Thursday, May 01, 2008

Meniru dan mengikuti

Ketika Dede Yusup terpilih sebagai wakil Gubernur Jawa Barat, teman saya bertanya kepada saya “ Mau tahu , siapa penipu terhormat ? Saya mengerutkan kening. Karena mana ada pula penipu yang dihormati. Dalam kebingungan ini, teman saya menjawab sendiri pertanyaannya “ Artis “. Semakin hebat dia bermain memerankan tokoh yang diinginkan oleh sutradara , semakin terpukau kita menonton adegannya. Setelah film usai , kita semua sadar bahwa kita baru saja ditipu oleh sekelompok team yang terdiri dari sutradara, penulis scenario, cameraman , visual effect dll. Untuk itu semua kita harus membayar dan berterima kasih kepada artis yang telah berhasil memancing emosi kita. Artispun kita hormati dan dikagumi. Kita sadar bahwa kita menghormati dia karena kepiawaiannya melakonkan tokoh imajiner yang dicreate oleh sutradara. Artinya kita hormat karena kepiawaian artis berperan total mengikuti karakter tokoh yang diinginkan oleh sutradara.

Manusia memang mempunyai kemampuan untuk meniru atau mencotoh orang lain secara sempurna. Konsep Neoro Linguistic Programming ( penyusunan bahasa syaraf ) menjelaskan bahwa setiap manusia mempunyai susunan syaraf yang sama. Artinya segala sesuatu yang orang lain dapat lakukan , kita juga bisa melakukannya. Eisenhower bukanlah jenderal lulusan West poit. Dia hanyalah seorang guru. Tapi dengan meniru para jenderal yang sukses , dia berhasil memimpin pasukan AS untuk menaklukan german di eropa ketika perang dunia kedua. Sukses memang meninggalkan jejak. Kita semua bisa meniru orang orang yang sudah sukses dalam kehidupan dan menemukan sukses seperti yang kita inginkan. Caranya tidak jauh beda dengan artis yang ingin memerankan tokoh yang diinginkan oleh sutradara. Semua informasi , model , prilaku, keseharian dari tokoh tersebut, diexplorasi , diobservasi dengan teliti dan kemudian ditiru dalam berbagai latihan untuk kemudian diterapkan dalam setiap adegan.

Kalau ingin meniru maka tirulah yang terbaik. Muhammad SAW adalah teladan terbaik dan terlengkap untuk semua aspek kehidupan. Beliau adalah manusia biasa yang terlahir dari perkawinan yang syah, bermain, belajar, bekerja , menikah dan memiliki keturunan. Beliau berjalan dipasar dan membawa barang dagangannya, menyapu rumah, menjahit pakaiannya yang robet, memotong daging serta menyiapkan sayuran didapur. Beliau merasakan harap dan cemas, miskin dan kaya, lapang dan susah, menyendiri dan bermasyarakat. Sebagai pemimpin beliau berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dihadapan hokum,memperoleh kemenangan dan kekalahan, keceriaan dan kesedihan. Tubuhnya tidak terdiri dari besi tapi daging dan tulang biasa, hingga dia pernah terluka dalam peperangan. Semua hal tetang beliau adalah sama dengan kita tapi yang berbeda hanyalah satu bahwa beliau diamanati wahyu oleh Allah dan senantiasa dijaga oleh Allah dari setiap kesalahan. Inilah cetak biru bagi setiap manusia agar dapat melewati hidup dengan sukses, yang tercermin dari cara berpikir ( way of thinking ) , merasakan ( feeling ) dan kemampuan memfungsikan semua potensi positip ( functioning ) sebuah cara hidup ( the way of life ) dan cara menjadi ( way of being ) yang transformative.

Tentu banyak tokoh lain didunia ini yang berhasil mencatat sejarah sebagai pemimpin . Tapi sebagian mereka berakhir dengan kehinaan. Napoleon berakhir di pengasingan dan dihinakan. Hitler terkubur dibawah puing puing banker bawah tanah dalam kekalahan. Pol Pol diburu sebagai pesakitan. Alexander terbunuh karena konplik cinta. Mengapa ? Karena, meskipun mereka dapat menggerakan massa dengan kemampuan memancing emosi secara luar biasa namun pada kenyataanya semua itu dilakukan untuk tujuan amoral. Mereka ahli menggunakan retorikanya , memanfaatkan segala cara yang bisa memancing emosi public untuk mengikutinya. Mereka piawai untuk memadamkan harapan dan optimisme pengikut lawan , disisi lain dengan creative membangun illusi agar orang mengikutinya. Inilah model kelicikan yang disyahkan dalam politik ala demokrasi. Namun , teladan Muhammad lain. Dia mengajarkan hal yang konstruktif agar emosi tetap terjadi secara positip Ia mengundang orang untuk mengambil langkah keyakinan melalui sepatah kata tentang apa yang mungkin , menciptakan sebuah inspirasi kolektif. Nah diakhir karir beliau adalah kehormatan dan kemuliaan abadi.

Layaknya kehidupan adalah sebuah pentas film yang di create oleh Allah . Quran adalah scenario dari sebuah pertunjukan yang diinginkan oleh Allah untuk manusia dengan peran utama sebagai khalifah dimuka bumi dengan judul “ rahmat bagi alam semesta” . Quran memang layaknya scenario yang bercerita secara umum dan menyeluruh tapi tidak detail. Allahpun menentukan sendiri sutradara yang tepat untuk menjabarkan scenario tersebut dengan menunjuk Rasul , Muhammad SAW. Muhammad telah tiada namun beliau meninggalkan jejak ( hadith ) tetang karakter manusia terbaik sepanjang zaman untuk kita tiru. Maka Hadith yang merupakan kumpulan dari kegiatan sunnatullah dari seorang rasulallah , sebagai pegangan kita untuk memahami secara utuh scenario yang terdapat didalam Alquran.

Kepada Kang Dede Yusup, kini anda tidak lagi berperan sebagai Artis namun cara cara artis memerankan tokoh imajiner yang diinginkanh scenario haruslah anda pertahankan .Teruslah mengxplorasi dan mengoservasi setiap prilaku Muhammad SAW untuk anda terapkan dalam keseharian anda sebagai pemimpin…tentu dengan niat semata mata untuk dan karena sang penulis scenario..ALLAH

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...