendapatkan itu dan kalau pantas bagaimana mendapatkannya ? Maka mereka sepakat untuk berdialogh dengan Allah lewat amalan yang pernah diperbuatnya., Dengarlah cara mereka berdialohg :

Pemuda pertama : ’Wahai Allah dahulu saya mempunyai ayah dan ibu dan saya biasa tidak memberi minuman susu pada seorang pun sebelum keduanya (ayah-ibu), baik pada keluarga atau hamba sahaya. Pada suatu hari saya menggembalakan ternak ditempat yang agak jauh sehingga tidaklah saya pulang kecuali sesudah larut malam sementara ayah ibuku telah tidur. Maka saya terus memerah susu untuk keduanya dan saya pun segan untuk membangunkan keduanya dan saya pun tidak akan memberikan minuman itu kepada siapa pun sebelum ayah ibu. Lalu saya menunggu keduanya hingga terbit fajar, maka bangunlah keduanya dan minum dari susu yang saya perah itu. Padahal semalam anak-anakku menangis didekat kakiku meminta susu itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua benar-benar karena mengharapkan keridhoan-Mu maka lapangkanlah keadaan kami ini

Allah Menjawab : Pintu goa tersibak sedikit tapi belum cukup lebar untuk bisa keluar. … Mirracle pertama terjadi

Pemuda Kedua : ’Wahai Allah saya pernah terikat cinta kasih pada anak gadis pamanku, karena sangat cintanya saya selalu merayu dan ingin berzina dengannya akan tetapi ia selalu menolak hingga terjadi pada suatu saat ia menderita kelaparan dan datang minta bantuan kepadaku maka saya memberikan kepadanya seratus duapuluh dinar akan tetapi dengan perjanjian bahwa ia akan menyerahkan dirinya kepadaku pada malam harinya. Kemudian ketika saya telah berada diantara dua kakinya, tiba-tiba ia berkata,’Takutlah kepada Allah dan jangan kau pecahkan ‘tutup’ kecuali dengan cara yang halal. Saya pun segera bangun daripadanya padahal saya masih tetap menginginkannya dan saya tinggalkan dinar mas yang telah saya berikan kepadanya itu. Wahai Allah jika saya melakukan itu semata-mata karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarkanlah kami dari kemalangan ini.

Allah menjawab : Pintu goa bergeser semakin lebar namun masih belum cukup untuk bisa keluar. Miracle kedua terjadi

Pemdua ketiga : ’Wahai Allah dahulu saya seorang majikan yang mempunyai banyak buruh pegawai dan pada suatu hari ketika saya membayar upah buruh-buruh itu tiba-tiba ada seorang dari mereka yang tidak sabar menunggu dan ia segera pergi meninggalkan upah, terus pulang ke rumahnya dan tidak kembali. Maka saya pergunakan upah itu sehingga bertambah dan berbuah menjadi kekayaan. Setelah beberapa waktu lamanya buruh itu pun datang dan berkata,’Wahai Abdullah berilah kepadaku upahku dahulu itu?’ Saya menjawab,’Semua kekayaan yang didepanmu itu adalah dari upahmu yang berupa onta, lembu dan kambing serta budak penggembalanya itu.’ Orang itu berkata,’Wahai Abdullah kau jangan mengejekku.’ Saya menjawab,’Saya tidak mengejekmu.’ Lalu diambilnya semua yang disebut itu dan tidak meninggalkan satu pun daripadanya. Wahai Allah jika saya melakukan itu semua karena mengharapkan keredhoan-Mu maka hindarilah kami dari kesempitan ini

Allah menjawab “ Pintu goa terbuka lebar. Hingga mereka semua bisa keluar dari ruang sempit digoa itu. Miracle ketiga terjadi dan tuntas menyelesaikan masalah..

Kisah diatas sebagai suatu analogi bahwa impossible is nothing. Ada tiga amalan sholeh tertinggi dan ini sejajar dengan berjihad dimedan perang membela agama, yaitu Berbakti kepada ibu bapak. Kedua, menolak berzina dan yang Ketiga berlaku adil kepada yang lemah…Inilah yang akan memberikan miracle kepada anda semua bila akal dan tenaga tak lagi mampu mengatasi. Dikala ada kesempatan dan lapang maka perbanyaklah amal sholeh itu. Karena itu adalah trigger untuk mendapatkan miracle yang bersumber dari Allah.

Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...