Friday, October 19, 2018

Kelas menengah ?

Usia 24 tahun saya sudah punya rumah sendiri. Artinya secara financial saya sudah dapat memenuhi standar dasar kebutuhan manusia modern yaitu sandang, pangan dan papan. Padahal penghasilan saya dulu jika dibandingkan dengan anak muda sekarang mungkin lebih kecil. Berjalannya waktu , semakin lama pendapatan orang samakin meningkat. Kebutuhan juga meningkat. Berjuang dari low income ke middel income tentu tidak sulit. Tetapi tidak banyak orang yang bisa keluar dari middle income menuju high income. Mengapa ? karena faktor ketidak mampuan menjaga disiplin memisahkan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Rasa cepat puas juga cenderung membuat orang stuck pada posisi middle income. Makanya jangan kaget bila sekarang anak muda usia 40 tahun lebih masih dibebani utang cicilan rumah dan kendaraan. Padahal income mereka rata rata diatas USD 6000 setahun. Saat sekarang sebagian besar kelompok menengah di Indonesia masuk dalam middle income traps. Kalau mereka tidak berubah maka bukan tidak mungkin bonus middle class ini tidak memberikan manfaat apapun bagi kemajuan bangsa. Bahkan menjadi beban negara. Bukan tidak mungkin orang muda menjadi tua dalam kemiskinan. Karena terjebak dengan midle income traps yang kadang menggiring orang jadi hedonisme. Doyan ngopi ditempat berkelas, menghabiskan uang untuk piknik dan buag waktu main game online.

Richard Florida menulis buku yang berjudul The Rise of Creative Class. Dalam buku ini kita dapat membuka pikiran bahwa di era sekarang dan kedepan orang yang bisa keluar dari middle income traps adalah orang yang punya skill khusus seperti seniman, programer/software developer, arsitek, product designer, konsultan, creative director, pengrajin, fotografer, writer, dokter dan tentu saja entrepreneur. Orang yang punya skill cenderung punya passion dan disiplin tinggi mengembangkan dirinya dan focus kepada kemampuan beradabtasi dengan perubahan. Mereka lebih suka ikut kursus menambah pengetahuan daripada buang waktu main game atau piknik. Mereka lebih suka membahas hal yang positip daripada buang waktu membahas hal yang negatif. Merekalah kelompok masyarakat yang akan bisa membawa Indonesia lolos dari middle-income trap.

Kita patut bangga kini Indonesia punya sekitar 50 juta masyarakat kelas menengah. Tapi itu semua tidak ada apa-apanya kalau kelas menengah itu hanyalah sebatas kelas konsumerisme. Pekerjaan besar bangsa ini adalah membentuk kelas menengahnya menjadi creative class yang produktif menciptakan lapangan kerja dan membangun daya saing Indonesia. Setidak usia 30 tahun tidak lagi mikirin rumah, pakaian dan makan. Usia 40 mereka sudah focus membangun nilai nilai. Usia 50 tahun mereka sudah selesai dengan dirinya sendiri untuk menikmati hidup dalam kekayaan spiritual. Mari berubah…

No comments:

Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...