Monday, April 13, 2015

Para pembenci ...?

Minggu lalu facebook ( FB) saya kena hacker attack dengan modus laporan akun falsu.Setelah hamir 8 jam akun facebook saya hilang dari peredaran, akhirnya dapat kembali dibuka. Saya tidak terkejut atau stress ketika mengetahui saya tidak bisa lagi mengakses facebook saya. Karena saya tahu bahwa ini lambat atau cepat pasti akan terjadi. Mengapa? Karena ada banyak pihak yang tidak suka dengan cara postingan saya di facebook. Mereka menuduh  saya syiah karena saya tidak pernah mau membenci syiah. Bahkan saya terkesan membela syiah. Mereka tuduh saya  Jokowi lover karena tidak pernah membenci Jokowi. Bahkan ada yang berani bertanya secara langsung apakah saya tidak bisa menyampaikan sisi negative tentang Jokowi ? Bahkan ada yang dengan vulgar menuduh saya mengharapkan jabatan dari Jokowi. Semua itu tidak pernah saya tanggapi dengan emosi dan saya mencoba membalas comment mereka di facebook dengan prinsip ; Yang baik saya jawab dengan baik.Yang tidak ada kaitannya dengan  topic bahasan, ya saya diamkan. Yang mulai terkesan kasar atau tidak sopan maka comment nya saya hapus. Yang tetap tidak sadar comment nya saya hapus dan tetap tidak sopan maka saya block. Setiap hari saya menerima inbox dari pribadi sampai LSM yang anti Jokowi. Berbagai macam cara mereka menyampaikan pesan agar saya mengerti mereka dan ikut mereka.  Sebisa mungkin disela sela kesibukan saya,saya sempatkan membalas inbox mereka.

Di era sosmed sekarang ini , ungkapan hati orang sangat mudah tersalurkan dihadapan public. Kalau saya perhatikan postingan di FB khususnya berkaitan dengan pemerintahan Jokowi maka saya dapat simpulkan bahwa apapun kritik mereka terhadap Jokowi sebagian besar tidak didasarkan kepada data dan informasi yang benar.Kalau mereka menilai kebijakan Jokowi , mereka juga tidak paham UU dan Peraturan dibalik kebijakan itu. Sehingga mereka tidak bisa membedakan mana Jokowi sebagai Pribadi dan mana jokowi sebagai Presiden. Teman saya seorang pakar Marketing strategy pernah berkata kepada saya bahwa walau pemilu telah usai dan presiden telah terpilih namun untuk menghilangkan ketidak sukaan orang kepada Jokowi itu tidak mudah. Mengapa ? karena program brainwashing yang dilakukan Parpol melaui patron yang sangat dipercaya oleh target audience , sangat efektif menanamkan kebencian terhadap Jokowi. Para audience diracuni dengan sifat hasad atas dasar sekterian, agama, kelas bahwa Jokowi tidak pantas jadi Presiden.  Jadi memangn sifat hasad itu sangat efektif membuat orang kehilangan nalar dan hati nurani. Apa itu hasad ? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah telah melakukan pengkajian yang mendalam mengenai makna dari hasad hingga beliau menyimpulkan bahwa definisi hasad yang benar adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Jokowi telah mendapatkan nikmat berupa amanah dari Allah untuk memimpin negeri  ini dan yang tidak suka itu karena hasad.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya segala sesuatu yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (Muttafaqun ‘alaih). Dalam hadits ini  Rasulullah menerangkan bahwa diantara bukti sempurnanya iman seseorang yaitu ia mencintai segala sesuatu yang baik untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan tersebut dimiliki oleh dirinya sendiri. Itulah dasar saya mengapa terkesan mendukung Jokowi. Sebetulnya bukan hanya kepada Jokowi,kepada siapapun yang punya effort dan berniat baik saya akan senang ambill bagian dari effort itu. Mengapa? saya ingin effort itu berhasil dan tak penting karena itu saya harus berkorban dan tidak mendapatkan apapun.  Makanya saya bingung bila sebagian umat islam menanamkan kebencian terhadap Jokowi. Apapun itu dijadikan dalih untuk tidak suka kepada Jokowi. Bahkan yang lebih buruk, ia berdo’a agar Jokowi jatuh. Mengapa bisa demikian? Jikalau kita menelisik lebih dalam, kita akan menemukan bahwa orang yang di dalam dirinya terdapat penyakit hasad, seakan-akan dia ingin berperan dalam menentukan takdir yang ditetapkan Allah. Dia sebetulnya berperang dengan Allah ,bukan kepada orang yang di hasad nya itu. Ini merupakan sifat yang buruk yang tanpa disadari dapat menimpa siapapun . Oleh karena itu, marilah kita jaga diri kita dari sifat yang buruk ini.

Orang yang memiliki sifat hasad akan terus merasa gerah dengan orang lain sehingga ia tidak akan pernah rela orang lain memiliki ini dan itu. Lalu ia menyebarkan propaganda-propaganda dan gosip-gosip agar orang  tersebut jatuh harga dirinya di hadapan masyarakat. Oleh karena itu, Rasulullah melarang seseorang untuk hasad kepada orang lain dikarenakan ia dapat menyebabkan hilangnya pahala kebaikan-kebaikan yang ada di dalam diri orang tersebut sebagaimana sabda beliau, “Jauhilah oleh kalian hasad karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu daud). Inilah sebab terlarangnya hasad. Karena ia akan menyebabkan pahala-pahala yang telah kita dapatkan selama ini berguguran satu demi satu. Semoga para pembenci Jokowi kembali sadar kepada tuntunan Rasul dan mari bersama sama kita kritisi pemerintah Jokowi dengan smart.  Ingat bahwa Jokowi hanya bagian dari system kekuasaan di negeri ini. Tugas kita mengkritisi system yang ada agar kebaikan diutamakan, kebenaran dibela dan keadilan menang.! 

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...