Wednesday, April 05, 2006

Keluarga Bahagia

Seorang teman mengeluhkan sifat istrinya. Dia bercerita banyak tentang tabiat buruk istrinya. Saya tak ingin menanggapi. Saya berusaha tidak mendengar dengan hati apa yang dikatakanya. Karena alasan , aib istrinya adalah aib dirinya sendiri. Juga aib bagi saya sebagai saudara muslimnya. Tapi ketika dia bertanya tentang bagaimana menciptakan keluarga bahagia. Dia segera menjawab sendiri bahwa perlunya istri yang sholeha. Yang setia kepada suami . Saya hanya tersenyum mendengar kata kata teman itu. Saya melihat sang egoistis sedang bicara dengan kemaskulinannya yang serba superior dalam penciptaannya sebagai laki laki. Saya tidak menyalahkannya tapi juga tidak mendukung kebenaran.,Karena kalau tujuannya inginkan kebahagian maka yang dipertanyakan adalah bagaimana methode meraih kebahagiaan itu. Ini memang tidak mudah namun kekuatan akal dan qalbu , kita bisa menciptakan cara yang tepat menghadapi masalah keluarga menjadi keindahan tersendiri dalam mengarungi kehidupan.

Ibarat sebuah organisasi maka keluarga adalah organisasi dalam bentuk miniatur. Setiap organisasi harus punya visi yang kuat untuk tetap kokoh berdiri ketika menghadapi goncangan. Apa visi berkeluarga ? mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat Tugas pria lah yang harus menyampaikan kepada wanita tentang visi ini. Karena pria adalah pemimpin dirumah tangga.Makanya sebelum masuk kemahligai rumah tangga, pria harus mensosialisasikan kepada calon istrinya tentang ini. Jangan hanya mengandalkan harta dan kedudukan untuk memikat wanita. Pemaham soal visi bagi calon istri haruslah penting sebagai pra syarat menikah. Harus!. Visi itu berkaitan tentang rumah tangga adalah cara untuk beribadah kepada Allah. Bukan untuk memenuhi hidup bahagia dengan impian kemewahan materi. Bila ibadah yang dikedepankan maka baik pria maupun wanita akan menjadikan cinta sebagai anugerah dari Allah untuk semakin dekat kepada Allah dalam situasi apapun.

Bila visi itu sudah sepaham, maka menikahlah karena Allah. Terimalah takdir itu untuk menjadi sebaik baiknya makhluk ciptaan Allah. Setelah berkeluarga maka peran suami selanjutnya adalah menjadi pemimpin yang tahu bagaimana mengelola istri. Tak ada cara lain untuk mengelola orang yang kita cintai selain mencoba mengerti sikap istri dan menempatkan rasa hormat. Saya punya istri sangat mudah sekali marah. Dia tempramental. Tapi saya tahu hatinya sangat baik. Dia taat beribadah. Kita satu Visi. Hanya memang sudah menjadi sifatnya begitu. Kalau saya ladenin ,saya tahu dia akan menderita. Karena marah butuh energi dan melelahkan. Saya hadapi ini sebagai cobaan dari Allah kepada saya untuk belajar sabar. Apa yang terjadi , adalah saya semakin hati hati bersikap untuk dia tidak marah. Akibatnya pribadi saya semakin kuat dalam kesabaran , bukan hanya didalam rumah tapi diluar rumah. Itulah mungkin makna rumah tangga adalah cara orang melatih keimanan.

Yang terakhir adalah suami harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada anggota keluaraga. Komunikasi yang baik haruslah didasarkan kepada pemahaman ilmu agama yang cukup serta dalam bahasa lemah lembut. Ya, Mau mendengar sebelum didengar. Menerima kritik sebelum mengeritik. Dan yang lebih penting adalah keteladanan atas apa yang dikomunikasikan itu. Sangat sulit meminta anak untuk sholat bila orang tua tidak sholat, Sangat sulit meminta istri jujur dan setia bila suami sendiri doyan selingkuh. Sangat sulit bicara hemat bila suami sendiri suka boros. Sangat sulit minta istri rajin bila setiap hari suami dilihatnya hanya duduk dirumah bermimpi. Tentu tidak mudah tapi ini adalah proses yang harus dijaga sambil terus mendekatkan diri kepada Allah untuk memohon pertolongan agar selamat dunia dan akhirat.

Ingatlah bahwa rumah tangga adalah cara Allah menguji kita beragama. Bila urusan akhirat baik maka Allah akan memperbaiki urusan dunia kita. Itulah yang harus diyakini dalam visi. Bila visi benar, cara memperlakukan istri benar , cara berkomunikasi yang baik, maka insya Allah rumah tangga akan menjadi sorga di dunia. Menjadi tempat kembali bagi anak anak setelah berlelah dan kecewa diluar rumah. Tempat istirahat bagi suami setelah berlelah mencari nafkah., Tempat istri mendapatkan kenikmatan tak terbilang bersama canda tawa walau kadang goncangan datang. Walau harga melambung gaji tak cukup membayar. Rumah tangga tetaplah tempat teraman didunia untuk jalan terbaik menuju keridhoan Allah...

No comments:

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...