Thursday, May 16, 2024

Misteri otak manusia






Pada otak kita ada sel bernama neuron. Neuron adalah sel yang memproses dan mengirimkan pesan di dalam otak. Setiap neuron dipenuhi dengan DNA nyala, protein, dan molekul lainnya. Jumlah neuron  ada  sekitar 70 miliar. Setiap sel itu menyampaikan pesan sendiri sendiri. Dengan angka tersebut, sel otak kita lebih banyak daripada pesan yang dikirim seluruh telepon di dunia. Setiap sel neuron menggunakan serangkaian gen berbeda untuk membangun mesin molekuler yang dibutuhkannya untuk melakukan tugasnya sendiri. Sehingga otak selalu on atau terus bekerja tanpa henti meskipun kita sedang tidur. Sehingga kita bisa berpikir, merasa, dan memahami


Setiap neuron rata-rata memiliki 10.000 sinapsis. Sementara jumlah neuron ada 70 miliar. Hitung sendiri dah. Berapa sinapsis pada otak. Sinapsis adalah jembatan antar neuron yang membawa pesan yang dikirimkan. Jaringan serabut saraf sepanjang 100.000 mil, yang disebut materi putih, yang menghubungkan berbagai komponen pikiran. Pada akson bermielin, impuls saraf dapat bergerak hingga sekitar 325 kaki (100 meter) per detik. Pada akson yang tidak bermielin, impuls bergerak lebih lambat, sekitar 1,5 kaki (0,5 meter) per detik. Setiap kali kita belajar hal baru dan berlatih dengan tekun, maka akan terbentuk jaringan baru di otak.  Sehingga, kita dapat melakukan hal baru itu dengan mudah. Misalnya saja saat belajar naik sepeda. 


Melalui aksi sinapsis, atau celah kecil ( dendrit), antar neuron berkomunikasi satu sama lain melalui sistem elektrokimia. Keren memang. Nah perubahan muatan listrik satu sel memicu pelepasan bahan kimia yang disebut neurotransmitter melintasi sinapsis. Neurotransmitter kemudian diambil oleh neuron di sisi lain celah tersebut, di mana mereka memicu perubahan listrik di sel tersebut. Ingatan dikodekan dalam sirkuit ( sinapsis hanyalah sarana untuk mengukir sirkuit ini). Itulah memory storage dan basic data pengolah informasi yang berasal dari berbagai organ tubuh kita, seperti mata, telinga, hidung, dan lainnya dengan sangat cepat. Dan tentu otak mengendalikan segala hal yang kita lakukan. Mulai dari detak jantung, bernapas, bergerak, berpikir, atau pun merasa. 


Kapasitas memori otak manusia pada orang dewasa rata-rata mampu menyimpan triliunan byte informasi. Dalam  Studi Stanford , dilaporkan bahwa korteks serebral saja memiliki 125 triliun sinapsis. Pada penelitian lain dilaporkan bahwa 1 sinapsis dapat menyimpan 4,7 bit informasi. Menjalankan angka – 125 triliun sinapsis – 4,7 bit/sinaps, dan sekitar 1 triliun byte setara dengan 1 TB (Terabyte).


Menurut artikel tahun 2010 di Scientific American , kapasitas memori otak manusia dilaporkan setara dengan kapasitas memori 2,5 petabyte. Sebagai angka, satu “ petabyte ” berarti 1024 terabyte atau satu juta gigabyte, sehingga rata-rata otak manusia dewasa memiliki kemampuan untuk menyimpan memori digital yang setara dengan 2,5 juta gigabyte. Sampai hari ini belum ada storage data sebesar otak manusia. Dan dijumlahkan semua daya listrik dari pembangkit listrik di seluruh dunia , tetap saja belum bisa mengalahkan kapasitas daya listrik pada otak. Dahsyat engga!




Otak manusia sungguh menakjubkan, dengan kemampuan lebih dari yang kita bayangkan. Dari pengetahuan sebelumnya bahwa sinapsis dari semua ukuran dapat bervariasi sedikitnya delapan persen antar ukuran dalam faktor 60, mungkin ada sekitar 26 kategori ukuran sinapsis, bukan hanya beberapa yang selama ini dipahami. Kini membuktikan terdapat 10 kali lebih banyak ukuran sinapsis dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya. Apakah itu ukuran yang tepat?. Saat sekarang ya. Tapi kita tidak tahu pasti. Mungkin beberapa tahun kemudian peneliti akan mendapatkan jawaban lain. Nah kan. Menentukan kapasitas otak saja tidak tepat dan masih misteri. 


Ada lagi, saat sinyal berpindah dari satu neuron ke neuron lainnya, biasanya sinyal  mengaktifkan neuron kedua tersebut hanya 10 hingga 20 persen saja.  Yang jadi pertanyaan besar adalah bagaimana presisi otak yang luar biasa bisa dihasilkan dari sinapsis yang tidak dapat diandalkan. Tampaknya, salah satu jawabannya adalah Sinapsis menyesuaikan diri berdasarkan sinyal yang diterimanya. Bisa jadi ini sistem efisiensi listrik pada otak. Orang yang males mikir ya redup lampunya. Karena dari kekuatan sinyal ini menentukan berapa kapasitas otak manusia digunakan untuk berpikir. Tentu tidak sama pada setiap orang. Makanya dikenal test IQ. Yang tingkat kecerdasan orang berbeda beda.


Filsuf kuno mengatakan bahwa otak berada di ruang gelap tanpa cahaya. Namun dari otak lah dunia menjadi terang benderang. Otak adalah keajaiban yang membuktikan tidak ada manusia yang bisa menciptakan dirinya sendiri kecuali ada yang menciptakan.  Percaya kepada Tuhan adalah bukan fiksi atau ilusi tetapi lebih karena ketidak berdayaan akal kita menemukan jawaban dibalik keajaiban otak. Karena bicara otak tentu bicara pikiran. Otak saja sudah rumit apalagi akal, tentu tambah rumit lagi ruh..Beriman itu sikap rendah hati ( memang rendah! ) di hadapan Tuhan.  Misteri ini salah satu cara Tuhan mengingatkan kita, “ Jangan jumawa! Trust in me. !





No comments:

Persepsi pasar.

  Ketika Lehman Brothers bangkrut pada 15 September 2008, reaksi   dunia seperti mau kiamat. Mereka mengatakan ini akhir dari kapitalisme pa...